Kelompok Peternak Binaan Disnak Semakin Berkembang

TIMIKA,TimeX Sejumlah kelompok peternak binaan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika semakin berkembang.

Yosefin Sampelino

TIMIKA,TimeX

Sejumlah kelompok peternak binaan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika semakin berkembang.

“Kelompok peternak babi, sapi dan ayam petelur binaan kami sudah semakin berkembang karena kami selalu bekali mereka dengan maksimal,” ungkap Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika, Ir. Yosefin Sampelino saat ditemui Timika eXpress di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.

Ia mengungkapkan khusus untuk peternak ayam petelur Disnak sudah membina 80 kelompok dan perkembangannya sangat bagus karena sudah ada perhimpunan-perhimpunan.

Kelompok-kelompok ternak ini juga berhasil memproduksi telur dengan jumlah yang sangat banyak dan mencukupi kebutuhan masyarakat Mimika, sehingga pemerintah sudah tidak lagi memasok telur lokal dari luar Timika.

“Telur ayam lokal sudah melimpah jadi tidak perlu lagi didatangkan dari luar,” ujar Yosefin.

Hanya saja, lanjut Yosefin saat ini  permintaan telur mengalami penurunan sejak terjadinya persoalan di PTFI, namun hal itu tidak mematahkan semangat usaha kelompok-kelompok peternak ayam petelur. “Namanya dunia usaha memang begitu kadang diatas kadang juga dibawah. Tapi kami bersyukur karena kelompok ternak ayam petelur tetap bertahan dan terus berusaha,” tuturnya.

Dia menambahkan saat ini pihaknya berencana membuka lokasi pengembangan dan pemeliharaan ternak babi bagi warga Mimika, agar warga tidak lagi memelihara ternak di halaman rumah.

“Kota ini kan terus berkembang. Suatu saat kalau program kota baru sudah jadi, seharusnya warga tidak lagi pelihara ternak babi didalam wilayah kota, tapi harus diwilayah pinggiran kota,” tuturnya.

Ia menjelaskan pemerintah tidak melakukan diskriminasi kepada peternak babi, hanya saja ingin menertibkan kawasan pemeliharaan ternak, sehingga wilayah kota atau pemukiman warga tidak lagi djadikan sebagai tempat memelihara ternak.

“Ini pastinya akan kita sosialisasikan kepada warga khususnya peternak babi. Pasti butuh proses untuk bisa sampai kepada tujuan kita,” kata Yosefin . (san/zuk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *