Daftar Tunggu CJH Capai 3.905 Orang

TIMIKA,TimeX Jumlah daftar tunggu Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Mimika masih panjang dan ditaksir hingga 16 tahun kedepan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Mimika, Utler Adrianus

TIMIKA,TimeX

Jumlah daftar tunggu Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Mimika masih panjang dan ditaksir hingga 16 tahun kedepan.

Hingga kini,  jumlah CJH yang terdaftar sebanyak 3.905 orang.

“Antusiasme umat muslim untuk menunaikan ibadah haji sangat tinggi,” ujarKepala Kantor Kementerian Agama Mimika, Utler Adrianus saat ditemui Timika eXpress, Selasa (16/1).

Ia mengatakan, dalam setahun saja Kantor Kementerian Agama menerima kuota keberangkatan haji kurang lebih seratusan. Saking banyaknya,  antrian CJH hingga 16 tahun ke depan.

“Quota haji yang siap berangkat tahun ini untuk data sementara per hari ini (kemarin-red) sebanyak 152 orang dari waiting list (daftar tunggu) untuk Kabupaten Mimika sebanyak 3.905 jamaah,” tutur Utler.

Sementara, untuk waiting list se Indonesia sebanyak 3.635.590 orang dan waiting list Provinsi Papua sesuai data siskohat per hari ini (kemarin-red) sebanyak 18.062 jamaah.

Dikatakan, pihaknya hanya melaksanakan pemberangkatan ibadah haji reguler. Sedangkan untuk pemberangkatan haji plus ditangani agen travel yang terdaftar oleh Kementerian Agama.

Lanjut dia, Kemenag juga selalu mengupdate jumlah calon jamaah haji melalui Sistem Komputerisasi Haji Terpadu. Jika calon jamaah haji membayar uang daftar sebesar Rp25 juta perorang di bank, bukti pembayaran akan diupdate Kantor Kementerian Agama, sehingga nomor porsi akan keluar untuk menjadi daftar tunggu.

“Jadi, nomor porsinya yang menentukan berapa lama harus menunggu. Tidak serta merta daftar sekarang langsung berangkat ikut haji,” tutur Utler.

Saat ini, yang masuk qouta daftar tunggu naik haji sementara masih mengurus password.  Nantinya mereka akan dibekali manasik tentang apa yang harus dilakukan selama ibadah haji.

“Manasik akan dilakukan di kabupaten, di Kantor Kementerian Agama dan di kecamatan masing-masing. Manasik dilakukan selama tujuh kali yang mana lima kali dilakukan di KUA dan dua kali di kantor Kemenag,” katanya.

Dikemukakan, secara nasional Pemerintah

Arab Saudi sebelumnya telah mengurangi 20 persen untuk quota tetapi sekarang sudah dikembalikan menjadi 100 persen. “Awalnya hanya 152.200 jamaah untuk Indonesia sekarang sudah dikembalikan mulai 2017 menjadi 100 persen jadi sudah 221.000 jamaah,” paparnya.

Dikatakan, untuk penentuan misalnya di Provinsi Papua 1 berbanding 1.000 dan itu merupakan keputusan Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerjasama Negara Islam (KTT HOKI). Quota regular itu dibagi habis keseluruh provinsi.

Quota setiap tahun di Papua 1.090 orang dan akan dibagi lagi untuk kabupaten-kabupaten. “Kalau waiting list untuk Kabupaten Mimika sebanyak 3.905 jamaah,” jelasnya. (san)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *