Imigrasi Tembagapura Segera Bentuk Wasdakin

TIMIKA, TimeX Kantor Imigrasi Kelas II Tembagapura dalam waktu dekat akan membentuk Tim Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakin) di tingkat distrik (kecamatan) guna memudahkan pengawasan terhadap orang asing di Mimika.

Jesaja Samuel Enock

TIMIKA, TimeX

Kantor Imigrasi Kelas II Tembagapura dalam waktu dekat akan membentuk Tim Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakin) di tingkat distrik (kecamatan) guna memudahkan pengawasan terhadap orang asing di Mimika.

“Kami akan bentuk dulu di distrik-distrik terdekat Kota Timika seperti Distrik Mimika Timur, Kuala Kencana dan Mimika Baru,” kata Kepala Kantor Imigrasi Tembagapura Jesaja Samuel Enock di Timika, Senin.

Menurut dia, pembentukan tim wasdakin di tingkat distrik sangat penting guna membantu dan memudahkan pengawasan aktivitas orang asing yang bekerja di wilayah terpencil yang jauh dari kota.

Tim wasdakin tingkat distrik itu nantinya akan melibatkan unsur pimpinan TNI, Polri, aparat distrik, kelurahan dan kampung.

“Untuk distrik-distrik terjauh dari Timika, akan dibentuk kemudian sebab tidak tertutup kemungkinan di tempat-tempat yang jauh itu ada juga orang asing yang melakukan aktivitas secara diam-diam,” kata Jesaja.

Beberapa waktu lalu pihak Imigrasi Tembagapura sempat melakukan sidak ke lokasi perusahaan pengelola tambang pasir besi di Kampung Pronggo, Distrik Mimika Barat Tengah.

Saat itu, petugas Imigrasi Tembagapura hanya menemukan satu warga negara Tiongkok yang bekerja di lokasi itu tanpa dokumen keimigrasian.

Pascakejadian itu, pihak perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja asing asal Tiongkok di Pronggo sudah mengurus dokumen keimigrasian para pekerja asingnya seperti paspor, izin tinggal tetap, Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) yang dikeluarkan Dinas Tenaga Kerja dan lainnya.

“Sekarang perusahaan itu masih beraktivitas, tetapi tenaga asing yang mereka pekerjakan semua dokumennya lengkap,” jelas Jesaja.

Hingga Februari ini, belum ada kasus pelanggaran keimigrasian yang melibatkan warga negara asing ditangani oleh pihak Imigrasi Tembagapura.

Sementara pada 2017, pihak Imigrasi Tembagapura mendeportasi sejumlah warga negara asing karena diduga melakukan pelanggaran keimigrasian, diantaranya yaitu satu warga negara Tiongkok dan dua warga negara Perancis yang berprofesi sebagai wartawan.

Angka itu menurun sangat signifikan dibanding tahun 2016 dimana pihak Imigrasi Tembagapura mendeportasi sebanyak 22 warga negara asing yang diduga melakukan pelanggaran keimigrasian. (aro/an)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *