Kunjungan Menkes ke RSUD Mimika Terhenti di Poliklinik

TIMIKA, TimeX Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F. Moeloek dalam agenda kunjungannya ke RSUD Mimika Kamis siang kemarin berlangsung singkat.

KUNJUNGAN-Menkes Nila Moeloek saat mengunjungi RSUD Mimika, Kamis.

Satu Balita Gizi Buruk Rujukan dari Asmat Tidak Disambangi

TIMIKA, TimeX

Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F. Moeloek dalam agenda kunjungannya ke RSUD Mimika Kamis siang kemarin berlangsung singkat.

Didampingi sejumlah pejabat teras Kemenkes seperti Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Usmin Sumantri, Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Oscar, Dirjen Farmalkes Eko Parlin dan Kepala Pusat 3 Litbang Linda Sitanggang, rombongan Menkes hanya memantau poliklinik pelayanan RSUD Mimika.

Namun, suasana sepi yang terlihat di poliklinik waktu itu, sehingga Menkes bersama rombongan memutuskan kembali Hotel Horison Ultima Timika usai kunjungan utama dari Kabupaten Asmat
Disela-sela kunjungannya ke RSUD, Menkes menaruh simpatik dengan mengatakan, bangga ya punya rumah sakit seluas ini,” tutur Nila didampingi Direktur RSUD Mimika, dr. Evelyn Pasaribu dan juga Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Aloysius Giyai.

Bahkan dalam lawatannya ke RSUD, Menkes Nila tidak sempat melihat salah satu balita gizi buruk karena penyakit TB yang sementara di rawat di RSUD Mimika setelah di rujuk dari Asmat beberapa waktu lalu.

Menkes pun tidak melihat langsung aktivitas layanan di ruang-ruang perawatan RSUD Mimika, dan juga tidak menanyakan kualitas pelayanan di RSUD Mimika yang baru saja menerima penghargaan dari Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS).

Kepada watawan, ia pun mengakui penyakit malaria masih menjadi momok di lima provinsi di Indonesia Timur termasuk Papua.

Bahkan berdasarkan data RSUD yang diterimanya, terkonfirmasi dari kunjungan pasien RSUD Mimika sepanjang tahun 2017 masih didominasi kasus malaria.

“Kota Ternate sudah mulai bagus. Tapi kita terus berupaya melalui program eliminasi malaria yang terus berjalan,” jelas Nila.

Kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Aloysius Giyai menambahkan, aspek kesehatan masih menjadi salah satu faktor penting dari adanya asumsi terjadinya genosida Orang Asli Papua (OAP).

Asumsi yang kian subur ini menyatakan tidak sedikit OAP yang meninggal dunia karena penyakit AIDS, TB dan Malaria atau disingkat ATM.

“Tiga penyakit ini endemik di Kabupaten Mimika. Faktor lainnya karena persepsi sosial budaya OAP yang keliru tentang konsep sakit. Muntah darah baru ingat petugas kesehatan dan rumah sakit. Ini menyebabkan orang Papua banyak yang mati sia-sia, selain permasalahan komplek lainnya” jelas Aloysius. (san)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *