Menkes Kagum dengan Fasilitas di Puskesmas Timika

FOTO BERSAMA-Menteri Kesehatan Nila F Moeloek beserta romobongannya dan Sekda Mimika, Ausilius You serta Kepala Puskesmas Timika Maria Yosinta Rahangiar dan seluruh pegawai puskesmas foto bersama di halaman Puksesmas Timika, Jumat (21/1). (Foto : Shanty/TimeX)

TIMIKA,TimeX

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek merasa kagun dengan kelengkapan fasilitas di Puskesmas Timika, saat melakukan kunjungan di puskesmas tersebut, Jumat (21/1).

“karena ini puskesmas di kota jadi bagus, fasilitasnya cukup lengkap. Memang itulah perbedaan puskesmas di kota dan kampung-kampung, kita upayakan mengatasi perbedaan ini agar pelayanan di kota dan pedalaman bisa berjalan dengan maksimal,” ungkap Menkes.

Ia mengatakan tenaga kesehatan di puskesmas tersebut sudah cukup karena  memiliki 6 dokter, 168 pegawai dilengkapi dengan ruang persalinan serta membawahi dua puskesmas lain sehingga pelayanan bisa dilakukan dengan maksimal. “Jadi sekarang fokus kita pada puskesmas  di daerah terpencil  agar fasilitas dan pelayanan bisa seperti di sini,”ujarnya.

Menkes Nila menjelaskan untuk memaksilam pelayanan kesehatan kepada masyarakat Indonesia, Kemnekes mengalokasikan Biaya Operasional Kesehatan (BOK) setiap tiga bulan.

“Sebelumnya dana BOK ini akan keluar jika ada laporan yang masuk, tetapi sekarang Kemenkes minta BOK dikeluarkan setiap tiga bulan,” kata Nila.

Pada kesempatan itu, dia juga berpesan kepada petugas Puskesmas Timika untuk mencatat semua pengeluaran vaksin dan ada waktu pengeluarannya yakni setiap pagi dan siang hari. Vaksin juga harus disimpan dalam box dengan temperature 52,2 derajat.

“Kami masih akan menyalurkan 63 persen box vaksin ke puskesmas-puskesmas yang belum mendapatkannya supaya penyimpanan vaksin bisa aman,” kata dia.

Menkes bersama rombongan dan didamping Sekretaris Daerah (Sekda) Mimika, Ausilius You, S.Pd,MM,MH saat tiba di Puskesmas Timika disambut langsung oleh Kepala Puskesmas Maria Yosinta Rahangiar dengan mengalungkan tas noken kepada Menkes.

Bersama rombongan ia meninjau semua ruangan mulai dari ruangan poli klinik, KIA, UGD, ruang lansia, ruang bersalin, ruang rawat inap, poli anak dan ruang farmasi.

Pada kesempatan tersebut, Menkes Nila pertanyakan banyak hal termask jumlah ibu yang melahirkan di puskesmas tersebut dan mayoritasnya orang asli  Papua atau pendatang.

Menjawab itu hal itu Kepala Puskesmas Timika, Maria Yosinta Rahangiar mengatakan dalam sebulan sebanyak 30 orang ibu melahirkan yang merupakan orang asli Papua dan non Papua. Setiap ibu hamil juga selalu diberikan makanan tambahan.

“Dulunya tidak terlalu banyak OAP karena ada mitra, tapi sekarang hampir semua OAP berobat di Puskesmas Timika,” tutur Maria.

Maria juga menjelaskan selama ini karena dana BOK diturunkan setiap akhir tahun sehingga cukup menghambat pelayanan. Untung saja ada dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang bisa membiayai kegiatan di puskesmas.

“Dana JKN yang kami terima Rp600 juta dibagi untuk tiga puskesmas yaitu dua puskesmas pemekaran dan Puskesmas Timika sebagai induknya. Dana Rp600 juta itu untuk 6 ribuan peserta. Setiap peserta setiap kali berobat hanya dibebani sebesar Rp6 ribu,” jelas Rahangiar.

Dia juga menjelasan untuk cakupan imunisasi diwilayah Puskesmas Timika masih aman karena pihaknya mempunyai progam jika ada yang tidak datang di posyandu maka petugas kesehatan akan melakukan kunjungan ke rumah-rumah.

Cakupan imunisasi di puskesmas tersebut, lanjut dia sudah berjalan 86 persen dan pada tahun ini ia memastikan bisa tercapai 100 persen.

Sementara itu yang menjadi kendala yang dihadapi saat ini, kata Yosinta kekurangan stok obat rujukan karena pasien rujukan bukan hanya dari puskesmas yang ada di wilayah Puskesmas Timika tapi semua puskesmas yang ada di Kabupaten Mimika. “Kami harap pengadaan obat setiap bulan itu cepat,” harapnya. (san)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.