Siswa Diajari Cara Cuci Tangan dan Potong Kuku

>PPNI Berikan Penyuluhan  Kebiasaan Hidup  Bersih di SDI Mapurujaya

Suasana di ruang Kelas II SDI Mapurujaya, Distrik Mimika Timur pada Jumat (15/3) berbeda dari hari-hari sebelumnya. Saat itu tidak ada kegiatan belajar mengajar seperti biasanya.

31 siswa-siswi mendapat kunjungan istimewa dari Tim Fasilitas Kesehatan Puskesmas Mapurujaya.

Tim yang dikoordinir oleh Ny Theresia J bersama Nikolas Yerusa, Arniati Ahmad dan Sabrina Somasir itu tiba di sekolah sekira pukul 8.30 hingga 9.30 WIT.

Selama satu jam berada di sekolah itu mereka  memberikan penyuluhan kesehatan dengan tema ‘Perilaku Hidup Bersih dan Sehat’.

Kegiatan ini dilakukan di seluruh Indonesia secara serentak dalam memaknai hari ulang tahun Persatuan Perawat Indonesia (PPNI) ke-44.

Tim tersebut mengawali kegiatan dengan membagikan brosur penyuluhan tentang kebersihan diri, kebiasaan hidup bersih untuk menjaga kesehatan tubuh, kebersihan diri yaitu tubuh bebas dari kotoran termasuk diantaranya debu, sampah dan bau. Selain itu memuat tentang jenis-jenis kebersihan seperti mencuci tangan, mandi, menggosok gigi, mencuci kaki, mencuci rambut, menyisir rambut, gunting kuku, membersihkan mata, telinga dan hidung.

Tidak hanya itu, anak-anak juga dijelaskan tentang tanda-tanda kurang perawatan diri misalnya penampilan dekil, bau badan, rambut kumal, kotor, banyak kutu, kuku panjang dan kotor.

Akibat dari itu semua atau dampak fisiknya berupa gangguan kulit, gangguan pada mulut, infeksi pada mata dan telinga serta gangguan fisik pada kuku.

Dampak lainnya pada psikososial semisalnya gangguan pada kebutuhan rasa nyaman, gangguan pada kebutuhan dicintai dan mencintai dan gangguan pada kebutuhan harga diri, aktualisasi diri dan gangguan intereaksi sosial.

Siswa-siswi juga dibagikan tips menjaga kebersihan diri seperti cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas. Cuci rambut minimal dua kali seminggu, mandi satu atau dua kali sehari dan menyisir rambut.

Serta menyikat gigi minimal dua kali sehari sehabis makan dan sebelum tidur, memotong kuku jika panjang, mencuci kaki sebelum naik tidur dan mencuci hidung, telinga dan mata.

Koordinator penyuluhan Theresia J mengungkapkan materi yang disampaikan tentang penyuluhan kesehatan lebih pada personal healthy mengenai perawatan diri sendiri.

Misalnya dengan mandi, sikat gigi, mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, mencuci rambut dan memotong kuku.

“Rata-rata kami menemukan anak-anak kukunya panjang sehingga pada saat itu juga langsung dipraktekan memotong kuku, termasuk mengajari cara mencuci tangan dengan tujuh langkah yang benar sesuai anjuran World Health Organization (WHO) atau organisasi kesehatan dunia,” kata Theresia.

“Anak-anak sangat bersemangat mendengarkan semua penjelasan kami. Sasaran memilih anak-anak karena cikal bakalnya pelayanan kesehatan itu musti ditanamkan dari awal sejak anak-anak,” sambungnya.

Menurut Theresia anak-anak diajarkan menjaga kesehatan supaya dengan bertambahnya usia, mereka mampu menerapkan pengetahuan yang sudah diperoleh. “Harapa kami, ke depan anak-anak lebih pandai menjaga kesehatan sebab prinsipnya mencegah sejak dini lebih baik daripada mengobati. Saat ini untuk mengobati membutuhkan biaya besar. Apa yang kami lakukan ini mengejawantakan program Nawa Cita Presiden Jokowi Dodo,” tuturnya.

Ia juga mengajak siswa-siswi untuk membangun pola hidup sehat sejak dini mulai dari keluarga  agar dijauhi kuman penyakit.

Sementara itu  Kepala SDI Mapurujaya Marten Paledung menyampaikan terima kasih atas kunjungan tim PPNI dari fasilitas  kesehatan Puskesamas Mapurujaya.

Ia mengaku senang melihat anak-anak semangat mendengar penjelasan dari para perawat.

“Intinya kami sangat senang dan bangga sekolah kami menjadi salah satu tempat kunjungan tim perawat dari PPNI Kabupaten Mimika,” katanya.

Ia berharap pengetahuan yang sangat berguna ini  dapat ditularkan siswa-siswi kepada teman-temannya yang lain dan anggota keluarganya di rumah.

Ia juga berharap program promosi kesehatan yang dilakukan PPNI tidak hanya tahun ini saja melainkan bisa berkelanjutan di waktu mendatang, dengan melibatkan semua siswa-siswa dari kelas satu hingga kelas enam.

“Sehingga informasi penting soal kesehatan tersebar secara merata bagi anak-anak kami yang  merupakan generasi penerus bangsa. Negara ini kuat bila rakyatnya sehat,” ujarnya.

Ia juga mengucapkan selamat berbahagia kepada seluruh perawat di Kabupaten Mimika atas hari ulang tahun PPNI ke-44.

“Semoga karya dan jasa pelayanan selama ini mendapat berkat berlimpah dari Tuhan,” ucapnya. (Antonius Djuma)

Foto: Antonius Djuma
FOTO BERSAMA – Siswa-siswi Kelas II SDI Mapurujaya didampingi Kepala Sekolah Marten Paledung foto bersama tim fasilitas kesehatan Puskesmas Mapurujaya usai penyuluhan di sekolah itu, Jumat (16/3).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *