Ganja dan Sabu-sabu Didatangkan dari Empat Kota

TIMIKA,TimeX

Sesuai data yang dikantongi Badan Narkoba Nasional Kabupaten (BNNK) Mimika dari hasil pemeriksaan para tersangka, narkoba jenis ganja dan sabu-sabu sejauh ini masuk di Kota Timika didatangkan dari empat kota di Indoensia. Misalnya sabu-sabu itu datangnya dari Jakarta, Makassar dan Surabaya, ganja dari Jayapura.

Hal ini dijelaskan oleh Kompol Mursaling Kepala BNNK Mimika kepada Timika eXpress di ruang kerjanya pada Rabu (29/8).

Masuknya kedua jenis narkotika pengirimannya lewat jasa transportasi udara-pesawat terbang. Tersangka beserta barang buktinya sering diamankan oleh aparat Satnarkoba Polres Mimika maupun BNNK baik saat berada di Bandara Mozes Kilangin atau di tempat pengambilan barang serta saat transaksi di rumah maupun di tempat-tempat tertentu.

“Pengedar inikan mempunyai cara bagaimana masukan barang haram ini ke Timika. Dan tersangka yang kita amankan  ada yang sudah diproses itu berdasarkan laporan dari masyarakat,” katanya.

Sementara untuk pengawasan di pelabuhan itu tetap dilakukan dengan sudah menempatkan anggota bekerjasama instansi terkait bertugas di pelabuhan.

“Memang selama ini belum pernah terdeteksi. Karena kita tahu sendiri penumpang yang turun itukan hampir ribuan orang dengan berbagai bungkusan barang-barang bawaan. Tapi kita tetap lakukan pemantauan,” ungkapnya.

Lebih jauh dijelaskan pula terhitung selama delapan bulan BNNK Mimika sudah menangani enam kasus narkotika.

“Sudah enam kasus yang kita tangani. Di antaranya empat kasus sudah masuk tahap dua, satu kasus itu berkasnya sudah dilimpahkan ke kejaksaan. Dan satunya yang baru kita tangkap masih dalam proses pemeriksaan penyidik,” kata Kompol Mursaling saat dikonfirmasi melalui teleponnya pada Senin (20/8).

Upaya pencegahan masuknya barang haram ini Mursaling selalu menggiatkan sosialisasi setiap bulan baik di lingkungan pendidikan, masyarakat maupun di instansi swasta dan pekerja hingga melayani tes urine.

“Kita belum ada rencana lakukan razia bersinar. Tetapi kita tetap melakukan penyidikan baik di THM maupun di tempat-tempat lain,” ungkapnya.

Sehubungan dengan ini matan Kasat Narkoba Polres Mimika itu mengajak kepada seluruh masyarakat Mimika bekerjasama memberantas narkotika. Karena salah satu kegiatan pencegahan BNN adalah melakukan sosialisasi, memberikan informasi, pencegahan dini  berupa tes urine.

“Jadi kalau ada masyarakat yang melihat atau mendapat informasi adanya kegiatan terlarang ini, maka segera laporkan,” pesannya.

Tidak cuma itu Mursaling menyebutkan sejak Januari hingga memasuki minggu ketiga Agustus 2018 terdapat 18 remaja menjalani rehabilitasi. Hal tersebut diambil untuk mencegah agar mereka tidak lagi terjebak mengkonsumsi barang terlarang tersebut yang dapat merugikan kesehatan dan masa depan.

“Dari jumlah tersebut semuanya dilakukan rawan jalan. Dan rata-rata korban tersebut terjerumus akibat lingkungan,” jelas Kompol Mursaling Kepala BNNK Mimika saat ditemui Timika eXpress di ruang kerjanya, Kamis (23/8).

Mencegah hal ini mantan Kasat Narkoba Polres Mimika itu mengaku pihaknya telah melakukan berbagai cara  supaya warga Mimika tidak sampai bersentuhan dengan barang terlarang tersebut. Namun karena salah bergaul menyebabkan mereka terjerumus.

“Selama dilakukan rehabilitasi, korban memiliki niat yang positif untuk berubah. Dengan begitu, dokter yang khusus untuk rehabilitasi tersebut juga sangat membantu mereka,” katanya.

Ia mengungkapkan warga yang minta direhabilitasi tentunya tidak akan dipidana.

“Kami juga menghimbau agar masyarakat yang direhabilitasi tidak dijauhi, tetapi tetap didampingi sehingga korban ini memiliki semangat dalam melakukan rehab ini,” katanya. (tan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.