Ketua HPKT:Tahun Ini Tidak Ada Safari Imlek

TIMIKA,TimeX Perayaan tahun baru Imlek merupakan salah satu hari besar yang dirayakan oleh kaum Tionghoa. Adapun ciri khas dari tradisi ini, yakni makan bersama, amplop merah (angpao) hingga safari Imlek. Namun, untuk perayaan tahun baru Imlek di Kabupaten Mimika tahun ini tidak dilakukan safari Imlek sebagaimana tahun sebelumnya karena ada hal penting yang menjadi indikator pemersatu warga Imlek di Timika.

Ketua Himpunan Peduli Kasih Tionghoa (HPKT) Rusli Gunawan (kanan) dan Penasehat HPKT, Somali Tan

TIMIKA,TimeX

Perayaan tahun baru Imlek merupakan salah satu hari besar yang dirayakan oleh kaum Tionghoa. Adapun ciri khas dari tradisi ini, yakni makan bersama, amplop merah (angpao) hingga safari Imlek.

Namun, untuk perayaan tahun baru Imlek di Kabupaten Mimika tahun ini tidak dilakukan safari Imlek sebagaimana tahun sebelumnya karena ada hal penting yang menjadi indikator pemersatu warga Imlek di Timika.

Kebersamaan yang menjadi pemersatu merupakan fokus perayaan Imlek bagi sesama warga Tionghoa di Timika.

“Kumpul bersama sebagai makna membawa hoki, kemakmuran, dan kesuksesan adalah hal penting. Ini karena kami lihat kebersamaan antarsesama warga Tionghoa di Timika mulai kendur. Kami tidak laksanakan safari Imlek, tapi hanya kumpul bersama di Aula SD Shining Star”.

Demikian diungkapkan Ketua Himpunan Peduli Kasih Tionghoa (HPKT), Rusli Gunawan saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (6/2).

Kumpul bersama pada momen Imlek tanggal 16 Februari pekan depan fokus pada konsolidasi (memperkuat dan memperteguh) warga Tionghoa dari situasi internal di HPKT Mimika.

Konsolidasi ini menurut Gunawan telah direncakan sejak lama, dengan tujuan untuk meningkatkan kebersamaan sesama warga Tionghoa.

“Karena selama ini saya amati rasa kebersamaan mulai kurang. Ini jadi persoalan internal HPKT. Selama ini saya lihat kalau ada warga kami yang berduka, sudah jarang warga Tionghoa datang melayat, mungkin karena kesibukan atau hal lainnya, ini yang nanti kami sharing.

Leibh lanjut kata dia, makanya tahun ini ditiadakan safari Imlek, melainkan hanya kumpul bersama untuk memberikan pemahaman kebersamaan dari makna Imlek sesungguhnya,” jelas pria murah senyum ini.

Hal senada juga diungkapkan Penasehat HPKT, Somali Tan.

Owner dari Hotel Horison Ultima Timika berharap adanya kesadaran lebih warga Tionghoa memaknai kebersamaan di tanah rantau.

“Tahun ini kita rayakan Imlek  secara internal membicarakan soliditas kebersamaan warga Tionghoa di Timika ke depan, dan juga peran serta tanggung jawab dalam mendukung pembangunan daerah,”  tutup Somali. (a30)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.