Jangan Takut Beritakan Injil

TIMIKA,TimeX  Gereja Kristen Injili (GKI) Viadolorosa merayakan Hari Ulang Tahun  (HUT)  Pekabaran Injil di Tanah Papua ke 163. Perayaan yang diawali dengan ibadah tersebut mengusung tema ‘Datanglah Kerjaanmu’ yang diambil dalam Kitab Matius 6:10 a  dan sub tema, ‘jadikan Tanah Papua sebagai pusat pemberitaan Injil yang memberi kehidupan kasih dan damai sejahtera’.

IBADAH-Suasana ibadah dalam rangka merayakan HUT Pekabaran Injil ke-163 di Tanah Papua di GKI Viadolorosa, Senin (5/2).

TIMIKA,TimeX

 Gereja Kristen Injili (GKI) Viadolorosa merayakan Hari Ulang Tahun  (HUT)  Pekabaran Injil di Tanah Papua ke 163. Perayaan yang diawali dengan ibadah tersebut mengusung tema ‘Datanglah Kerjaanmu’ yang diambil dalam Kitab Matius 6:10 a  dan sub tema, ‘jadikan Tanah Papua sebagai pusat pemberitaan Injil yang memberi kehidupan kasih dan damai sejahtera’.

 

Dalam renungan firman Tuhan yang diambil dari kitab  Wahyu 2:12-17, pemimpin ibadah Pdt  Julanda Sopaheluwakan, SAG mengajak seluruh jemaat untuk tidak takut dalam memberitakan injil.

“Dimanapun orang Kristen itu berada, jangan mudah jatuh  dalam godaan ajaran-ajaran sesat. Memang orang yang percaya Yesus  akan dimusuhi oleh orang Kristen lain yang hanya memegang simbol Kristiani saja. Tapi jika kita jangan takut memberitakan kebenaran,” ujar Julanda.

 

Ia mengatakan apabila suatu tempat yang sangat gelap tentu sangat membutuhkan terang, sehingga sangat diharapkan orang-orang Kristen dapat menjalankan visi Kristus yaitu menjadi terang bagi sesama.

 

“Apabilah engkau berada di tengah lingkungan yang bukan orang-orang yang mengenal yesus, jangan takut memberitakan Injil. Sebab kalian adalah  Ottow dan Geissler masa kini. Memang dahulu kamu adalah gelap tetapi sekarang kamu adalah terang ,”kata dia.

 

Pada kesempatan itu Julanda menceritakan sejarah singkat Injil masuk di Tanah Papua, dimana pada 05 January 1855 Ottow dan Geissler tiba dengan Kapal Ternate di Mansinam pada pagi hari jam 6. Pemberitaan kebenaran Injil terus dilakukan hingga pada 9 November Ottow meningal dunia di Mansinam dan pada 11 juni 1870 Geisslerpun meninggal di Siegen Jerman

 

“Saat mereka menginjak kaki di Tanah Papua  mereka langsung berlutut dan mengikrarkan doa  didalam nama Tuhan kami injak tanah ini”, jelas Julanda

 

Landasan masuknya terbentuk GKI di Tanah Papua (Mansinam 1855), lanjut dia merupakan anugrah Allah yang tak terhingga. Dulunya Papua gelap kini menjadi terang , dulunya tidak beradap kini menjadi beradap. Semua ini tidak lepas dari kerja keras dua rasul Papua Ottow dan Geissler

 

“Atas tuntunan roh kudus, sebagai motivator  Ilahi mereka membawa injil masuk di Bumi Cenderawasi, sebagai wujud inplementasi amanat agung Yesus Kristus  yang tertulis dalam kitab Matius 28:19-20, bahwa injil adalah kekuatan Allah  yang menyelamatkan manusia,” terangnya

 

Dikatakan Julanda Injil merupakan kebutuhan primer yang wajib ditanamkan dalam segenap hidup orang Papua. “Apapun alasannya susah ataupun senang, injil tetap diberitakan. Suka maupun tidak suka orang Papua harus menerimanya,” pesan Julanda. (a30)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *