Istri Bupati Dipukul Massa Pengunjuk Rasa

Istri Bupati Mimika, Ny. Kalina Omaleng menjadi korban pemukulan dari oknum massa pengunjuk rasa yang menggelar aksi di halaman Kantor DPRD Mimika, Senin (15/1).

Ny Kalina Omaleng (kanan) saat membuat laporan polisi.

Seratusan Warga Kembali Demo Terkait Pilkada

TIMIKA,TimeX

Istri Bupati Mimika, Ny. Kalina Omaleng menjadi korban pemukulan dari oknum massa pengunjuk rasa yang menggelar aksi di halaman Kantor DPRD Mimika, Senin (15/1).

Aksi pemukulan yang dilakukan oleh Oknum Tidak Dikenal (OTK) bermula saat Ny. Kalina Omaleng bersama sejumlah keluarganya yang melintas dengan mobil di depan gedung DPRD ingin memastikan demo yang melibatkan seratusan massa.

Tak pelak, saat itu ada beberapa warga yang melihat adanya spanduk yang dipampang di pagar gedung rakyat bertuliskan dugaan penggunaan ijazah palsu oleh salah satu bakal calon Bupati Mimika, warga yang merasa tidak terima lantas hendak mencopotnya.

Namun, ketika melihat sejumlah warga hendak menurunkan spanduk tersebut, massa pendemo langsung berhamburan keluar Kantor DPRD Mimika mengejar sejumlah warga tersebut.

Kejadian waktu itu sempat memacetkan arus lalu lintas di kawasan jalan tersebut.

Menduga bahwa sejumlah warga tersebut datang bersama Ny. Kalina Omaleng, maka massa lantas mengerumi dan ada diantara mereka yang sempat memukul Ny. Kalina Omaleng.

Rabdy (28), salah satu warga kepada Timika eXpress membenarkan bahwa Ny. Kalina Omaleng dipukul didahi oleh oknum pengunjuk rasa setelah mengaku sebagai istri Bupati Mimika, Eltinus Omaleng.

Untungnya massa berhasil dikendalikan oleh koordinator aksi sehingga tidak melakukan tindakan anarkis dan hal-hal yang tidak diinginkan.

Setelah beberapa warga yang hendak mencopot spanduk itu diarahkan untuk meninggalkan lokasi, para pengunjuk rasa kemudian kembali ke halaman Kantor DPRD Mimika dan melanjutkan penyampaian aspirasi.

Namun, Ny. Kalina Omaleng yang merasa tidak puas dengan kejadian yang menimpanya, saat itu juga langsung  mendatangi Kantor Pelayanan Polres Mimika dan membuat laporan polisi agar oknum pelakunya diproses hukum.

Namun saat dimintai keterangan oleh penyidik, Ny. Kalina mengatakan tidak mengenal identitas pelaku.

“Saya tidak kenal nama pelaku, tapi  kalau orangnya saya hafal mukanya,” kata Ny. Kalina.

 

Seratusan Warga Kembali Demo Terkait Pilkada

Sementara itu, seratusan warga Timika,  pada Senin (15/1) kembali menggelar demonstrasi di halaman kantor DPRD pukul 13.00 WIT, terkait pilkada 2018.
Datang menggunakan beberapa unit truk, massa kemudian membentangkan spanduk yang berisikan aspirasi mereka terkait protes tentang ijazah salah satu calon bupati yang mendaftar sebagai calon bupati pada pilkada serentak jilid III.

Salinan aspirasi pengunjuk rasa tersebut diserahkan langsung oleh salah satu perwakilan demonstran dan diterima oleh Wakil Ketua II DPRD Mimika Nathaniel Murib, didampingi sejumlah anggota dewan diantaranya Markus Timang, Victor Kabey, Anthonius Kemong, Yelinus Mom, Yohanis Wantik, dan Sonny Kaparang.

Adapun aspirasi tersebut pada intinya berkaitan dengan putusan Mahkamah Agung yang membenarkan pendapat DPRD Mimika terkait pemakzulan Bupati setempat karena tersangkut masalah ijazah palsu pada Pilkada 2014.

“Putusan hukum sudah jelas dan yang bersangkutan harus segera dieksekusi dari jabatan Bupati Mimika. Pemprov Papua tidak boleh melindungi oknum tersebut,” ucap salah satu orator.

Aksi tersebut merupakan lanjutan dari unjuk rasa sebelumnya di Kantor KPU Kabupaten Mimika, Jumat (12/1) pekan lalu, menyusul salah satu kandidat calon bupati kembali mendaftar sebagai petahana dalam Pilkada serentak 2018.

Anggota Komisi A DPRD Mimika Markus Timang meminta pengunjuk rasa tidak terpancing terhadap situasi apapun dengan mengambil tindakan yang bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain.
“Mari kita ciptakan situasi aman. Jangan sampai situasi menjadi kacau karena ada gerakan tambahan. Tidak boleh ada aksi lain-lain, aspirasi sudah kami terima. Jangan terpancing,” pesan Markus. (zuk/tan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.