Kadiskop Resmikan “Jamal Papua Mart” Binaan Freeport

TIMIKA,TimeX Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Ekonomi Kreatif (Diskop dan Ekkraf,  Cherly Lumenta,  SE MSi, didaulat meresmikan usaha kios Belnail Mart binaan Divisi Community Economic Development PT Freeport Indonesia (PTFI).

GUNTING PITA-Kadiskop & Ekkraf, Cherly Lumenta melakukan pengguntingan pita menandai peresmian Jamal Papua Mart di Kampung Utikini Baru SP12, Selasa kemarin dengan disaksikan Perwakilan Community Economi Development PTFI, Ronny Yawan, Kepala BRI Cabang Mimika, Sukarno dan pemilik usaha Ny.Leni Magai.

Dengan kemitraan memberdayakan dan memandirikan masyarakat lokal, ini jadi kunci sukses program kerakyatan, dengan harapan suport usaha dari pihak-pihak terkait bertumbuh tanpa harus bergantung dengan Freeport

TIMIKA,TimeX

Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Ekonomi Kreatif (Diskop dan Ekkraf,  Cherly Lumenta,  SE MSi, didaulat meresmikan usaha kios Belnail Mart binaan Divisi Community Economic Development PT Freeport Indonesia (PTFI).

Peresmian Jamal Papua Mart milik Munadi dan Ny. Leni Klara Magai yang terletak di Kampung Utikini Baru SP-12, Selasa (12/12) kemarin ditandai dengan pengguntingan pita oleh Cherly Lumenta.

Prosesi waktu itu disaksikan langsung oleh perwakilan Community Economi Development PTFI, Ronny Yawan, Kepala BRI Cabang Mimika, Sukarno dan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindunan Anak dan KB, Alice Iren Wanma.

Juga disaksikan secara saksama oleh pengurus dan anggota Yayasan Bina Usaha Mandiri (YBUM) PTFI.

Usai peresmiannya, Cherly Lumenta juga menyerahkan bantuan dari Pemda melalui Diskop dan Ekkraf berupa dana stimulan Rp5 juta kepada Ny.Leni Magai.

Selanjutnya dan stimulan tersebut diserahkan kepada Kepala Bank BRI Mimika, Sukarno untuk dimasukan ke rekening milik Ny.Leni.

Mewakili managemen PTFI, Ronny Yawan menjelaskan Jamal Papua Mart merupakan binaan program Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) PT Freeport Indonesia melalui Departemen Community Economi Development PTFI.

Keberhasilan yang ditunjukan pemilik usaha Jamal Papua  Mart, Munadi bersana istrinya, Ny. Leni, ni tidak terlepas dari dukungan serta kerjasama PTFI, Pemda Mimika melalui Dinas Koperasi dan Ekkraf, juga Bank BRI.

“Dengan kemitraan memberdayakan dan memandirikan masyarakat lokal, ini jadi kunci sukses program kerakyatan, dengan harapan suport usaha dari pihak-pihak terkait bertumbuh tanpa harus bergantung dengan Freeport,” ujarnya.

Sebagai usaha mini market kelima yang diresmikan sepanjang tahun 2017, kiranya terus dikembangkan, sebab kesempatan dan peluang usaha seperti ini tidak semua orang bisa menjalankannya.

“Ini baru awal, tentu ke depan banyak tantangan dan halangan yang dihadapi. Dengan semangat juang yang telah ditunjukan selama ini, hendaknya bisa menjadi contoh usaha lainnya,” kata Rony menambahkan bahwa Freeport tetap maju dan tidak mengurangi komitmennya memajukan masyarakat lokal ke depannya.

Sementara itu,  Kadiskop dan Ekkraf, Cherly Lumenta dalam sambutannya, mengatakan dengan diresmikan Jamal Papua Mart, ini menjadi bukti representasi dari karya nyata PTFI.

“Usaha ini jadi salah satu impian dari pelaku UKM terutama perempuan yang diharapkan bisa membantu mengangkat derajat ekonomi keluarga. Kita harus akui bahwa jika tidak ada Freeport maka semua ini tidak akan terjadi,” kata Cherly.

Ia berharap semua masyarakat lokal khususnya harus mengikuti jejak dari keluarga Munadi dan Leni Magai sehingga tidak jadi penonton, tetapi menjadi kaya di negeri sendiri.

Ditempat yang sama, Kepala BRI Cabang Mimika, Sukarno menambahkan, perkembangan usaha warga lokal yang dibantu melalui modal usaha selama ini sudah sangat membahagiakan karena terjadi peningkatan ekonomi.

“Kami sangat berterimakasih kepada Freeport karena sejak awal kami dilibatkan untuk bersama-sama membina masyarakat lokal dalam usaha, dan juga manajemen keuangannya. Kami dukung dalam konteks keuangan dan bagaimana akutansi serta cara-cara mengelola keuangan,” jelasnya.

Ia menambahkan, selama program ini berjalan, omzet yang didapat oleh penerima bantuan binaan PTFI meningkat hingga puluhan juta.

“Kalau kondisi ini terus digalakan oleh Freeport bersama perbankan dan pemerintah, saya yakin terjadi peningkatan dibidang ekonomi yang dipelopori oleh putra-putri asli Papua,” serunya.

Untuk itu, kemitraan serta kerjasama yang sudah dibangun lebih kita tingkatkan demi mewujudkan masyarakat Mimika yang aman, damai dan sejahtera.

“Ke depan kia bisa berikan pembinaan atau pendampingan tidak hanya sekedar modal, karena kalau hanya sekedar modal mudah hilang, tetapi yang paling penting adalah bagaimana kita mengubah pola pikir agar pelaku usaha lokal tertib dalam mengelola keuangan,” imbuhnya.

Saat itu pula, Munadi dan Ny.Leni Magai mengucapkan terima kasih kepada PTFI yang sudah membantu sejak menjalani usaia tahun 2008 silam.

“Waktu itu hanya dengan kios kecil, namun berkat bantuan pembinaan, kami bisa mengelola mini market yang bagus. Waktu tahun 2010 Yayasan Bina Usaha Mandiri (YBUM) Freeport berikan bantuan Rp3 juta, menyusul tahun 2011 dapat bantuan pinjaman lagi Rp10 juta dan 2014 dibantu lagi Rp15 juta. Terakhir tahun 2017 kami dapat bantuan pinjaman sebesar Rp50 juta,”  jelas Munadi.

Munadi oprtimis bahwa pinjaman bank akan dikembalikan sesuai syarat dan ketentuan.

Adapun nama usaha Jamal Papua Mart yang dinamai Munadi dan Leny magai adalah perpaduan antara suku Jawa dan suku Damal (Jamal), dimana Munadi berasal dari Jawa dan Leni asal Suku Damal-Papua.

Leni selaku perempuan asli Papua pun berharap dengan usaha yang mereka kembangkan saat ini bis membangkitkan semangat masyarakat asli Papua lainnya.

“Semoga usaha kami tetap sukses dan maju,” tukasnya. (a26)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *