Pemda Mimika Masih Defisit Rp 277 Milliar

Pemda Mimika Masih Defisit Rp 277 Milliar

Defisit Anggaran.

Serapan APBD 2017 Hanya 76,79 Persen

TIMIKA, TimeX

Meskipun sudah beranjak ke tahun 2018, Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika masih terbebani dengan permasalahan defisit tahun anggaran 2017. Dengan menempuh berbagai upaya untuk menutupi defisit anggaran tahun 2017 sebesar Rp766 miliar,  Pemda Mimika belum terlepas dari permasalahan serius yang dihadapi.

“Sampai dengan hari ini (kemarin-Red) kita masih alami defisit anggaran Rp 277 milliar. Ini dampak dari belanja yang ditetapkan tidak diimbangi dengan realisasi penerimaan. Dengan demikian ini kita sebut hutang Pemda Mimika di tahun 2017 terhadap pihak ketiga atau pihak tertentu yang telah melaksanakan program kegiatan Pemda, baik fisik maupun non fisik, dan belum dibayarkan”.

Demikian diungkapkan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Mimika, Marthen Mallisa saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Senin (8/1).

Dari defisit Rp766 miliar, Pemda Mimika sudah berupaya maksimal dengan melakukan pinjaman di Bank Papua atas persetujuan DPRD Mimika senilai Rp200 miliar.

Sisanya ditalangi dari permintaan bayar di muka kepada Freeport kurang lebih Rp200 miliar.

Dan juga ditalangi dari dana kurang bayar Pemda Mimika dari Kemenkeu tahun 2015 dan 2016 yang ditransfer di tahun 2017 sebesar Rp210.300.717.895 miliar.

“Akan tetapi diakhir tahun 2017s dikeluarkan lagi surat edaran Dirjen Perimbangan Keuangan Nomor 5/PK/2017 tanggal 18 Desember, menetapkan bahwa kurang bayar tahun 2015, 2016 akan dipotong lagi sebesar Rp196.853.756.738,  maka kondisi ini menyebabkan tidak tercapainya penerimaan,” jelasnya.

Alhasil dana kurang bayar tahun 2015 dan 2016 yang dibayarkan di tahun 2017 hanya sekitar Rp18 milliar.

Kondisi ini diperparah dengan tidak tersalurnya Dana bagi Hasil triwulan empat 2017, dan dana royaliti yang telah dimasukan dalam APBD tahun 2017.

Untuk mengatasi kekurangan dana tersebut, Pemda Mimika akan menalanginya di APBD 2018 untuk melunasi hutang di tahun 2017, dengan menerapkan efisiensi angaran.

Namun, dalam rangka penghematan anggaran, tidak akan mengganggu proyek yang sementara berjalan.

 

Serapan APBD 2017 Hanya 76,79 Persen

Sementara itu, terkait realisasi serapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Mimika tahun 2017 hanya mencapai 76,79 persen atau  setara Rp 2,2 triliun lebih dari total APBD murni Rp2,9 triliun.

Kata Mallisa, dengan tidak tercapainya target penerimaan APBD 2017, maka dikategorikan defisit anggaran.

Defisit anggaran terjadi lantaran realisasi pendapatan Pemda Mimika tahun 2017 hanya Rp1,7 triliun dan tidak mencapai target penerimaan yang ditetapkan. (nur)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.