Dinkes Mimika Tingkatkan Penemuan Kasus Kusta dan Frambusia

TIMIKA, TimeX Dinas Kesehatan Mimika, terus meningkatkan usahanya untuk menemukan dan mengatasi kasus kusta dan frambusia di Timika dan sekitarnya.

FOTO BERSAMA-Asisten IV Setda Mimika, Alfred Douw, Kadinkes Philipus Kehek, dan pemateri dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Ade Erma foto bersama peserta kegiatan sosialisasi dan pelaksanaan intensifikasi penemuan kasus kusta dan frambusia di Hotel Grand Tembaga, Selasa kemarin.

TIMIKA, TimeX

Dinas Kesehatan Mimika, terus meningkatkan usahanya untuk menemukan dan mengatasi kasus kusta dan frambusia di Timika dan sekitarnya.
Salah satu langkah yang ditempuh Dinkes Mimika untuk menemukan dan mengeliminasi kasus penyakit tersebut adalah dengan menggelar advokasi, sosialisasi dan pelaksanaan intensifikasi penemuan kasus kusta dan frambusia melalui kampanye eliminasi kusta dan eradikasi frambosia.

Gelar sosialisasi intensifikasi melalui kerjasama  dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang dilangsungkan di Hotel Grand Tembaga, Rabu (13/12) kemarin resmi dibuka Asisten IV Setda Mimika, Alfred Douw ditandai dengan pemukulan tifa.

Pembukannya dihadiri langsung Kadinkes, Philipus Kehek dan Perwakilan Kemenkes, Ade Erma.
Kegiatan yang diikuti oleh petugas kesehatan di sejumlah puskesmas, para pimpinan SKPD dan Kepala Distrik di Kabupaten Mimika ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan terkait pengenalan penyakit kusta dan frambusia di masyarakat.

Asisten IV Setda Mimika, Alfred Douw juga menyoroti meningkatnya kasus kusta dan frambosia di Mimika itu sesuai dengan hasil temuan kasus sejak 2015.
Dinkes Mimika mencatat kasus frambosia pada 2015 sebanyak 29 kasus, 2016 sebanyak 24 kasus baru dan 2017 bertambah lagi 165 kasus baru.

Sedangkan kasus kusta pada 2016 ditemukan sebanyak 104 dan pada 2017 ditemukan lagi 86 kasus baru.

“Lewat sosialisasi ini agar petugas terorientasi menemukan dan menuntaskan kasus penyakit kusta dan frambusia agar Indonesia bebas kusta pada 2019,” harapnya menambahkan peserta sosialisasi yang hadir dapat menelurkan materi yang diperoleh ke warga masyarakat lainnya.

Sementara itu, perwakilan Kemenkes, Ade Erma melalui materi kebijakan strategis  kusta dan frambusia tingkat nasional, menjelaskan, Timika termasuk daerah dengan jumlah kasus kusta dan frambusia termasuk tinggi.

Sehingga untuk menjawab target eliminasi di 2019, Kemenkes menggelar kegiatan yang menunjang penemuan dan penurunan jumlah kasus melalui sosialisasi serta orientasi penanganan secara terpadu cepat dan ke depannya kasus tersebut bisa dipunahkan.

Sedangkan Ketua Panitia, Usman Ali mengatakan penanganan cepat penyakit kusta dan frambosia penting mengingat kedua penyakit tersebut merupakan kelompok penyakit tropis yang terabaikan, padahal dapat menimbulkan kecacatan.
Melalui sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan komitmen Pemda melalui semua SKPD serta komponen masyarakat untuk terus menemukan kasus baru dan berusaha untuk mengeliminasi dengan memberikan pelayanan kesehatan kepada penderitanya. (a26)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.