KKSB Miliki Senjata Serbu Berbahaya

TIMIKA, TimeX

Gencarnya aksi teror  oleh Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) hingga terjadinya kontak tembak dengan aparat TNI-Polri, menunjukan kelompok KKSB memiliki senjata serbu  modern dan sangat berbahaya.

Terbukti dari serangkaian aksi teror, sudah banyak warga sipil, maupun aparat TNI-Polri yang tewas ditembak KKSB saat kontak tembak senjata di areal PT Freeport Indonesia, dan juga di perkampungan Distrik Tembagapura sejak 2017 hingga kini.

Komandan Satuan Tugas (Satgas) TNI  Kolonel Inf. Frits Pelamonia, mengaku KKSB pimpinan Sabinus Waker dan Joni Botak kini telah bergabung di Distrik Tembagapura.

Bahkan KKSB gabungan ini ditengarai memiliki lebih 20 pucuk senjata api standar militer, serta sejumlah senjata rakitan yang mematikan.

Termasuk dua pucuk senjata laras panjang jenis Steyr AUG (Armee Universal Gewehr), serta dugaan lain KKSB juga memiliki satu pucuk senapan mesin ringan.

 

“Menurut kami Senjata   mereka yang sangat mematikan adalah Steyr, yakni senjata serbu bullpup yang dikalibrasi untuk rentang (radius) 300 meter,” kata Frits yang juga Komandan Brigif 20/IJK.

Dua pucuk senjata Steyr yang dimiliki KKSB merupakan hasil rampasan dari anggota Brimob Polda Sumatera Selatan (Sumsel) yang tewas dalam penyerangan oleh KKSB di Kampung Utikini, Distrik Tembagapura pada 1 Januari 2015 silam.

Dua pucuk senjata steyr itu dirampas dari Bripda M. Andriadi, Bripda Rian Adriyansa.

Termasuk seorang Satpam Freeport, Suko Miyartono menjadi korban pembacokan bersama dua anggota Brimob tersebut ketika tengah melaju menggunakan mobil jenis Long Wheel Base (LWB) dari area Freeport ke Kampung Utikini.

Untuk diketahui, Steyr AUG adalah rangkaian senapan yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1977 oleh perusahaan senjata Austria Steyr Mannlicher.

Nama Steyr AUG sendiri adalah Senapan Tentara Universal yang spesifik, yaitu varian senapan serbu bullpup kaliber 5.56 mm NATO, 9X19 mm dengan kecepatan peluru 992 m/second, dan memiliki panjang laras 508 mm.

Senjata berwarna hijau dengan teleskop 1,5x  sebagai alat sight utama yang terintegrasi dan tidak memancarkan pantulan cahaya ketika diterpa sinar matahari.

Senapan ini telah diadopsi menjadi senapan utama angkatan bersenjata Austria, Australia, Selandia Baru, Luxembourg, Irlandia, dan juga sempat dipakai oleh Malaysia.

Termasuk Satuan Polisi Khusus Indonesia yaitu Gegana Brimob Polri juga menggunakan Steyr AUG.

Senjata Steyr yang dirampas KKSB Januari 2015 lalu

Frits menambahkan, meski memiliki dua pucuk senjata steyr yang berbahaya, KKSB yang kini berada di wilayah Tembagapura dipastikan kekurangan amunisi akibat kontak tembak dengan pasukan TNI-Polri dari serangkaian teror di perkampungan Distrik Tembagapura, Kampung Banti, Kimbeli dan Opitawak beberapa waktu lalu.

“Saya pastikan amunisi mereka terkuras. Kalau sebelumnya mereka gencar balas tembakan, waktu pengejaran di Opitawak mereka hanya melepaskan tembakan seperlunya, ini artinya amunisi mereka sudah terbatas,” ungkapnya.

Ia pun mengakui bahwa kekuatan KKSB di Tembagapura cukup besar, sebagaimana disaksikan langsung para guru di Aroanop saat disandera, mereka melihat 20 an orang KKSB menenteng senjata mesin ringan.

Puluhan KKSB tersebut ditengarai merupakan gabungan dari beberapa wilayah di pegunungan tengah Papua, termasuk  dari Wamena.

Operasi pengejaran KKSB yang dipimpin Komandan Brigif 20/IJK Kolonel Inf Frits Pelamonia saat hendak mengevakuasi belasan guru yang disandera, melibatkan 50 prajurit TNI.

50 Prajurit TNI tersebut diantaranya dari Yonif 751/R sebanyak 20 orang, Yonif 754/ENK sebanyak 20 orang dan Brigif 20/IJK sebanyak 10 orang. (tim)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *