Yohanis Kapiyau Dikultuskan Jadi Nama Lanud Timika

>>Resmi Mulai Besok

TIMIKA,TimeX

Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Mimika secara resmi mulai Kamis (26/7) besok akan dikultuskan (digelari) nama baru, yaitu Pangkalan TNI Angkatan Udara Yohanis Kapiyau.

Pergantian nama baru Lanud  Yohanis Kapiyau merupakan wujud penghormatan atas jasa-jasa dan pengabdian para tokoh pejuang yang telah berjasa kepada Bangsa dan Negara, termasuk daerah Mimika.

Pergantian nama Lanud Yohanis Kapiyau Timika berdasarkan  Surat Keputusan Kepala Staf Angkata Udara (Kasau) Nomor Kep/660/VI/2018 Tanggal 11 Juli tentang pergantian nama Pangkalan TNI AU (Lanud) yang semula Lanud Timika diubah menjadi Lanud Yohanis Kapiyau dengan singkatan YKU.

Letnan Kolonel (Pnb) Meito Datau melalui release yang diterima redaksi Timka eXpress, Selasa (24/7), menyebutkan, pengkultusan nama Yohanis Kapiyau melalui berbagai pertimbangan dengan melibatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, tokoh masyarakat dan stakeholder terkait.

Pengkultusan pergantian nama Lanud Timika menjadi Lanud Yohanis Kapiyau juga punya jejak histori yakni sosok tokoh Suku Kamoro yang pernah dinobatkan sebagai Kepala Suku Umum di Mimika.

Menjadi pengetahuan bagi masyarakat Mimika, bahwa Yohanis Kapiyau lahir di Kampung Baru Kokonao pada 3 Juli 1932.

Kokonao yang dikenal Kota Tua berada dalam Distrik Mimika, dimana Mimika waktu itu masih dalam wilayah  administratif Kabupaten Fak-Fak.

Yohanis Kapiyau mengenyam pendidikan di Vervolg School (Sekolah Lanjutan) Merauke pada tahun 1946-1952.

Sebelumnya dari Schakel School adalah Sekolah Rakyat pada masa pendudukan Belanda.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan di OVVO (Opleiding Voor Volks Onderwijzer/Sekolah Guru) di Fak-fak tahun 1954. Ovvo juga merupakan sekolah Mozes Kilangin, tokoh Mimika dari Suku Amungme yang lulus pada tahun 1953.

Usai mengenyam pendidikan di OVVO, Yohanis kembali ke kampung halamannya dan mengabdikan diri sebagai guru di SD YPPK (Yayasan Pendidikan Persekolahan Katolik) Kokonao tahun 1962.

SD YPPK Mimika ini merupakan civitas pertama yang merintis pendidikan di Mimika.

Karena kepiawaiannya, setahun kemudian, Yohanis dipilih menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR) Provinsi Irian Barat selama 8 tahun, mulai dari 1963 hingga 1971.

Oleh Presiden RI ke-II Soeharto yang berkuasa selam 32 tahun, pada waktu itu menobatkan Yohanis Kapiyau sebagai Kepala Suku Umum di Mimika pada 1973, lantas menjadi Ketua Lemasko dan Ketua Dewan Adat.

“Bapak Yohanis juga memperoleh tanda kehormatan Satya Lencana Pepera dari Pangdam XVII Cenderawasih Brigadir Jenderal TNI Sarwo Edhie Wibowo sebagai Ketua Muspida Provinsi Irian Barat tahun 1969,” kata Letkol Meito Datau.

Oleh Presiden Soeharto, pada tahun 1976, Yohanis Kapiyau kembali dianugrahi Bintang Satya Lencana Pepera.

Mendiang Yohanis juga menerima Piagam Penghargaan Menteri Dalam Negeri dan Piagam Penghargaan oleh Ketua Lembaga Pemilihan Umum tahun 1987.

Termasuk menerima Piagam Penghargaan Menteri Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan RI pada tahun 1997.

Dengan segudang prestasi dan penghargaan, selaku Kepala Suku Besar Mimika, Yohanis pun pernah memprakarsai pemberian nama Brigif Raider 20 Ima Jaya Keramo (IJK) dari bahasa Suku Kamoro yang artinya ‘bersama untuk maju’.

Yohanis Kapiyau yang menghabiskan masa tuanya di Timika akhirnya meninggal pada 23 Desember 2011 di usia 79 tahun.

Ia kemudian dimakamkan secara adat Suku Kamoro di wilayah Distrik Mimika Timur.

 

Perubahan Nama Delapan Lanud

Untuk perubahan nama Lanud semuanya ada delapan.

Selain Timika, ada pula dua Lanud di Papua dan lima Lanud lain di Indonesia yang diganti namanya dengan tipenya masing-masing.

Delapan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) yang berubah nama sesuai Surat Keputusan KSAU Nomor KEP/708/VII/2018 yang ditandatangani pada 11 Juli 2018. (lihat tabel)

Terkait pengukuhan pengantian nama sekaligus peresmian perubahan tipe  Lanud  di tiga wilayah di Papua akan dilakukan KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna,SE.MM, yang dipusatkan di Biak hari ini, Rabu (25/7), bersamaan dengan pergantian nama lima lanud lainnya.
Sementara untuk upacara pengkultusan nama Lanud  Yohanis Kapiyau  di Timika  akan rangkai bersamaan dengan Hari Bhakti TNI AU ke 71 Tahun 2018.

Adapun rangkaian kegiatan yang sudah dilaksanakan adalah karya bhakti di makam almarhum Yohanis  Kapiyau pada Senin (23/7) lalu.

Lainnya, penyuluhan dan pengobatan  malaria dan penyakit Hepatitis B baru akan dilaksanakan 26 Juli besok di Distrik Mimika Timur.

Menyusul anjangsana  tanggal 27 Juli  di Mimika Timur.

“Puncak perayaannya adalah upacara adat Tapare Tao pada tanggal 29 Juli 2018, dimulai pukul 17:00 – 01:00 dengan memukul tifa duduk dan mulai pukul 01:00 – 06:00 keesokan harinya pemukulan tifa tanah,” jelas Meito. (zuk)

 

Perubahan Nama Delapan Lanud

Lanud Tipe A

Lanud Jayapura (JAP) menjadi Lanud Silas Papare (SPR)

Lanud Tipe B

Lanud Surabaya (SBY) menjadi Lanud Muljono (MUL)

Lanud Balikpapan (BPP) menjadi Lanud Dhomber (DMB)

Lanud Ngurah Rai (RAI) menjadi Lanud I Gusti Ngurah Rai (RAI)

Lanud Tarakan (TRK) menjadi Lanud Anang Busra (ANB)

Lanud Rembiga (RBA) menjadi Lanud Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainudin (ZAM)

Lanud Merauke (MRE) menjadi Lanud Johannes Abraham Dimara (DMA)

Lanud Tipe C

Lanud Timika (TMK) menjadi Lanud Yohanis Kapiyau (YKU)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.