Anggota Damkar Ditipu Penelpon Gelap

Enam Unit Armada dan 31 Petugas Pemadam Diturunkan

TIMIKA, TimeX

Petugas piket di Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Timika yang beralamatkan di Jalan Bougenville, Senin (5/3) sekira pukul 20.29 WIT, menerima telepon dari seseoran yang mengaku bernama Jimi.

Penelpon itu memberikan informasi telah terjadi kebakaran besar di rumahnya di  SP 2, Kelurahan Timika Jaya, jalur dua.

Petugas piket malam kemarin langsung merespon informasi tersebut dan mengontak anggota damkar yang lain melalui handy talky (HT).

Selanjutnya sebayak 31 petugas damkar turun menggunakan 6 unit mobil pemadam menuju lokasi seperti yang disampaikan Jimi si penelpon.

Dalam perjalanan, satu unit mobil pemadam berkapasitas 3000 liter nyaris celaka di Jalan Budi Utomo, tepatnya depan Rumah Sakit   Chandra karena pegemudi  mobil ford rangertidak mengalah untuk memberikan jalan. Sementara mobil pemadam tersebut berusaha mencari cela agar cepat sampai di lokasi kebakaran sesuai informasi penelpon untuk melakukan pemadaman.

Namun, setiba di lokasi, petugas tidak menemukan rumah yang terbakar. Kuat dugaan, penelepon petugas pemadam kebakaran itu merupakan orang iseng.

Efek lainnya dari penelepon gelap itu, membuat warga sepanjang jalan menuju lokasi kebakaran yang mendengar suara sirene, panik. Spontan, warga berhamburan ke luar rumah untuk mengetahui kejadian sebenarnya.

Hendra (33), mengaku termasuk satu dari sekian banyak warga yang panik saat melihat 6 armada pemadam kebakaran menuju kawasan SP 2.

Kepanikan dipicu lantaran warga tidak mengetahui adanya kebakaran, tiba-tiba ada armada pemadam meluncur ke wilayah tersebut.

“Banyak sepeda motor mengikuti armada pemadam kebakaran tersebut, termasuk saya. Ternyata, sepanjang jalan dilewati sampai SP 2 sama sekali tidak ada kebakaran,” jelasnya kepada Timika eXpress saat kejadian tersebut di SP 2.

Teddy Trianto salah satu petugas Damkar mengaku kesal dengan ulah penelpon gelap tersebut. Ia meminta kepada warga Timika untuk tidak memberikan informasi bohong soal kebakaran. “Resiko pekerjaan kami ini sangat besar. Kami harus ngebut menuju lokasi agar bisa menyelamatkan mereka yang terkena musibah kebakaran. Jadi tolong beri informasi yang benar,” kata Teddy saat ditemui wartawan koran ini di Pos Damkar Timika saat malam kejadian itu.

Ia mengatakan pihaknya berencana melacak nomor penelpon gelap tersebut dan melaporkan ke polisi. “Tadi Pak Kabid Damkar bilang besok mau lacak nomor penelpon dan dilaporkan ke polisi,” kata Teddy.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika, Yosias Lossu saat dihubungi via telepon seluler meminta angota Damkar Timika tetap semangat setelah kejadian tersebut. “Anggota Damkar harus tetap tangguh dan tetap berpegang pada motto ‘pantang pulang sebelum padam’,” pesannya memberi semangat.

Ia mengatakan, meskipun infromasi kebakaran itu tidak benar namun karena mobil dan petugas sudah turun ke lapangan sehingga insentif kejadian tetap dibayarkan kepada setiap petugas damkar. “Sesuai aturan kalau mobil sudah keluar berarti kita hitung 1 kejadian. Insentif tetap dibayarkan,” ujarnya.  (epy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *