25 Wisudawan Politeknik Amamapare Raih Cum Laude

Foto : Shanty/TimeX
FOTO BERSAMA-Sebanyak 63 wisudawan Politeknik Amamapare foto bersama usai acara wisuda di Hotel Horison Ultima Timika, Senin (19/2).

TIMIKA, TimeX

Sebanyak 63 mahasiswa Politeknik Amamapare angkatan ke VII tahun akademik 2017/2018 diwisuda di Hotel Horison Ultima Timika, Senin (19/2).

Sebanyak 23 dari 63 wisudawan tersebut berhasil meraih predikat cum laude, dan satu diantaranya bernama Rado Boy Yohanes Pandopotan dari teknik mesin berhasil meraih Ipk tertinggi 3,82.

Mahasiswa-mahasiswi yang diwisuda itu dari jurusan teknik mesin sebanyak 20 orang, listrik elektor 21 orang, tekni pertambangan 11 orang dan teknik sipil 11 orang.

Wisudawan yang mendapatkan peredikat cum laude dari teknik mesin sebanyak 9 orang, 15 orang dari teknik listrik elektro dan 1 orang dari teknik pertambangan.

Direktur Politeknik Amamapare Timika, Herman Dumatubun dalam sambutannya pada acara wisuda tersebut mengatakan, seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi serta globalisasi, pendidikan tinggi harus mampu memajukan bangsa seperti diamanatkan dalam visi misi Politeknik Amamapare Timika.

“Visi dan misi kami menjadi suatu institusi yang unggul dan terdepan dalam pendidikan inovatif terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan yang berkualitas kami sediakan dalam setiap jurusan dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat,” kata Herman.

Untuk mewujudkan visi dan misi tersebut, lanjut Herman, pihaknya merangkum dalam sebuah kurikulum menuju pada kualifikasi nasional dan juga standar pendidikan tinggi.

“Kurikulum yang dirancang ini memiliki tiga keunggulan yakni penguasaan bidang keilmuan dan bahasa Jerman serta penguasaan computer,” terangnya.

Herman menambahkan jumlah mahasiswa Politeknik Amamapare Timika seluruhnya sebanyak 313 orang. “Hari ini 63 mahasiswa sudah diwisuda jadi sisa 250 mahasiswa,”  kata Herman.

Sementara itu Kepala Kopertis Wilayah 14 Papua dan Papua Barat, Suriel Mof dalam sambutannya mengatakan beberapa waktu lalu Presiden Jokowi menantang perguruan tinggi membuka progam studi baru yang relevan dengan perkembangan jaman. Hal  ini, kata dia akan sulit bagi perguruan tinggi negeri (PTN) karena ketika mengangkat dosen menjadi PNS berarti mereka bekerja selamanya, dan sulit bagi PTN untuk menutup program studi.

“Kalau bekerja selamanya nanti akan susah untuk tutup progam studi karena kalau ditutup berarti mempensiunkan dosennya. Sementara untuk PTS tidak menjadi masalah, malah memiliki keleluasan yang besar. Tantangan presiden ini justru menjadi lahan emas buat PTS,” terang Mofu. (san)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *