Buang Sampah Sembarangan, Izin Usaha Perusahaan Dicabut

 

TIMIKA, TimeX Pemerintah Kabupaten Mimika, mengancam akan mencabut izin usaha perusahaan atau pengusaha yang terbukti membuang sampah sembarangan

PANTAU-Kepala DLH Mimika, Limi Mokodompit bersama stafnya, Febi saat memantau TPS di bilangan Hasanuddin, pertengahan Januari lalu.

TIMIKA, TimeX

Pemerintah Kabupaten Mimika, mengancam akan mencabut izin usaha perusahaan atau pengusaha yang terbukti membuang sampah sembarangan.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Mimika Lopianus Faukubun pada pertemuan terkait penanganan sampah di Kantor Bappeda Kamis pekan lalu.

Mantan Asisten III Setda  Mimika mengatakan sikap tegas ini menyusul pengelolaan sampah di Mimika telah diatur secara tegas melalui Perda Nomor 11 Tahun 2012.
“Kita mau tegakan aturan agar penanganan sampah benar-benar maksimal. Dalam Perda sudah diatur sanksi bagi perusahaan yang melanggar aturan buang sampah sembarangan maka akan jalani pidana kurungan selama tiga bulan ditambah denda Rp25 juta. Kalau memang ada pengusaha, klinik, toko yang langgar Perda ini maka kita cabut izin usahanya,” tegasnya.

Lebih lanjut kata Lopianus, pengusaha di Timika wajib membuang sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) bukan di Tempat Pembuangan Sementara (TPS), sebab volume sampah yang dihasilkan dari TPS sangat banyak.
Adapun persoalan pengelolaan sampah di Kota Timika menjadi tanggung jawab seluruh komponen termasuk masyarakat Mimika, bukan semata-mata jadi tanggung jawab Pemda melalui Dinas Lingkungan Hidup.
Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Mimika Limi Mokodompit mengatakan perhatian khusus terhadap tempat-tempat usaha karena merupakan penghasil sampah terbesar di Kota Timika.

Ini menyasar lokasi-lokasi usaha tang terkonsentrasi di Distrik Mimika Baru dan Distrik Wania, seperti di Jalan Hasanuddin, eks Pasar Swadaya, Jalan Budi Utomo dan kawasan Timika Indah.
“Kita masih temukan pelaku usaha katering, perhotelan, toko, perusahaan di bidang jasa yang masih buang smapah di TPS. Padahal sudah ada aturan, untuk usaha dengan produksi sampah diatas 1 meter kubik harus langsung dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Iwaka. Kebiasaan ini masih terjadi sebab Perda Nomor 11 Tahun 2012 tentang pengelolaan sampah di Kota Timika, sejauh ini belum berjalan efektif. Dengan adanya kesepakatan bersama kita mau tertibkan,” tegasnya.

Ia menambahkan, ke depannya, baik badan usaha, perkantoran wajib menyediakan TPS dan punya armada angkut sampah dalam rangka mendukung penanganan sampah.

“Kami akan undang dan sosialisasikan ke perusahaan dan organisasi swasta terkait Perda sampah,” ujarnya.
Untuk diketahui, petugas pembersih dan pengangkut sampah di Timika hanya akan mengangkut sampah pada 10 Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yaitu di Kantor Bupati Mimika, Timika Jaya (SP2), Karang Senang (SP3), Jalan C Heatubun Kwamki Baru, Jalan Sosial, Pasar Sentral, Kompleks Djayanti Sempan, Irigasi, Wonosari Jaya (SP4) dan Kamoro Jaya (SP1).
“Di 10 TPS itu nanti kita tempatkan papan nama dan tempatkan petugas agar mengarahkan warga untuk membuang sampah pada tempat-tempat yang telah disediakan sesuai dengan jam-jam yang sudah ditentukan,” kata Limi.
Pemkab Mimika kini mulai fokus menata sampah dan lingkungan di Kota Timika dengan menargetkan akan meraih piagam Adipura pada 2019.
Penataan sampah dan lingkungan di Kota Timika juga dalam rangka mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX tahun 2020 yang dilaksanakan di Provinsi Papua, dimana Kota Timika termasuk salah satu kota penyelenggara hajatan akbar PON 20.

RSMM Gunakan Standar Internasional

Sementara itu, terkait penanganan sampah medis, pihak Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) oleh Yayasan Caritas Timika Papua (YCTP) menggunakan peralatan berstandar internasional.

Pihak RSMM memastikan tidak pernah membuang sampah medis sembarangan, sebab pengelolaan sampah dan limbah medis setiap harinya menggunakan sisten peralatan serba modern, yang mana belum digunakan oleh rumah sakit lain di Papua.

Kepala Bagian Humas RSMM, Elfinus Omaleng saat ditemui Timika eXpress, Senin (5/2) mengatakan pengelolaan sampah dan limbah medis tidak tercecer karena ditangani secara baik.

“Kami punya alat ini Rumah Sakit SOS Tembagapura juga belum gunakan. Setiap hari petugas stand by. Petugas juga pisahkan antara sampah medis dan non medis. Khusus sampah medis dihancurkan terlebih dahulu setelah itu dimusnahkan dengan cara dibakar dalam sebuah mesin. Abu dari sampah medis dikirim ke Solo,” katanya Elfinus tanpa menjelaskan lebih detail.

Menjawab pernyataan Kepala DLH, Limi Mokodompit bahwa maish ditemukannya sampah medis di lokasi TPA di Iwaka, maka saran Elfinus, DLH harus berkoordinasi dengan Dinkes Mimika untuk mengawasi secara ketat ke sarana-sarana kesehatan yang ada di Mimika guna memastikan penanganan dan pengelolaan sampah medis. (zuk)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.