KPU Tetapkan 460 DCT Caleg Mimika 2019

TIMIKA, TimeX

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua, resmi menetapkan 460 Daftar Calon Tetap (DCT) Calon Anggota Legislatif (Caleg) pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 di Kabupaten Mimika.

Pleno DCT di ruang rapat KPU Papua, yang dimulai pukul 22:00 WIT Kamis tadi malam dipimpin Ketua KPU Papua, Theodorus Kosay, dan juga komisioner KPU lainnya, yakni Fransiskus Antonius Letsoin, SE,  Tarwinto, S.Pd, M.Si , Zufri Abubakar, SE , Zandra Mambrasar, SH , Diana Dorthea Simbika, S.Sos  dan Melkianus Kambu, S.IP, MM.

Hadir pula satu anggota Komisioner KPU Mimika, Reinhard Gobai, termasuk Bawaslu Mimika.

Sedangkan dari 16 Parpol peserta Pemilu 2019, yang hadir mengikuti pleno penetapan DCT hanya 10 Parpol, sedangkan 6 lainnya tidak hadir tanpa alasan jelas.

Enam Parpol yang tidak hadir, diantaranya Nasdem, PPP, Perindo, Demokrat, PKN dan Partai Garuda.

Sedangkan 10 lainnya yang hadir, adalah Partai PKS,PDIP, PBB, Hanura, PKPI, PSI, Gerindra, Golkar, PAN dan Berkarya.

Kepada pengurus 10 Parpol yang hadir saat itu juga langsung menerima penyerahan SK penetapan DCT dari KPU Papua. Sementara SK penetapan DCT enam Parpol yang tidak hadir belum diserahkan.

Namun penyerahan SK kepada pengurus 10 Parpol tidak langsung dibubuhi cap (stempel) Parpol, lantaran  tidak dibawa pada saat pleno.

“Yang bawa stemple hanya Partai Berkarya, karena lainnya belum sehingga nama-nama DCT Caleg belum bisa kami publis ke media,” jelas Reinhard Gobai kepada Timika eXpress via ponselnya tadi malam.

Terkait proses administrasi kelengkapan DCT, Ketua KPU Papua  telah memerintahkan langsung kepada Reinhard Gobay untuk mengawal penyelesaian penandatangan semua persyaratan dan cap dari 16 Parpol selama 3 hari ke depan hingga tanggal 24 September nanti.

 

Satu Caleg Mundur

Dari penetapan 460 DCT Caleg Mimika 2019, seorang Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) yang telah masuk Daftar Calon Sementara (DCS) di Mimika menyatakan mundur, lantaran tidak disetujui dan didukung sang suami menjadi anggota legislatif.

Dengan demikian, nama Bacaleg perempuan dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini dipastikan tidak masuk dalam Daftar Calon Tetap  (DCT) untuk bertarung pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 di Kabupaten Mimika.

Mundurnya Bacaleg PSI dari Daerah Pemilihan (Dapil) 6, termasuk tidak terakomodirnya kuota 30 persen Caleg perempuan di Dapil 1, menjadi permasalahan yang dihadapi PSI.

Seperti halnya proses penyempurnaan  persyaratan penandatanganan dan cap SK dari 16 Parpol, termasuk PSI juga diberi kesempatan waktu tiga hari untuk mengajukan sengketa dari permasalaan yang dihadapi ke Bawaslu.

“Kami kasih waktu sampai tanggal 24 September untuk proses permasalahan internal Partai  di Bawaslu,” jelas Reinhard.

Kata Reinhard, terkait pencalonan anggota legislative Mimika untuk bertarung pada Pileg 2019, oleh pihaknya sudah melakukan beberapa tahapan, mulai dari verifikasi hingga melakukan komunikasi dengan parpol sejak awal pendaftaran Bacaleg.

“Kalau pun ada perubahan atau kendala yang dihadapi, semuanya mengacu pada Peraturan KPU, sehingga semua tahapan proses berjalan sesuai jadwal yang sudah ditentukan,” tukasnya. (vis/tio)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.