Helmi Ditikam Atas Tuduhan Rebut Lahan Pendulang Emas

Foto: Rina/TimeX
KORBAN-Helmi Teken, korban penikaman saat menjalani perawatan intensif di IGD RSUD Mimika, Selasa malam lalu.

TIMIKA, TimeX             

Nasib naas menimpa seorang pendulang emas tradisional, Helmi Teken (37), pada Selasa (20/2) malam lalu sekitar pukul 20.00 WIT.

Helmi, warga Jalan Yos Sudarso, tepatnya di komplek eks Kantor Dinas Kehutanan ini bersimbah darah setelah ditikam oleh Am (40) di Jalan Busiri jalur 6.

Persoalannya sepeleh, Am yang hanya mendengar kabar bahwa Helmi merebut lahan dulangan emas miliknya, tanpa mengecek kebenaran lantas bertindak anarkis menikam korban.

“Kasusnya sepeleh. korban dituduh merebut lahan pendulangan emas milik pelaku di kawasan pembuangan pasir sisa tambang (tailing) di Cargo Dock-Posrtsite,” jelas. Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Rudi Priyosantoso, SH,SIK kepada Timika eXpress, Rabu (21/2).

Helmi yang saat itu bersimbah darah akibat luka tusuk benda tajam pada paha kiri dan rusuk kiri langsung dilarikan ke RSUD Mimika dan kini masih menjalani perawatan insentif.

AKP Rudi menambahkan, pelaku, warga Jalan Busiri Jalur 6 yang kini telah diamankan dan menjalani pemeriksaan oleh penyidik Satreskrim Polsek Mimika Baru telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Setelah kita amankan, kita periksa dan benar motifnya dugaan rebutan lahan dulang, Am sudah kita tetapkan tersangka,” kata Rudi, Akpol 2009 ini.

Aksi penikaman lanjut Rudi berawal ketika pelaku mendengar kabar bahwa lahan pendulangan miliknya di Portsite telah diambil alih oleh korban. Tanpa memastikan kebenaran terlebih dahulu, pelaku pun mencari korban sampai ke lokasi penggilingan pasir emas Gorong-gorong milik Bapa Raja.

Sebelumnya pelaku mendatangi kediaman Noho Umamit (49), saksi dalam kasus ini.

Pelaku bersama Noho terus mencari korban ke rumahnya, hanya saja korban tidak sedang di rumah.

“Waktu kerumah korban yang mereka ketemu hanya istrinya. Istri korban mengatakan bahwa suaminya sedang keluar ojek. Pelaku bersama rekannya kemudian memilih pulang ke rumah,” jelas Rudi.

Kurang lebih 30 menit berselang, pelaku kembali mendatangi rumah kontrakan Noho di Jalan Busiri Jalur 6. Seketika itu datang korban dan langsung  bertanya, ada hal apa cari saya, tanya korban ketika itu.

Tidak lama berselang antara pelaku dan korban terlibat adu mulut. Pelaku emosi lalu menarik baju korban namun korban sempat melakukan perlawanan.

Pelaku yang semakin tersulut emosi lalu mendorong korban sambil mencabut sebilah pisau dari pinggangnya. Ia kemudian menikam paha korban sehingga korban langsung terjatuh. Setelah terjatuh, pelaku belum puas kembali menikam bagian rusuk kiri korban.

Korban dalam kondisi bersimbah darah, Noho dan Nikson Soda (41) yang sempat menyaksikan kejadian lantas melarikan korban ke ruang instalasi gawat darurat RSUD Mimika untuk mendapatkan perawatan medis.

Sedangkan pelaku saat itu juga mengaku akan langsung menyerahkan diri ke polisi.

Kasat Reskrim pun menyatakan kalau kondisi korban membaik setelah menjalani perawatan. (aro)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.