Pelayanan Beras ke Kabupaten Puncak Dihentikan Sementara

TIMIKA ,TimeX Pelayanan beras bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Puncak dihentikan sementara sejak Januari 2018 oleh Perusahaan Daerah (PD) Irian Bhakti.

Wellem Karinda

TIMIKA ,TimeX

Pelayanan beras bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Puncak dihentikan sementara sejak Januari 2018 oleh Perusahaan Daerah (PD) Irian Bhakti.

Dimana PD Irian Bhakti yang menangani penyaluran beras jatah untuk ASN di Kabupaten Puncak dan sejumlah Distrik di Kabupaten Mimika, hingga kini belum menerima kontrak baru terkait kerja sama antara PD Irian Bhakti dengan Pemerintah Provinsi Papua.

 

Demikian diutarakan Kepala Cabang  PD Irian Bakti, Wellem R. Karinda kepada Timika eXpress saat di temui di ruang kerjanya, Senin (29/1).

 

“Saat ini penyaluran beras jatah kami hentikan dulu karena belum ada tender,  juga belum ada kontrak dari Pemprov. Ini bukan hanya Kabupaten Puncak, beberapa distrik di Kabupaten Mimika yaitu Distrik Tembagapura, Jila, Jita, Mimika Timur dan Mimika Barat belum kami saluran dan masih menunggu. Belum tahu sampai kapan,” ujar Wellem.

 

Lanjut dia, memang hingga saat ini pihaknya masih melakukan pelayan beras ke Kabupaten Puncak akan tetapi beras yang ada merupakan stock dari tahun2017.

 

“Saat ini kami hanya habiskan stock yang ada, dan sudah 99 persen pendistribusianya,”ungkap Wellem.

Dijelaskannya, stok beras yang didistribusikan sepanjang tahun 2017  untuk  Kabupaten Puncak sebanyak  208,520 kilogram,  sedangkan untuk Kabupaten Mimika sebanyak 213,400 kilogram pertahun.

 

Diakui Karinda, transportasi merupakan salah satu kendala dalam penyaluran beras ke daerah pedalaman dan pesisir.

“Transportasi yang kami pakai untuk pengiriman selalu melalui udara dan laut, di mana semua itu mempunyai resiko karena lewat laut harus memakai kapal dan udara harus menggunakan pesawat,” terangnya.

Meski terkendala, namun menurut Karinda, penyaluran beras dapat terlaksana dengan baik.

“Semua dapat terlaksana dengan baik, karena merupakan tanggung jawab perusahaan kami sebagai penyalur beras jatah bagi ASN. Ya, kalau cuaca bagus setiap harinya kami bisa distribusi beras ke Puncak empat sampai lima kali flight (penerbangan), tetapi kalau cuaca buruk hanya satu flight dalam sehari. Jadi tergantung cuaca sih,” terangnya.

 

Dari kondisi ini, ia berharap agar kontrak kerja segera dikeluarkan provinsi, sehingga pelayan beras ke Kabupaten Puncak bisa kembali berjalan normal.

 

“Ya kami harap kontrak dari pemda Provinsi  bisa secepatnya ada, agar kami bisa lagi melayani jatah beras ASN yang ada di puncak,” tandasnya. (a30)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.