Tiga Matra TNI Tuntaskan Latihan PPRC 2018

>>Penerjuan 400 Pasukan Kostrad  Batal

>>Pasrat Amfibi Rebut Pomako

 

TIMIKA, TimeX

Tiga matra TNI, Angkatan  Darat (AD), Angkatan Udara AU) dan Angkatan Laut (AL) sukses dalam menuntaskan latihan kesiapsiagaan operasi Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI 2018.

Sekalipun sukses, latihan PRRC yang dilaksanakan di tiga wilayah Indonesia timur yaitu Timika, Morotai dan Selaru mendapat koreksi langusng dari Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, yakni perlunya evaluasi perbaikan.

Sebab, ada satu kegiatan yang tidak dapat dilaksanakan yaitu penerjunan 400 pasukan Kostrad di area Timika dengan skenario untuk merebut obyek vital Bandara Mozes Kilangin Timika yang diduduki musuh.
Kegiatan penerjunan pasukan di kawasan Bandara Timika dibatalkan lantaran cuaca yang kurang bersahabat akibat hujan lebat yang mengguyur Kota Timika ketiak itu.

Menurut Hadi Tjahjanto, keputusan pimpinan lapangan sangat tepat meski hari dan jam kegiatan sudah ditentukan, namun pelaksanaannya bisa berubah karena adanya beberapa faktor penghambat, yakni cuaca, medan dan musuh.
“Ini keputusan tepat diambil pimpinan lapangan untuk memindahkan area penerjunan di Selaru sesuai penilaian lapangan. Demikianpun pendaratan tank amfibi yang mengangkut pasukan Marinir TNI AL di Selaru juga berjalan sukses.
Pujian serupa juga disampaikan Panglima TNI kepada para prajurit yang melaksanakan latihan di area Morotai, Maluku Utara.
“Secara umum kegiatan latihan PPRC ini sukses dan sudah sesuai dengan keinginan yaitu berjalan lancar, aman dan terkendali,” kata Hadi Tjahjanto kepada wartawan di Timika, Sabtu (12/5).

Kegiatan latihan kesiapsiagaan operasi PPRC TNI 2018 digelar sejak 8 Mei dan telah berakhir pada Sabtu pagi melibatkan sekitar 8.081 prajurit gabungan dari tiga matra, darat, udata dan laut dengan tema “PPRC TNI menghancurkan kekuatan musuh di Pulau Selaru, Timika dan Morotai dalam rangka menegakkan kedaulatan wilayah nasional”.

“Apa yang sudah dilaksanakan ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua,” ujar Hadi Tjahjanto.
Panglima TNI Hadi Tjahjanto didampingi Kepala Staf AD, Kepala Staf AL, Kepala Staf AU bersama Gubernur Papua dan Ketua Komisi I DPR RI serta sejumlah pejabat teras TNI lainnya memantau langsung kegiatan latihan PPRC TNI 2018 melalui video conference bertempat di lantai dua Bandara Mozes Kilangin Timika, Sabtu pekan lalu.

Pasrat Amfibi Rebut Pomako

Adapun Pasukan Pendarat (Pasrat) Amfibi dari Batalyon Infanteri (Yonis) 3 Korps Marinis Pasmar 1 pada Sabtu lalu sekitar pukul 02.00 WIT berhasil merebut kawasan Pelabuhan Pomako, Distrik Mimika Timur yang diskenariokan sempat diduduki pasukan musuh.
Kompi F Batalyon Infantri 3 Korps Marinir yang dipimpin Komandan Kompi Kapten Marinir Patrick, diikuti Komandan Satuan Tugas Laut (Dansatgasla) Laksma TNI Irvansyah yang sehari-harinya menjabat sebagai Komandan Gugus Tempur Laut Barat (Danguspurlabar).

Dengan menggunakan taktik Pendaratan Secara Khusus (Ratsus), dimana situasi dan kondisi dermaga Pomako sulit untuk didarati kendaraan tempur tank Amphibi, sebelum akhirnya berhasil direbut.

Opersasi senyap dalam konsiai cuaca buruk, dimana satu Kompi Ratsus berhasil mendarat dengan sempurna.

Menyusul Kompi Ratsus secara senyap dengan konsentrasi penuh serta kewaspadaan tinggi merangset masuk kesasaran yang telah ditentukan, alhasil musuh yang berada di tiga titik dilumpuhkan.

Setelahnya dilakukan konsolidasi untuk memastikan kembali secara benar bahwa sasaran telah direbut kembali ke pangkuan ibu pertiwi.

Seperti diketahui Korps Marinir TNI AL merupakan salah satu pasukan yang tergabung dalam PPRC TA 2018, dan merupakan pasukan yang siap digunakan kapanpun dan dimanapun untuk menjaga keutuhan wilayah NKRI.

Berdasarkan autentikasi Kolonel Arm. Edwin Habel, Dansatgaspen PPRC TNI 2018, bahwa latihan Kesiapsiagaan Operasi PPRC TNI 2018 ini melibatkan 8.018 prajurit TNI yang terdiri dari pelaku dan penyelenggara latihan yang melibatkan tiga matra yakni, Satuan Tugas Darat (Sagasrat), Satuan Tugas Laut (Satgasla) dan Satuan Tugas Udara (Satgasud).

“Latihan ini merupakan salah satu bagian dari Program 100 hari kerja Panglima TNI sebagai quick win TNI,” ungkapnya.

Dikatakan pula, latihan PPRC TNI yang dilaksanakan sekali setahun merupakan program lanjutan latihan dari masing-masing matra secara bertahap.

“Latihan PPRC tahun ini dilaksanakan di tiga trouble spot yaitu di Timika, Morotai dan Pulau Selaru. Dipilihnya Pulau Morotai, Selaru dan Timika sebagai tempat latihan PPRC karena merupakan pulau terdepan NKRI yang memiliki tantangan alam yang berbeda dengan daerah lain di Indonesia,”ungkapnya.

Dengan mendapat dukungan semua pihak baik tokoh masyarakat, tokoh agama, Polri, pemerintah daerah dan seluruh masyarakat di tiga lokasi tempat digelarnya latihan kesiapsiagaan operasi PPRC TNI 2018, mendapat apresiasi khusus dari Panglima TNI Hadi Tjahjanto.

Sementara Soedarmo, Pjs Gubernur Papua mengapresasi pelatihan PRRC karena baru pertama kali.

“Dari latihan ini masyarakat mengetahui langkah strategis TNI dalam menghadapi musuh bersama,”ujarnya.

Pasalnya, Kabupaten Mimika dari survey menempati peringkat pertama tingkat kerawanan terjadinya konflik Pilkada. Termasuk tiga kabupaten lain di Papua yang akan melaksanakan Pilkada Serentak 2018.

Bahwa konflik yang terjadi disebabkan banyaknya kesalahan yang dibuat oleh pihak penyelenggara dengan tidak mendasari ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Dari tujuh Kabupaten wilayah Propinsi Papua belum berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Tingkat kerawanan terjadinya konflik di pegang oleh Kabupaten Mimika,” katanya.

Dari potensi ancaman gangguan ini, ia berharap adanya kerjasama semua elemen, termasuk TNI/ Polri.

“Saya minta dukungan TNI untuk bantu pengamanan di wilayah Papua pada saat pelaksanaan Pilkada sehingga Papua tetap aman, damai sesuai harapan bersama. (aro/tan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.