DPRD Soroti Bangunan Terminal Baru Bandara

Terjadi Perbedaan Master Plan Daerah dan Pusat TIMIKA,TimeX Angota Komisi C DPRD Mimika menyoroti kondisi fisik bangunan terminal baru di sisi selatan Bandara Mozes Kilangin yang dikerjakan melalui alokasi APBD Mimika dan APBN.

PENJELASAN-Plt Kadishub Mimika, Yan Selamat Purba saat memberi penjelasan kepada anggota Komisi C DPRD Mimika terkait proyek pembangunan terminal baru di sisi selatan Bandara Mozes Kilangin Mimika, Senin (12/3).

Terjadi Perbedaan Master Plan Daerah dan Pusat

TIMIKA,TimeX

Angota Komisi C DPRD Mimika menyoroti kondisi fisik bangunan terminal baru di sisi selatan Bandara Mozes Kilangin yang dikerjakan melalui alokasi APBD Mimika dan APBN.

Setelah meninjau langsung  ke lokasi pembangunan, mulai dari  ruang tunggu bandara, Senin (12/3),  anggota dewan lantas mempertanyakan bentuk fisik bangunan terminal bandara yang dianggarakan dari APBN berbeda dengan bangunan yang dikerjakan dari APBD.

Kondisi fisik dari bangunan tersebut terlihat jelas dari bentuk atap, luas hingga tinggi bangunannya.

Dari fisik bangunan terminal bandara yang didanai APBD jauh lebih besar dari yang dibangun menggunakan APBN, sehingga dua bangunan tidak menyatu.

“Dua bangunan agak terpisah sehingga sulit dilakukan penyambungan, sebab atap dan luas bangunan terminal berbeda. Untuk luas bangunan terminal bandara yang dianggarkan dari APBD mencapai 21.400 meter persegi,” jelas Plt. Dinas Perhubungan Mimika, Yan Selamat Purba saat mendampingi inspeksi mendadak anggota dewan.

Menurut Yan, fisik bangunan yang dikerjakan Pemkab Mimika berdasarkan master plan awal yang diserahkan ke Dinas Perhubungan.

Kalau pun ada perubahan antara pembangunan terminal bandara yang dibangun dari APBN Pusat, sebab sejauh ini tidak ada koordinasi terkait perubahan master plannya.

“Memang kami akui ada perbedaan fisik bangunan dari pusat dan daerah.

Master plan awalnya begini sesuai dengan yang kita bangun. Hanya saja dari pusat mungkin melihat kurang efisien maka master plannya dirubah tanpa pemberitahuan ke kami,” jelas Yan.

Pasalnya, estimasi anggaran pembangunan bandara hingga rampung dari APBD  mencapai  Rp300 miliar.

Hingga kini progres pembangunannya baru 50 persen, sehingga serapan anggarannya baru Rp151 miliar.

Sementara pembangunan fisik yang sudah tuntas adalah pemasangan rangka terminal bandara, pemasangan atap dan pengecoran lantai, ini semua dikerjakan oleh PT Panca Duta Karya Abadi (PDKA).

Sementara Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU),  Soekarno menambahkan, untuk mendukung kelanjutkan pembangunan terminal  bandara, dari APBN dialokasikan anggaran sebesar Rp80 miliar, dengan proyeksi pengerjaan sampai rampung.

“80 miliar ini sampai selesai. Untuk saat ini progres pembangun sudah 70-80 persen,  dan kita harapkan selesai tahun ini,” katanya.

Lanjut Soekarno, meski fisik  bangunan rampung, namun belum dioperasikan secara penuh.

Setelah memenatau dan mendapat penjelasan dari Plt Dishub, Yan dan perwakilan IPBU, Soekarno, maka anggota Komisi C DPRD Mimika berininsiatif bertemua langusng dengan Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi di waktu mendatang.

Pertemuan dimaksud guna membahas terkait master plan pembangunan terminal baru bandara yang berbeda antara yang dibangun dari alokasi APBN dan APBD Mimika.

“Kami lihat ada pengurangan volume, sesuai master plan pembangunan terminal dari  anggaran APBD berbeda dengan APBN. Master plan asli itu yang dikerjakan menggunakan APBD.

Adanya perubahan master plan dari alokasi APBN mengakibatkan fisik bangunan terputus, dan sampai saat ini belum ada solusi penyambungan dua sisi terminal karena berbeda atap,luas serta tinggi bangunannya,” kata Asri Anjang.

Hal serupa juga dikatakan Ketua Komisi C DPRD Mimika, Yohanis Kibak.

Pembangun terminal bandara, seharunya dibebankan penuh ke pusat, sebab pembangunannya dari alokasi APBD sudah sesuai perencanaan awal.

“Kalau master plan dari anggaran APBN berubah, kami pertanyakan kenapa bisa begitu?. Ini harus kita koordinasikan langsung dengan Kementerian Perhubungan RI,” tukasnya. (a30)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *