Kita Semua Harus Jadi Pahlawan Ozon

TIMIKA,TimeX

PT Freeport Indonesia (PTFI) melalui Departement Environmental memperingati Hari Ozon  Sedunia, bersamaan memperkenalkan 58 peserta program Alam Lestari angkatan ke XIII (13).

Perkenalan 58 siswa-siswi program Alam Lestari dari hasil seleksi di 29 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Timika, melalui lomba fashion show (peragaan busana) dengan menggunakan barang bekas daur ulang dari aksi 3R (reduce, reuse, recycle).

Peringatan Hari Ozon dan perkenalan Alam Lestari Angkatan XIII dipusatkan Multy Purpose Community Center (MPCC) milik Lembaga Pegnembangan Masyarakat Amungme Kamoro (LPMAK), Kamis (20/9).

Kegiatan tersebut mengusung tema We Are All Ozon Heroes (Kita Semua Pahlawan Ozon), dengan sub tema Environmental Educators (Pendidik Lingkungan).

Hasil akhir dari lomba fashion show 3R, sebagai juara I diraih Kristen EC Dumais, siswa SMP Tabita Sion, menyusul Amiral Amriel Darwis dari SMP Islam Cordova menempati posisi kedua, dan posisi ketiga diraih Fellycia Simanungkalit, siswi SMP Kalam Kudus.

Gesang Setyadi, Manager Departement Environmental PTFI mengatakan, mengurangi ozon bisa dilakukan dengan menanam pohon dan mengolah gas karbondioksida (CO2), atau jalan kaki tanpa harus menggunakan mobil bila jaraknya dekat.

Kata Gesang, peringatan hari ozon adalah bentuk kontribusi Freeport untuk terus menyadarkan komunitas di lingkungan Freeport dan sekitarnya agar lebih peduli dan sadar akan lingkungan.

Karena Freeport yang adalah perusahaan tambang terbesar didunia telah mengganti kulkas dan AC yang lebih ramah lingkungan.

“Kiat semua harus jadi pahlawan ozon. Yang kita lakukan sekarang adalah mengajak semua masyarakat, khususnya di lingkungan Freeport sadar akan lingkungan, dan pada peringatan kali hari ozon sekaligus kami perkenalan Alam Lestari yang sudah berjalan selama 13 tahun,”tutur Gesang.

Menurut Gesang, program Alam Lestari merupakan hasil kerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pendidikan dan PT United Tractors (UT) dan PT Universal Tekno Reksajaya (UTR).

Melalui program Alam Lestari, managemen Environmental PTFI bersama pemerintah setempat ingin memberikan pembekalan atau pemahaman tentang lingkungan sejak masa anak-anak untuk melakukan hal-hal yang baik.

“Kita berharap Alam Lestari yang akan terpilih menjadi Pangeran Alam dan Putri Lestari dan jadi duta-duta lingkungan di sekolahnya masing-masing, lingkungan keluarga dan masyarakat,” katanya.

Meski sulit diukur, lanjut Gesang, program Alam Lestari selama 13 tahun berjalan banyak berdampak positif, uaitu membangkitkan kesadaran akan pentingnya kepedulian dan kecintaan lingkungan sejak usia dini.

Selain itu, peserta Alam Lestari juga harus menjadi motivator atau agen cinta lingkungan bagi keluarga maupun sekolah tempatnya belajar.

Dampak positif lainnya, peserta Alam Lestari juga terlibat kampanye lingkungan, tidaka hanya di lingkungan PTFI, bahkan alumni program ini ada yang menjadi duta UNESCO (Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB).

Lanjut Gesang, jika dibandingkan 10 tahun lalu, sekolah-sekolah di Timika kini jauh lebih bagus karena melalui program ini sudah banyak membantu civitas pendidikan setempat.

Bahkan ada sekolah di Mimika yang sudah meraih perhargaan sekolah Adiwiyata, hasil dari kerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup.

Upaya lain yang juga dilakukan PTFI bersama pihak mitra pada tahun 2000 silam, yaitu menyusun kurikulum yang kini telah dijadikan salah satu modul pembelajaran di SMP. Modul yang dihasilkan juga menjelaskan tentang pengenalan tailing Freeport terhadap pemanasan global dan lainnya.

Sementara, Jefry Deda selaku Sekretaris DLH Mimika mengapresiasi upaya PTFI mengedukasi anak-anak sejak usia dini untuk mencintai bumi dan lingkungannya.

Proses pembelajaran seperti ini cepat atau lambat menjadikan bumi lebih baik demi masa depan anak-anak bangsa.

Menurut Jefry, berkurangnya lapisan ozon menyebabkan musim dingin menjadi bertambah di Kutub Utara.

Ada beberapa bahan perusak lapisan ozon, antara lain CFC (clorofluorokarbon) yang mengandung metachlorofon pada freon kulkas, AC atau bahan pestisida dan senyawa lainnya.

“Pesan kami mulai sekarang harus kurangi pemakaian peralatan teknologi yang merusak ozon. Indonesia merupakan salah satu negara yang berkewajiban melaksanakan program perlindungan lapisan ozon pasca konferensi penandatanganan kesepakatan.

Dan juga Indonesia memiliki komitmen untuk menghapus penggunaan BPO (Bahan Perusak Ozon) yang ditetapkan pada Peraturan Presiden Nomor 33 tahun 2005,” kata Jefry.

Dengan mengusung tema we are all ozon heroes, sambung Jefry, semua masyarakat harus menjadi pahlawan ozon.

“Semua pihak yang ambil bagian dalam partisipasi menjaga dan melindungi lapisan ozon dengan caranya masing-masing seperti mengurangi penggunaan BPO dengan bahan yang lebih ramah lingkungan agar lapisan ozon tetap terjaga dan tetap Lestari.

Ia menambahkan, selain program Alam Lestari, Departement Environmental PTFI juga rutin menggelar lomba kebersihan sekolah.

Dimana tahun ini SMP YPK Ebenhaezer menjadi juara sekolah terbersih, menyusul SMP Katolik Santa Maria dan SMP Integral Hidayatullah.

Pada peringatan Hari Ozon, juga dilakukan aksi lingkungan, yakni penanaman pohon di lingkungan MPCC. (san)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.