‘Orang Ende Hidup dalam Filosofi Tiga Warna’

>Pengukuhan Pengurus KKBW Ende-Lio

TIMIKA,TimeX

Kerukunan Keluarga Besar Wuamesu (KKBW) Ende- Lio Kabupaten Mimika menggelar prosesi pengukuhan badan pengurus baru periode 2018-2021 pada Sabtu (28/7).

Acara pengukuhan diawali ibadah yang dipimpin Pater Dominikus Hodo,Pr dilangsungkan di kediaman Antonius Minggu, di Gang Cemara, Kampung Mawokau Jaya-Nawaripi.

Ibadah syukur dan pengukuhan bertema ‘Maise Kita Tiko Ola Ndawi Lima Tau Dedu Naja Nua Ola Kita Leka Tanah Ngata’, ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima jabatan dari ketua KKBW lama ke ketua baru, dan disaksikan oleh seluruh warga Ende-Lio.

Adapun pengurus inti KKBW 2018-2021, Ketua terpilih Klemen W, menggantikan Ansel Gao.

Wakil Ketua Petrus Peso, Sekretaris I, Son dan Sekretaris II, Frans Gare, serta Temi Hugo sebagai Bendahara.

Pengurus inti terpilih di hadapan pastor dan warga, juga mengucapkan janji dan menyatakan komitmen siap menjalankan roda organisasi tiga tahun kedepan dengan penuh tanggung jawab.

Dalam khotbahnya,  Pater Dominikus sesuai pesan Injil Matius, menggaris bawahi kata commitment dalam Bahasa Inggris memiliki dua arti penting, yakni janji dan tanggung jawab.

“Dalam Bahasa Ibrani disebut ‘barit’ artinya antara Allah dan manusia terjalin hubungan sangat istimewa, bukan hubungan alamiah saja,” katanya.

Bahkan Pater Dominikus juga mengajukan satu pertanyaan refleksi, mengapa manusia dengan Allah itu sangat istimewa?.

Jawabnya, karena Allah berdasarkan kasih dan cinta-Nya menciptakan manusia secara istimewa. Karena itu manusia harus pula menanggapi kasih dan cinta Allah secara sungguh-sungguh penuh iman.

“Beriman kepada Allah mesti diwujudkan melalui karya nyata, dalam tugas dan tanggung jawab kita masing-masing. Karena iman tidak disertai perbuatan, hakekatnya adalah iman yang mati,” tegasnya.

Pater Dominikus juga mengajukan pertanyaan kepada pengurus baru tentang makna kata ‘commitment’, mengenai janji iman dan tanggung jawab, telah dan akan berguna bagi Tuhan dan sesama di dalam paguyuban Ende Lio, dan di dalam hidup masyarakat yang heterogen di Timika.

“Pertanyaan ini harus dijawab dalam iman dan pengharapan. Kita berusaha menjawabnya penuh kesadaran bahwa kita para perantau, dan kita berada di tanah orang. Di dalam dunia dan bersama dunia dengan suka dan duka kehidupannya. Dunia yang ditumbuhi ‘ilalang dan gandum’ seperti perumpamaan Yesus dalam Injil-Nya tadi,” jelas Pater Dominikus.

Misionaris asal Adonara, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) menambahkan, dalam dunia dihiasai musuh dan kawan, setan dan malaikat, kejahatan dan kebaikan, benci dan cinta, duka dan cita dan sebagainya.

“Dari semua dinamika situasi dimana kita ada dan hidup, mari kita saling menjaga dan mengasihi, melayani dalam janji iman yang kita hayati dan dalam tanggung jawab yang kita pikul sebagai warga suku, warga gereja, dan warga masyarakat,” serunya.

Pater Domi kerap ia disapa, juga mengapresiasi sikap hidup masyarakat Ende Lio di Mimika karena belum pernah membuat atau terlibat masalah dengan warga suku-suku lain di daerah ini.

