18 Petugas Kesehatan Ditempatkan di Fakafuku

Reynold Ubra
Foto : Dok/TimeX

TIMIKA,TimeX

Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika telah menempatkan 18 petugas kesehatan di Kampung Fakafuku, Distrik Agimuga, yang selama empat bulan ini mengalami kekosongan petugas kesehatan.

18 petugas kesehatan itu akan  berangkat ke kampung tersebut dalam minggu ini.

Demikian disampaikan Sekretaris Dinkes Mimika, Reynold Ubra saat ditemui Timika eXpress di Graha Eme Neme Yauware, Senin (19/3).

Menurutnya ketiadaan petugas kesehatan di Pustu Fakafuku karena tidak ada rumah layak huni dan sebelumnya telah terjadi penganiayaan dari oknum masyarakat kapada petugas kesehatan.

Sementara itu terkait informasi dari warga bahwa sebanyak 10 orang di Fakafuku meninggal dunia sejak ketiadaan petugas kesehatan, pihaknya telah mengirimkan tim untuk melakukan survei di kampung tersebut.

“Informasi yang kami dapat ada 10 orang di Faka-fuku meninggal karena sakit malaria dan diare, tapi ini bukan kejadian luar biasa,” tuturnya.

Ia mengatakan tim tersebut telah kembali dari Faka-fuku dan berdasarkan hasil investigasi, kejadian meninggalnya 10 warga itu sejak Desember hingga tanggal 5 Maret.

“Yang menjadi sorotan kami pada awal Maret telah terjadi dua kematian pada anak dibawah lima tahun di Kampung Mafasimamo. Dugaan awal  kami kematian itu disebabkan dehidrasi karena diare, namun setelah kami menelusuri kasus ini ternyata penyebabnya persoalan lingkungan. Kemungkinan warga mengkonsumsi air yang tidak dimasak padahal jarak jamban dengan sumur terlalu dekat. Satu sumur dikelilingi beberapa jamban,” ujar Reynold.

Untuk itu, pihaknya menempatkan petugas kesehatan di sana agar selain memberi pengobatan terhadap warga yang sakit, bisa mengarahkan masyarakat untuk berpola  hidup sehat.

Ia juga berharap tidak ada lagi kasus pemukulan terhadap petugas kesehatan agar mereka bisa melayani masyarakat dengan baik.

“Sebenarnya persoalan di Faka-Fuku sama dengan persoalan di kampung-kampung yang lain. Isu yang paling mendasar adalah rumah yang layak, sanitasi dan ketersediaan air bersih. Persoalan yang paling banyak di puskesmas biasanya penyakit berbasis lingkungan seperti malaria, Ispa, diare, penyakit kulit yang disebabkan lingkungan yang kotor. Jadi   dengan adanya petugas kesehatan di sana bisa berupaya menyadarkan masyarakat untuk berpola hidup sehat,” pungkasnya. (san)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *