Harga Sayuran di Pasaran Melambung

TIMIKA,TimeX Harga sejumlah sayuran di Pasar Sentral, Eks Swadaya maupun Gorong-gorong terus melambung. Melonjaknya harga sayur belakangan ini diduga akibat cuaca buruk.

LAYANI – Atikah, pedang sayuran di Pasar Sentral sementara melayani pembeli pada Selasa (6/2).

TIMIKA,TimeX

Harga sejumlah sayuran di Pasar Sentral, Eks Swadaya maupun Gorong-gorong terus melambung. Melonjaknya harga sayur belakangan ini diduga akibat cuaca buruk.

Ratih, salah seorang pedagang sayuran di Pasar Eks Swadaya saat ditemui Timika eXpress di tempat usahanya pada Selasa (6/2) menuturkan bahwa memang sudah beberapa minggu ini harga sayuran di pasaran merangkak naik.

Ratih mengakui naiknya harga juga sudah dari tangan petani sehingga ikut pengaruh pedagang jual kembali mematok harga tinggi supaya bisa dapat untung.

“Saya ambil sayur langsung di petani di SP dan karena harga yang diberikan petani perkilonya Rp25 ribu untuk sayur sawi. Jadi saya jual kembali lagi juga mahal. Satu ikat sayur lima ribu pun isinya sedikit. Dan yang isinya lebih banyak harganya saya kasih sepuluh ribu,” tutur Ratih.

Sayuran yang Ratih jual semuanya langsung diambil dari petani lokal bukan didatangkan dari luar Timika.

Naiknya harga sayur juga dibenarkan Atikah.  Pedagang sayur di Pasar Sentral ini menuturkan beberapa minggu ini harga sayuran melambung tinggi. Mahalnya harga ini membuat dirinya bingung mau jual berapa.

Ia menyebutkan untuk sayur dijual seharga lima ribu pasti isinya hanya sedikit dan jika dijual seharga sepuluh ribu pun tidak terlalu banyak.

“Stok sayuran memang ada hanya saja harga yang diberikan mahal. Banyak juga keluhan dari pembeli tapi saya juga tidak bisa kasih murah dan isinya banyak karena saya beli juga harganya mahal,” kata Atikah.

Dampak dari itu Atikah mengaku  membuat penjualan sepi dari pengunjung bahkan jika sisa harus dibawa pulang lagi.

Sri, pedagang Pasar Gorong-gorong juga mengatakan hal serupa. Walau pun demikian lanjut Sri pembeli terpaksa tetap beli memang sudah menjadi kebutuhan.

“Pembeli sih tidak sepi mereka mengeluh tapi mau tidak mau mereka tetap ambil karena mahalnya harga sayur bukan hanya di sini saja tapi di pasar lain juga sama,” ungkapnya. (san)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.