Saksikan Gerhana Bulan Total Malam Ini

“Termasuk kita di Timika jangan sampai melewatkan momen yang terjadi malam nanti,” ungkap Ardy Onda Sipatu, Forecaster On Duty Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikas (BMKG) Mimika kepada Timika Express di ruang kerjanya, Selasa (30/1).

Gerhana Bulan

TIMIKA,TimeX
Fenomena gerhana bulan total yang baru terjadi setelah 152 tahun silam, atau jarang sekali terjadi ini bisa disaksikan di seluruh wilayah Indonesia.
“Termasuk kita di Timika jangan sampai melewatkan momen yang terjadi malam nanti,” ungkap Ardy Onda Sipatu, Forecaster On Duty Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikas (BMKG) Mimika kepada Timika Express di ruang kerjanya, Selasa (30/1).
Menurutnya, warga masyarakat Mimika dapat menyaksikan momen gerhana bulan total hari ini, Rabu (31/1)
“Gerhana bulan total untuk wilayah Indonesia Bagian Timur di akhir Bulan Januari bisa disaksikan mulai (P1) pukul 19:49,7’ WIT dan bisa lihat gerhana parsial, dan pukul 22:29,8’ adalah puncaknya (gerhana bulan total),” terangnya.
Ia menjelaskan, gerhana bulan total tersebut terjadi saat bumi berada anatara bulan dan matahari. Ketika itu permukaan bulan disinari oleh cahaya matahari dan semua orang pun dapat mengamati seluruh permukaan bulan yang menghadap ke bumi.
Ardy juga mengatakan terkadang bumi itu menutupi bulan, sehingga cahaya matahari tidak bisa ke bulan. Oleh karena itu, terjadilah gerhana.
“Nantinya akan terlihat cahaya bulan yang semakin merah karena adanya pembauran atmosfer bumi,” kata dia.
Lebih lanjut katanya, setelah fase gerhana akan beralih ke gerhana sebagian (U1), ini mulai pukul 20:48,1 WIT, kemudian masuk gerhana total (U2) terjadi pukul 21:51,4 WIT, menyusul masuk puncak gerhana pukul 22:29,8 WIT.
Masih Ardy, setelah gerhana total berakhir (U3) pukul 23:08,2 WIT, masih ada fase gerhana (U4) pukul 00.11,5 WIT dan akan berakhir pukul 01:09,9.
Hanya saja dari perubaan fase gerhana tersebut, untuk wilayah langit Mimika kemungkinan bisa dilihat namun kurang sempurna karena posisinya lebih berat ke bagian barat Indonesia.
Adapun durasi total untuk bisa melihat gerhana bulan total di akhir Januari 2018 selama kurang lebih 1 jam 16 menit dan 8 detik.
“Untuk kita di Indonesia dapat menikmati gerhana bulan total adalah Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTB, NTT, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.
Perlu diketahui, menurut Ardy, proses gerhana bulan total kali ini sangat istimewa. Tidak hanya gerhana tetapi juga bisa menyaksikan fullmoon dan supermoon.
“ Gerhana bulan ini sangat istimewa, karena fullmoon, supermoon, dan eclips terjadi secara bersama-sama. Memang jarang sekali terjadi. Dengan demikian, pada tanggal 31 Januari 2018 kita bisa melihat bulan yang nampak lebih terang juga lebih besar daripada biasanya,” ungkap Ardy.
Dari fenomena gerhana bulan total, lanjut Ardy ini tidak berbahaya dan beresiko terhadap penglihatan.
“Biasanya beberapa hari sebelum fase gerhana ini, awan cenderung menebal, namun potensi hujan rendah, dan pada saat gerhana nanti kemungkinan awan menebal pada malam hari,” katanya. (a26)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.