Pesawat Dimonim Ditembak, Kopilot Nur Fadhilah Terluka

TIMIKA, TIMEX

Pesawat Twin Otter Dimonim Air PK-HVU  dipiloti Nelson Kasenda ditembaki orang tak dikenal di Bandara Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua, Jumat (22/6) kemarin. Akibatnya, kopilot bernama Irena Nur Fadhilah mengalami cidera. Pesawat ini diduga ditembaki oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) sekitar pukul 13.05 WIT.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol MA Kamal mengungkapkan, pesawat Dimonim berangkat sekitar pukul 13.00 WIT dari Bandara Mozes Kilangin Timika dengan pilot Capt. Kasta Gunawa dan kopilot Irena Nur Fadhilah.

Pesawat yang mengangkut 17 penumpang mengitari kawasan Bandara Kenyam. Lalu pada pukul 13.05 WIT, pesawat mendarat di ujung landasan bandara Kenyam dari sisi Timur. Saat menyentuh landasan itulah, pesawat ditembak dari arah utara sebanyak satu kali dan mengenai bagian depan kanan pesawat.

Walau demikian, pilot tetap mendaratkan pesawat dan langsung menurunkan seluruh penumpang.

“Penembakan itu mengakibatkan pergelangan kaki kanan kopilot terkena serpihan peluru dan pada bagian depan pesawat terkena tembakan,” ungkapnya, Jumat sore.

Kopilot wanita berusia 25 tahun itu, lanjut Kamal, telah dirawat oleh para medis yang ada di daerah tersebut.

“Setelah dilakukan penanganan medis terhadap kopilot dan pengecekan terhadap kondisi pesawat, kemudian pada pukul 13.45 WIT, pesawat Twin Otter Dimonim Air PK-HVU lepas landas menuju Timika dengan tidak membawa penumpang.

Sementara saat ini, situasi di Kabupaten Nduga dalam keadaan aman dan kondusif,” kata Kamal.

Kamal menambahkan, saat ini para pelaku masih diburu.

“Saat ini anggota dilapangan tengah mengejar para pelaku,” ujarnya. Sementara itu, Fahmi, Staf Dimonim yang bertugas di Timika, mengatakan, pesawat yang bertolak dari Bandara Mozes Kilangin Timika sekitar pukul 12.18 WIT tiba-tiba ditembak sebanyak satu kali dari arah depan saat berada di ujung landasan. Kopilot yang menjadi korban, lanjut Fahmi, sempat dibawa ke rumah rumah sakit untuk menjalani perawatan medis sebelum diperbolehkan pulang.

“Pesawat yang ditembak tadi jam 3 sore sudah tiba kembali di Bandara Timika. Sedangkan korban sudah kembali pulang setelah sempat dibawa ke rumah sakit,” katanya saat dihubungi via seluler.

Pesawat tersebut, lanjut Fahmi, kini tidak dapat melayani masyakat untuk sementara waktu karena masih akan dilakukan perbaikan. “Untuk berapa lamanya tidak melayani masyarakat, kami belum bisa pastikan karena masih akan dilakukan perbaikan lagi,” ujarnya.(rg/ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.