32 Siswa SMP Banti Dijemput Guru untuk Ikut Ujian

* Pelaksanaan USBN SMP di Kabupaten Mimika

Manto Ginting
Foto: Dok/TimeX

TIMIKA,TimeX

Sebanyak 32 siswa SMP Banti saat ini sedang berada di Timika pasca konflik di wilayah Banti beberapa waktu lalu. Puluhan siswa tersebut dijemput guru dan dititipkan di sekolah Taruna Papua untuk mengikuti ujianSekolah Berstandar Nasional (USBN). Sedangkan 24 siswa lainnya masih dicari keberadaannya untuk disertakan dalam ujian susulan karena untuk sementara ini pihak dinas tidak bisa ke wilayah Banti.

Demikian dikatakan Ketua Panitia UN Kabupaten  Mimika, Manto Ginting saat ditemui Timika eXpress di SMP Negeri 2, Selasa (17/4).

“Sedangkan total peserta ujian 3.519 siswayang berasal dari 54 sekolah SMP. Mereka mengikutiujianSekolahBerstandarNasionalsejak Senin (16/4). Pelaksanaan USBN tingkat SMP padaharipertamadanharikeduaberjalanlancardanaman,” ujar Manto.

Kata manto, mata pelajaran USBN SMP yang diujiankanhari kedua adalah Matematikadan PKN.

“Mungkin ada nama peserta yang dobel, sehingga pasti akan berkurang jumlah siswanya, namunhitungan siswa yang terdaftar di Dapodik jumlahnya begitu,”tuturManto.

Manto mengatakan, USBN dilaksanakan selama empat hari hingga hari Jumat.

“Kemudian akan dilanjutkan oleh sekolah masing-masing untuk mata pelajaran diluar dari delapan mata pelajaran yang diikuti seperti pelajaran Mulok, Penjaskes dan lainnya yang dilaksanakan sekolah. Jadi dalam seminggu ini SMP ujian,” paparnya.

Lanjut dia, setelah USBN ini, padahari Senin (23/4) mendatang dilanjutkan dengan Ujian Nasional (UN) selama empat hari untuk pelaksanaan UNBK dan UNKP. Sekolah yang melaksanakan UNBK sebanyak 14 sekolah, sedangkan 40 sekolah lainnya melaksanakan  UNKP.

“Soal UN untuk UNKP sudah tiba di Timika pada Senin (16/4) kemarin. Kami dari dinas didampingi pihak kepolisian sudah ambil dan amankan di Kantor Dinas. Nanti distribusinya perhari yang mana pengawas bawa ke sekolah dan selesai LJK langsung di bawa ke dinas,”tuturManto.

Sementara untuk siswa di Banti pihak dinas sudah sampaikan ke kepala sekolah dan guru-guru untuk mencari keberadaan siswanya untuk mengikuti ujian susulan.

“Selain kami titip di Sekolah Taruna Papua ada juga yang di rumah keluarga dan tidak bias keluar sehingga pengawas dan guru yang datangi langsung ke rumahnya. Salah satunya seperti ada siswa di SP9 sebanyak dua orang, samahalnya juga di SMP 3 di Kwamki Narama ada yang tidak bias keluar dari rumahnya maka guru yang diutus ke rumahnya. Karena, biar bagaimana pun mereka harus ikut ujian,”ungkapnya. (san)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.