Disperindag Tidak Keluarkan Ijin Bagi Cafe Sisil di PPI

TIMIKA,TimeX

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika Bernadinus Songbes menegaskan keberadaan Cafe Sisil di kawasan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Pomako saat ini Disperindag selaku instansi teknis terkait tidak pernah keluarkan ijin. Bahkan Bernadinus menjajikan akan berkoordinasi dengan Dinas Perijinan Satu Pintu dan Satpol PP untuk menindaklanjuti.

“Saya tidak pernah mengijinkan cafe itu dibangun di sana. Jadi dalam waktu dekat ini kami akan tindaklanjuti, karena itu lahannya Pemkab dan tidak boleh berada di situ lagi,” kata Bernadinus saat ditemui Timika eXpress di lokasi perdamaian Distrik Kwamki Narama, Rabu (18/4).

Mantan Sekretaris KPU Mimika itu menegaskan bicara soal perijinan itu bukan lagi ranahnya Disperindag namun sudah dialihkan ke Dinas Perijinan Satu Pintu.

“Jadi saya mau tegaskan lagi bahwa sejak perijinan masih di Disperindag, kami tidak pernah keluarkan surat ijin buat cafe tersebut,” katanya.

Sebelumnya seperti diberitakan media ini anggota Komisi B DPRD Mimika M Nurman S Karupukaro mendesak agar Pemerintah Kabupaten Mimika segera menutup keberadaan Cafe Sisil di kawasan PPI di Pomako, Distrik Mimika Timur diindikasikan ada penjualan minuman keras dan menyediakan wanita penghibur.

“Jadi kami minta dalam minggu ini dinas terkait harus segera menutup, karena diindikasi menjual minuman keras serta ada wanita penghibur,” ujar anggota Komisi B DPRD Mimika M Nurman Karupuka kepada Timika eXpress di ruang kerjanya, Senin (16/4).

Mantan Ketua Komisi C DPRD Mimika itu mengaku telah menerima laporan dan keluhan dari masyarakat setempat bahwa ada sebuah bangunan permanen yang digunakan sebagai cafe dan tempat karaoke di areal PPI.

“Cafe itu namanya Sisil dan seharusnya tidak boleh berada di atas tanahnya Pemka Mimika. Sehingga kami minta Pemkab dalam hal ini dinas terkait tutup cafe tersebut karena kami anggap itu bangunan liar,” kata Nurman.

Politisi Gerindra itu mengungkapkan laporan masyarakat ini bukan baru diterimanya melainkan sudah beberapa waktu lalu saat Komisi B melakukan kunjungan kerja (kunker) ke PPI untuk melihat langsung kegiatan PPI.

“Jadi saat kita kunker ke PPI itu kita punya beberapa catatan yang dilaporkan langsung  dari masyarakat lokal di situ, dan juga dari satuan yang ada di PPI. Contohnya dari Dinas Perikanan serta anggota Lanal,” ungkapnya.

Nurman menambahkan selain terima laporan langsung dari masyarakat juga dari pihak pemerintah Distrik Mimika Timur sudah meminta bantuan kepada DPRD Mimika untuk berbicara.

“Jadi kami minta dalam minggu ini dinas terkait harus segera menutup, karena diindikasi menjual minuman keras serta ada wanita penghibur,” katanya.

Dikatakan area PPI itu sesungguhnya disedikan untuk menciptakan lapangan pekerjaan bukan menciptakan kekacauan.

“Ini sudah ada kejadian dimana orang minum-minum di sana dan balik dari sana dapat kecelakaan. Saya sebagai putra Kamoro tidak menginginkan itu. Saya juga minta kepada kapolres untuk menindak tegas oknum-oknum aparat yang membekingi cafe tersebut karena diindikasikan seperti begitu,” pungkasnya. (tan)

Foto: Tanto/TimeX

Bernadinus Songbes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *