Wabup Minta Buat Taman Kota Secara Swadaya

OPD Belum Mendukung

Mimika Smart City

TIMIKA,TimeX

Kabupaten Mimika sebagai salah satu dari 25 kabupaten/kota di Indonesia yang terpilih melaksanakan gerakan kota cerdas (smart city) sejak 2017 lalu,  rupanya belum mendapat respon dan dukungan maksimal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika.

Terbukti dari empat kali rapat khusus terkait smart city, termasuk pendampingan bantuan teknis pembuatan master plan (perencanaan), belum adanya keseriusan OPD menyikapi gerakan menuju 100 smart city.

Untuk itu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) yang ditunjuk sebagai leading sector (Sektor Terkemuka) oleh Kemenkominfo dalam mengimplementasikan smart city, berharap mendapat dukungan OPD terkait lingkup Pemkab Mimika.

“OPD terkait harus mendukung mulai dari assessment tahapan perencanaan yang matang, dengan mengikuti perkembangan dan kesiapan daerah yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dalam menerapkan smart city,” demikian diungkapkan Dionisius Mameyauw, Kepala Diskominfo Mimika pada rapat Smart City di lantai 3 Kantor Pusat Pemerintahan, Jumat (31/8).

Rapat khusus membahas Mimika smart city dipimpin langsung Wakil Bupati Mimika, Yohanis Bassang dan dihadiri sejumlah Asisten, Staf Ahli maupun para kepala OPD lingkup Pemkab Mimika.

Pada kesempatan tersebut, Dionisius secara transparan mengkritisi beberapa OPD yang sudah diberi tanggung jawab merealisasikan gerakan menuju Mimika Smart City, namun belum ada respon.

“Misalnya Bappeda, ini sudah ada master plan namun tidak ada tindakan. Bahkan permintaan Wakil Bupati untuk merancang dan membangun taman kota secara sederhanapun sampai saat ini belum ada tindakan nyata,” jelasnya.

Selain Bappeda, Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) juga disoroti terkait pengawasan soal jam buang sampah oleh masyarakat.

“Sampai saat ini saya tidak lihat ada petugas Satpol PP yang jaga di setiap Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang sudah terjadwal mulai jam 06:00 Wit -18.00 WIT. Padahal sesuai kesepakatan rapat bersama, Satpol PP nyatakan siap diberi tanggung jawab tersebut,” ujarnya.

Menurut Dion kerap ia disapa, tugas yang dibebankan merupakan implementasi yang ditindaklanjuti Diskominfo sesuai tugas pokok dan fungsi selaku leading sector menyelenggarakan sistem informasi menuju Mimika smart city.

Dengan menerima penghargaan Mimika Smart City Award 2017 tanggal 15 Nopember tahun lalu, tentunya tidak ada alasan dari OPD terkait, bahwa belum adanya realilasi tanggung jawab karena terbentur masalah anggaran.

“Belum adanya action yang dilakukan OPD karena masalah angagran, menurut saya itu bukan alasan, karena sebelumnya telah dilakukan pertemuan bersama Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di Kantor Bappeda sekaligus menandatangani kesepatakan bersama. Kalau sudah ada kesepakatan, dan masalah anggaran jadi kendala, kami (Diskominfo) akan dorong di APBD Perubahan 2018,” tegasnya.

Yang disayangkannya, hingga kini, rencana pembuatan taman kota, kebersihan maupun penataan kota belum terwujud.

Selain itu, dengan diresmikannya aplikasi Lapor Akai Meno menuju Mimika Smart City, aplikasi ini harus menjadi sentra informasi dan pusat laporan  permasalahan secara online untuk langusng diteruskan kepada instansi terkait untuk tujuan pembangunan Mimika ke depan lebih baik.

Menanggapi belum adanya aksi nyata dari OPD terkait, Wakil Bupati Mimika, Yohanis Bassang pada kesempatan tersebut langsung meminta Wansudin Purba, Staf Ahli Bupati Mimika untuk segera membuat master plan taman kota secara sederhana.

“Kalau master plan taman kotanya sudah ada, nanti dikerjakan atau dibangun secara swadaya dalam waktu dekat. Kerjakan saja apa adanya, OPD yang kita tunjuk bawa bunga atau pohon lalu kita tanam di eks Pasar Swadaya, harus sikapi. Kita juga akan dirikan pondok-pondok sederhana beratapkan daun nipa, juga siapkan bangku-bangku. Intinya kita tata dulu, dan kita akan libatkan pihak BUMN-BUMD termasuk pihak swasta lainnya mendukung karena ini salah satu progres menuju PON 2020,” jelasnya.

Menurut Bassang, permintaan bantuan atau dukungan ke sektor lain dalam mendukung pembuatan taman kota, ini jika Pemkab Mimika terkendala anggaran.

“Intinya kita kerjasama merealisasikan program gerakan menuju Mimika smart city. Pemkab juga akan minta dukungan Freeport, agar program ini terealisasi mulai dari hal kecil,” tukasnya. (a30)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.