“Saya pernah berpikir kalau itu dipengaruhi filsafat Danau Kelimutu. Artinya orang Ende-Lio hidup dalam filosofi danau tiga warna yang tenang, warna merah, putih, dan hijau,” ujarnya.

Warna merah menurut Pater Domi melambangkan keceriaan, hijau (gabungan kuning dan biru) melambangkan kesejukan yang menyejukan dan hitam melambangkan ‘iwa latu’ (tidak ada dalam bahasa Ende-lio).

Yang mengesankan, sebelum mengakhiri khotbahnya, Pater Domi menyanyikan dua lagu Ende-Lio gubahan penyanyi Boby Tunya yang diikuti oleh semua warga, bertitel ‘Kelimutu Sai Nala Mulu, serta Dari Ende ke Wolowaru Lihat Gunung Kelimutu’.

Adapun pesan dari dua lagu tersebut, agar warga Ende- Lio camkan makna danau tiga warna yang telah membentuk filosofi hidup orang Ende Lio.

“Angka tiga melambangkan kesatuan yang tidak terpisahkan, maka teruslah hidup dalam kesatuan. Warna merah membuat Anda penuh keceriaan, warna putih membuat Anda hidup tulus dan bersih, serta warna hijau membuat mempengaruhi hidup menjadi menyejukan bagi orang lain,” tandasnya.

Mantan Ketua KKBW, Ansel Gao, pada kesempatan itu mengajak warga Ende-Lio untuk membangun kebersamaan di perantauan.

“Momen ibadah syukur dan pengukuhan pengurus baru hendaknya menjadi spirit dan motivasi bagi kaum muda maupun seluruh warga untuk aktif mengambil bagian dalam organisasi,” pesan Ansel.

Menurut dia, dalam hidup bersama di tanah rantau, dengan banyaknya harta yang dimiliki tidak menjamin bisa membeli seseorang. Tetapi keaktifan warga di setiap hajatan suka-duka maupun pertemuan rutin warga bulanan sangat dibutuhkan, dan semakin mempererat kebersamaan.

Pasalnya, kehadiran KKBW Ende-Lio sebagai wadah penting dan memiliki peran sosial sangat besar.

Untuk itu, kepada pengurus baru dapat melanjutkan tongkat estafet tiga tahun ke depan dalam naungan Tuhan, sehingga warga benar-benar merasakan manfaat wadah kerukunan ini.

Sementara Klemens W, ketua terpilih berjanji akan mempersatukan seluruh warga Ende-Lio di Mimika. Ia pun membuka diri untuk menjalin kebersamaan, silaturahmi dengan sektor-sektor lain dalam wadah organisasi induk Flobamora di Kabupaten Mimika.

“Saya ajak kita semua bersatu hati, bergandengan tangan dan bersama pengurus memajukan KKBW,” harap Klemen.

Diakhir sambutannya, ia mengungkapkan peribahasa ‘Tak ada gading yang tak retak’ artinya setiap manusia pasti memiliki kekurangan atau kelemahannya masing-masing, sehingga melalui KKBW kita saling melengkapi, mengisi kekurangan dan kelemahan,” tandasnya.

Selanjutnya, Kanisius Gani sesepuh KKBW, menambahkan, kelangsungan kepemimpinan organisasi KKBW yang diikutinya selama ini banyak suka dan duka telah dialami pengurus.

Demi kelangsungan organisasi ini, pesannya, seluruh warga Ende-Lio dalam wadah KKBW harus saling menjaga, merawat hendaknya dijadikan budaya dalam hidup, sebagaimana makna ‘Wuamesu’ warisan leluhur. “Kata Wuamesu juga dimaknai roh dan jiwa orang Ende-Lio, sehingga perlu dijaga bersama,” tukasnya. Puncak acara diakhiri dengan tarian ‘gawi’ bersama. (antonius djuma)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.