Dubes Amerika: Freeport Telah Berkontribusi Besar untuk Indonesia

  • Dukung Divestasi Saham Freeport
  • Kunjungan yang Berkesan
TIMIKA,TimeX Hadirnya tambang raksasa milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di tanah Amungsa, tepatnya digunung Nemangkawi Bumi Cenderawasih-Papua telah memberikan kontribusi positif yang besar bagi Bangsa Indonesia, termasuk Papua.

Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph R. Donovan Jr.

TIMIKA,TimeX

Hadirnya tambang raksasa milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di tanah Amungsa, tepatnya digunung Nemangkawi Bumi Cenderawasih-Papua telah memberikan kontribusi positif  yang besar bagi  Bangsa Indonesia, termasuk Papua.

Hal ini diungkapkan oleh Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat untuk Indonesia,  Joseph R. Donovan Jr, disela-sela kunjungannya ke Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM), Senin (24/9).

“Yang saya pelajari, dari tahun 1992 sampai 2017, Freeport telah memberikan sumbangsih senilai lebih dari Rp23 triliun untuk pengembangan masyarakat, khususnya masyarakat Amungme Kamoro di Timika serta lima suku kekerabatan dan rakyat Papua,” tuturnya.

Tidak hanya itu,  PT Freeport Indonesia pun telah telah memberikan sumbangsih kepada Pemerintah Indonesia dalam bentuk pajak dan royalti maupun deviden senilai Rp256 triliun.

Bahkan di Tembagapura, Freeport secara khusus telah memberikan sebanyak 10 ribu beasiswa untuk masyarakat Papua melanjutkan studi bukan hanya di kota studi di Indonesia tetapi juga di kota studi luar negeri.

“Jadi saya katakan Freeport telah memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Dukung Divestasi Saham Freeport

Tidak hanya itu, Joseph R. Donovan Jr pun menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Presiden Indonesia, Joko Widodo terkait divestasi saham PT Freeport Indonesia sebesar 51 persen.
Ia mengatakan, apa yang telah dikehendaki oleh Presiden Joko Widodo menganai divestasi perusahaan Amerika tersebut merupakan solusi yang saling menguntungkan semua pihak termasuk pemilik saham Freeport.
“Presiden Joko Widodo telah memberikan win-win solution yang saling menguntungkan kepada masyarakat Papua, masyarakat Indonesia dan pemilik saham Freeport dan saya sangat setuju,” kata Donovan.

Menurut Donovan,banyak perusahaan di Amerika yang tertarik untuk berinvestasi di Indonesia secara keseluruhan maupun di Papua secara khusus.
Namun, hal tersebut juga tergantung dari Pemerintah Indonesia yang bisa menciptakan lingkungan yang baik sehingga perusahaan-perusahaan itu bisa mendapat keuntungan yang sesuai.
Selain itu, kepastian kontrak bagi perusahaan-perusahaan Amerika di Indonesia harus konsisten dan peraturan yang adil.

Jika ada perubahan maka dilakukan secara transparan.

“Kalau pemerintah Indonesia bertindak adil terhadap perusahaan-perusahaan Amerika yang sudah ada di sini maka tentu banyak perusahaan Amerika lainnya akan tertatik berinvestasi di sini,” ujarnya.
Ia menambahkan, bahwa Inbonesia secara umum dan Papua khususnya memiliki keunggulan potensi  sumber daya alam yang bisa dijadikan tempat investasi, dengan pesona alam Indonesia yang indah dan unik.

Kunjungan yang Berkesan

Bahkan, Dubes Joseph R. Donovan Jr tidak menampik bahwa kunjungan perdananya ke tanah Amungsa Bumi Kamoro sangat berkesan.

Ia pun mengaku belajar banyak tentang kondisi di Timika, Distrik Tembagapura selama melakukan serangkaian kunjungan kerja di Timika, sejak tanggal 21-24 September 2018.
Dalam kunjungannya selama empat hari tersebut sejumlah agenda telah dilaksanakannya mulai dari pertemuan dengan peserta AMINEF, tokoh masyarakat Amungme dan Kamoro sebagai pemilik hak ulayat di Timika, dan juga Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro (LPMAK) sebagai lembaga mitra PT Freeport Indonesia.

Termasuk pertemuannya dengan pejabat TNI dan Polri di Timika.
Ia pun berkesempatan menunjungi pusat reklamasi milik PTFI di mile 21, mengunjungi Institut Pertambangan Nemangkawi sebagai pusat pelatihan karyawan Freeport di area Kuala Kencana.

Lainya, mengunjungi karyawan Freeport Indonesia asal Amerika Serikat di Tembagapura dan kunjungan terakhir Senin kemarin ke Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) milik LPMAK.

“Secara personal, saya mengapresiasi karena bisa menyaksikan langsung kompleksitas operasional tambang PT Freeport di Tembagapura. Saya juga lihat interaksi karyawan asal negara Amerika Serikat bekerja sama dengan karyawan orang asli Papua di tambang Freeport. Kebanggaan saya karena mereka (warga Negara Amerika) diterima kehadirannya olah orang asli Papua,” ujarnya.

Dikatakan pula, gambaran tersebut dari kunjungannya ke Tembagapura, Minggu (23/9), hampir terjadi di semua perusahaan Amerika yang beroperasi di Indonesia yaitu WNA asal Amerika memiliki hubungan yang baik dengan masyarakat lokal setempat melalui berbagai kegiatan yang dilakukan seperti pelatihan dan pendidikan. (zuk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.