Tim Kesehatan TNI Diberangkatkan ke Asmat

TIMIKA, TimeX Tim Bhakti Kesehatan utusan Mabes TNI untuk penanggulangan wabah campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat, Selasa (16/1) siang tiba di Bandara Mozes Kilangin Timika.

SAMBUT-Danrem 174/ATW Brigjen TNI Asep Setia Gunawan selaku Dansatgas Penanggulangan KLB Kesehatan di Asmat saat menyambut tim bhakti KLB setibanya di Bandara Mozes Kilangin dengan Pesawat Hercules, Selasa (16/1).

Tim Polda dan Kesehatan Provinsi Dilepas dari Jayapura

TIMIKA, TimeX

Tim Bhakti Kesehatan utusan Mabes TNI untuk penanggulangan wabah campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat, Selasa (16/1) siang tiba di Bandara Mozes Kilangin Timika.

Kedatangannya menggunakan penerbangan Pesawat Hercules A-1326 dari Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, hanya transit beberapa waktu kemudian langsung diberangkatkan menuju Agats, Kabupaten Asmat.
Rombongan Tim Bhakti Kesehatan TNI yang tiba di Timika kemarin disambut oleh Komandan Korem 174/Anim Ti Waninggap Brigjen TNI Asep Setia Gunawan dan Komandan Kodim 1710 Mimika Letkol Inf Windarto.
Tim Bhakti Kesehatan TNI itu terdiri atas Kolonel Kesehatan Dr Iwan Trihapsoro SpKK, SpKP selaku Kabidum Puskes TNI, Letkol CKM Dr Agus Padmono SpA, Letkol Kesehatan Dr Mintoro Sumego MS, SpKP, Letkol CKM Dr Rahmanto SpA, Letkol Mar Andi Sultan (Padya Baksos dan Gulben Ster Mabes TNI), Letkol CKM Syahrial SKM, MKes dan Letkol CKM Dr Moh Birza Rizaldi SpOG.
Danrem 174/ATW Brigjen TNI Asep Setia Gunawan selaku Dansatgas Penanggulangan KLB Kesehatan di Asmat mengatakan TNI menerjunkan Satgas Kesehatan untuk menangani Kejadian Luar Biasa (KLB) campak dan gizi buruk di Asmat.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Asmat, tercatat sudah 61 anak meninggal dunia akibat KLB campak dan gizi buruk dalam empat bulan terakhir di wilayah tersebut.

Data keseluruhan korban diperoleh dari Distrik Fayit dan Aswi. Di dua lokasi tersebut tim mendata 22 anak balita meninggal dunia. Termasuk di Pulau Tiga, ada 37 kasus kematian anak terjadi di Kampung Kappi, Kampung Nakai, Kampung As dan Kampung Atat. Serta dua Balita lainnya meninggal dunia di RSUD Agats.

Menyikapi bencana kemanusiaan itu, TNI mengerahkan 53 personel dari Mabes TNI ditambah 30 personel dari Kodam XVII/Cenderawasih serta Korem 174/ATW Merauke untuk terlibat langsung dalam operasi penanganan wabah campak dan gizi buruk di Asmat.
“Anggota Satgas yang tiba di Bandara Mozes Kilangin pada Selasa pagi langsung diberangkatkan menuju Kota Agats Asmat lengkap dengan obat-obatan dan bantuan makanan tambahan. Operasi Penanggulangan KLB Kesehatan di Asmat akan berlangsung selama sebulan dengan tiga tahapan,” jelas Brigjen Asep saat diwawancarai wartawan di bandara Mozes Kilangin kemarin.
Jenderal bintang satu itu menegaskan Satgas Kesehatan TNI akan langsung melaksanakan operasi kemanusiaan penanggulangan KLB campak dan gizi buruk bekerja sama dengan berbagai instansi pemerintah begitu tiba di Asmat.
“Anggota Satgas akan disebar ke seluruh Distrik (kecamatan). Pemkab dan Kodim sudah siapakan perahu cepat. Radio panggil (juga sudah kita siagakan di sana untuk mendukung operasi ini,” jelasnya.
Pada Selasa pagi, sebanyak 37 anggota Satgas Kesehatan TNI diberangkatkan ke Agats.
Brigjen Asep sendiri langsung turun tangan untuk memimpin operasi tersebut.
Dari jumlah tersebut, terdapat 18 orang dokter spesialis dari Puskes TNI, Puskes TNI AD, Dinas Kesahatan TNI AU dan TNI AL.
Adapun peralatan dan perlengkapan lainnya akan dibawa menuju Asmat menggunakan kapal laut mengingat kapasitas armada pesawat ke Ewer Asmat sangat terbatas.

 

30 Tim Lainnya Dilepas dari Jayapura

Dukungan bantuan tim juga dilepas oleh Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli dari Jayapura, Selasa kemarin.

Kapolda melepas tim kesehatan dan bhakti sosial yang nantinya ditugaskan di Asmat selama sebulan.
Pelepasan tim kesehatan dihadiri GM Pertamina MOR VIII Jayapura Tengku Fernanda berlangsung di Mapolda Papua di Jayapura.
Seusai pelepasan tim yang beranggotakan 30 orang yang terdiri dari tim kesehatan Polda Papua dan tim dinas kesehatan Pemprov Papua langsung diberangkatkan menuju Asmat melalui Timika.
Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli mengatakan, tim kesehatan yang diterjunkan ke Asmat nantinya akan bergabung dengan tim lain yang sudah dikerahkan terlebih dahulu termasuk dari Mabes TNI dan Kementerian Kesehatan.
Anggota tim dilengkapi dengan berbagai peralatan kesehatan yang dapat digunakan di lapangan termasuk membawa bantuan makanan yang merupakan sumbangan dari BUMN seperti Pertamina Jayapura dan BRI.
Untuk lebih memudahkan tim melakukan pemeriksaan akan dikerahkan empat kapal milik Polair, kata Irjen Pol Boy Rafli yang mengaku belum mendapat data yang falid tentang insiden kekurangan gizi yang menimbulkan korban jiwa.
“Saya belum mendapat data dari dinkes tentang korban yang meninggal baik anak-anak maupun orang dewasa,” kata Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli.
GM Pertamina MOR VIII Jayapura Tengku Fernanda secara terpisah kepada Antara mengatakan, bantuan yang diserahkan melalui Polda Papua merupakan tahap awal karena waktu yang terbatas.
Pertamina juga akan menyiapkan bantuan yang akan didatangkan dari Makassar setelah terlebih dahulu mendapat laporan tentang yang dibutuhkan masyarakat dan saat ini yang dibantu baru berupa makanan tambahan, kata Tengku Fernanda. (aro/ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *