Seribuan Karyawan Freeport Datangi Kantor Bupati

karyawan mogok kerja (Moker) PTFI saat mendatangi Kantor Pusat Pemerintahan SP3

>>Kembalikan 77 Surat Undangan Furlough Perusahaan

TIMIKA, TimeX

Seribuan eks karyawan PT Freeport Indonesia, privatisasi dan kontraktor yang melakukan mogok kerja, kembali mendatangi kantor bupati Mimika, Provinsi Papua, di Timika, Jumat.

Namun mereka bukan untuk melakukan demonstrasi melainkan secara bersama-sama mengembalikan sebanyak 77 surat undangan klarifikasi tentang furlough (cuti/dirumahkan) oleh perusahaan, dari Disnakertrans Mimika kepada seratusan karyawan PT Freeport Indonesia.

Rombongan karyawan Freeport yang mogok kerja itu, ditemani oleh kuasa hukumnya Haris Azhar yang juga Direktur Lokataru tersebut, diterima Sekretaris Disnakertrans Mimika Thomas Mutaweyau.

Haris di depan seribuan karyawan dan pejabat Disnakertrans Mimika mengatakan bahwa kedatangan pihaknya untuk mengembalikan surat undangan Disnaker Mimika melalui Bidang Perselisian Hubungan Industrial.

Haris mengatakan alasan penolakan untuk memberikan klarifikasi kepada Disnakertrans tersebut karena kebijakan furlough yang dilakukan oleh Freeport kepada karyawannya dan berbuntut pada mogoknya ribuan karyawan tersebut, tidak diatur dalam UU tentang Ketenagakerjaan di Indonesia.

“Menurut kami, perusahaan telah menyalahi undang-undang industrial karena sistem furlough tidak ada di dalam UU yang berlaku di Indonesia dan kami tidak akan hadir dalam undangan tersebut,” kata Haris.

Sekretaris Disnaker Mimika yang menemui ribuan karyawan mengatakan pihaknya akan melanjutkan pernyataan dalam bentuk surat tersebut kepada Kepala Disnakertrans Mimika Ronny S Marjen.

“Keputusan selanjutnya kami informasikan kembali dan terima kasih atas kedatangan bapak-bapak ke tempat kami dengan tertib dan aman,” kata Thomas.

Massa kemudian meninggalkan kantor bupati Mimika dengan pengawalan dari pihak Kepolisian Resor Mimika dari Satuan Sabhara dengan aman dan terkendali. (ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.