Putusan Panwas Mimika Tidak Pengaruhi 4 Paslon

 TIMIKA,TimeX Keputusan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) pada sidang musyawarah penyelesaian sengketa Pilkada Mimika dinyatakan tidak mempengaruhi keempat Pasangan Calon (Paslon) yang telah ditetapkan sebagai Calom Bupati dan Calon Wakil Bupati Mimika pada pleno, Minggu (18/2) lalu.

Toni Lehander Agapa

TIMIKA,TimeX

Keputusan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) pada sidang musyawarah penyelesaian sengketa Pilkada Mimika dinyatakan tidak mempengaruhi keempat Pasangan Calon (Paslon) yang telah ditetapkan sebagai Calom Bupati dan Calon Wakil Bupati Mimika pada pleno, Minggu (18/2) lalu.

Sebab, pada sidang sengketa Pilkada di Sekretariat Gakkumdu, di Jalan Yos Sudarso, Senin (5/3), pimpinan sidang Toni Lehander Agapa dalam keterangannya hanya membatalkan keputusan KPU Kabupaten Mimika Nomor 05/HK.03.1-Kpt/9109/KPU-Kab/II/2018 atas nama Eltinus Omaleng S.E.M.H dan Johannes Rettob,S.Sos.,MH., tertanggal 18 Februari 2018.

“Poin kedua dari putusan tersebut yang digaris bawahi adalah pada kalimat atas nama. Jadi tidak mempengaruhi keempat Paslon yang telah dinyatakan Memenuhi Syarat (MS) pada penetapan di Hotel Allison, Sentani-Jayapura, 18 Pebruari silam.

Dengan dasar keputusan ini menunjukan status pasangan Eltinus Omaleng-Johannes Rettob dalam status a quo artinya status Tidak Memenuhi Syarat (TMS) telah dibatalkan atas dasar keputusan Panwas, dan belum dinyatakan Memenuhi Syarat (MS).

Demikian dijelaskan Toni Lehander Agapa kepada wartawan di Sekertariat Panwaslu Mimika, Selasa (6/3).

Ditegaskan pula, dasar keputusan Panwaslu Mimika tidak serta-merta menyatakan pasangan bakal calon OMTOB memenuhi syarat.

“Semuanya nanti kembali ke KPU karena KPU Mimika menjalankan perintah atau diperintahkan oleh Panwas dengan dalil empat putusan tersebut. Jadi statusnya bakal calon OMTOB belum dinyatakan MS atau TMS,” tegasnya.

Diuraikannya, sidang sengketa Pilkada yang diajukan ketiga bakal calon Pilkada Mimika selaku pemohon, dalam keputusannya, Panwas Mimika mengabulkan permohonan pemohon OMTOB untk sebagian.

Keputusan lainnya, meminta KPU Mimika memverifikasi ulang keabsahan ijazah Eltinus Omaleng melalui Laboratorium Forensik (Labfor), dan meminta KPU Mimika untuk melaksanakan sejak keputusan ini dibacakan.

Atas dasar keputusan ini, Toni menghimbau kepada seluruh masyarakat Mimika agar memahami baik dan tidak cepat terpancing dengan isu provokatif terkait sengketa dan tahapan proses Pilkada yang sedang berlangsung.

Demikian pula Kuasa Hukum KPU, Matheus Mamun Sare menyatakan dengan keputusan Panwas Mimika, maka status bakal calon OMTOB adalah a quo, yakni TMS atau MS belum ada keputusannya.

“Status OMTOB adalah a quo dimana mereka tidak boleh disebut MS maupun TMS dulu,” ujarnya kepada wartawan di Jalan Ki Hajar Dewantara, Selasa (6/3).

Pasalnya, keputusan Panwas Mimika membatalkan SK Nomor 05/HK.03.1-Kpt/9109/KPU-Kab/II/2018 tentang penetapan pasangan calon atas nama Eltinus Omaleng–Johannes Rettob, tidak serta merta membatalkan SK Nomor 5 secara  keseluruhan.

“Di SK Penetapan nomor 05 tersebut ada dua diktum, dimana diktum pertama tentang Pasangan MS dan diktum kedua pasangan yang TMS, sehingga dari sisi termohon yang saya pahami adalah khusus status TMS pasangan bakal calon OMTOB yang dibatalkan Panwas, dan tidak berpengaruh dengan paslon maupun bakal calon lainnya,”ujarnya.

“Jelas keputusan dari Panwas adalah meminta KPU Mimika untuk melakukan verifikasi ijazah Eltinus Omaleng melalui Labfor sebelum nanti menetukan status MS atau TMS daribakal calon tersebut,” katanya.

Begitupula dengan pasangan bakal calon Philipus B. Wakerkwa – H. Basri (Philbas), dalam putusan sidang, Panwas Mimika meminta KPU untuk melakukan verifikasi ulang mengenai jumlah dukungan perseorangan karena paket pasangan ini mempermasalahkan form B4.KWK.

Termasuk pasangan bakal calon Maria Kotorok–Yustus Way (Marius) juga mempermasalahkan hasil rekapitulasi dukungan dimana saat rekapitulasi di Eme Neme Yauware hasilnya berbeda dengan saat di Jayapura.

“Semua keputusan panwas sudah jelas dan suka atau tidak suka KPU harus laksanakan untuk tiga balon, baik OMTOB, Philbas dan Marius,” imbuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *