Tim P2TP2A Diminta Layani Korban dengan Hati

Syukuran Kantor Baru P2TP2A

TIMIKA,TimeX

Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Mimika pada Jumat (3/8), melaksanakan syukuran kantor baru Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

Kantor P2TP2A dengan status sewa Rumah Toko (Ruko) konstruksi dua lantai berada di Jalan Pendidikan.

Sebelumnya berada di Jalan Ki Hajar Dewantara.

Syukuran sederhana diawali ibadah dipimpin Lenny P, dan Andarias Nauw bertindak sebagai pembawa firman Tuhan dihadiri perwakilan dari Polres Mimika, LSM, Pemuda Peduli Korban Kekerasan.

Andarias Nauw, Kepala Bidang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Perlindungan Anak, melalui pesan firman Tuhan sesuai bacaan Yesaya Pasal 61 : 1, mengentengahkan tentang ‘Roh Tuhan Allah ada padaku, oleh karena Tuhan telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara.

Berpedoman pada nats bacaan  tersebut, Andareas menyerukan kepada tim P2TP2A maupun kepada pemerhati masalah perempuan dan anak adalah orang-orang terpanggil, diurapi dan diutus oleh Allah.

Untuk itu, tugas perutusan dari orang-orang terpanggil  harus bekerja dengan hati melayani orang yang remuk hatinya.

Ia pun memberi spirit motivasi kepada pemuda-pemudi yang bertugas di P2TP2A, bahwa mereka jangan dianggap remeh, sebab telah bertugas dengan gigih mendampingi para korban, baik selama korban dirawat di rumah sakit, maupun di rumah dari trauma dan pulih.

“Sehingga pesan saya lakukan tugas pelayanan dengan iklas dan bertanggungjawab, jangan terpaksa,” tegasnya.

Mantan Kepala Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Mimika juga berpesan kepada petugas P2TP2A berpedoman pada Injil Matius 25:36, yaitu ‘ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; Ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; dan ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku’.

Sementara Alice Irene Wanma, Kepala DP3APPKB Kabupaten Mimika menjelaskan, keberadaan kantor P2TP2A fungsinya memberikan kelancaran dalam pelayanan masyarakat, khususnya korban kekerasan dalam rumah tangga, seksual maupun fisik yang berkaitan dengan perlindungan perempuan dan anak.

Kata Alice kasus kekerasan terhadap anak di Mimika dikategorikan sebagai Kasus Luar Biasa (KLB).

Indikatornya, dalam beberapa pekan terakhir ini korbannya bisa lima orang.

Sesuai data di P2TP2A sejak Januari hingga akhir Juli tercatat ada 20 kasus kekerasan baik terhadap perempuan maupun anak.

Tingginya angka kekerasan ini kata Alice, penyelesaiannya bukan saja jadi tanggung jawab  DP3APPKB semata, tetapi perlunya keterlibatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, termasuk aparat penegak hukum.

Untuk sinergitas kerjasama ini, diakui telah dilaporkan kepada Ausilius You, Sekretaris Daerah (Sekda) Mimika.

Ia pun mengajak 11 personil P2TP2A terus bergandengan tangan, solid dengan saling menghargai dalam menangani permasalahan yang diadukan atau dilapor.

“Dengan kemampuan yang kita miliki harus tetap jalin kerjasama dengan kepolisian, rumah sakit, LSM, kejaksaan maupun pengadilan,” pesannya.

Alice juga mengeluhkan, minimnya dana sehingga program sosialisisasi P2TP2A kepada masyarakat sedikit terkendala.

Harapnya, di 2019 bisa mendapat dukungan dana untuk sosialisasi, sebagai salah satu program meminimalisir kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Harapnya pula, kepada predator-predator anak terus diburu polisi dan secepatnya ditangkap, diproses hukum setimpal perbuatannya sebagai efek jera.

Adapun pernyataan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, bahwa tingkat kekerasan terhadap perempuan dan anak di Papua khusus di Kabupaten Mimika menempati urutan pertama, tentu harus disikapi serius.

Sebab ada faktor kekerasan terhadap anak, yakni kekerasan fisik, psikis, seksual dan verbal. (tio)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.