AO Akui Bunuh Istrinya

Foto: Rina/TimeX

REKONSTRUKSI – Aparat penyidik rekonstruksi kasus pembunuhan di PT PAL pada Jumat (6/7).

 

TIMIKA,TimeXs

AO (48) pelaku pembunuhan terhadap Beata Awiyuta (35) istrinya mengakui dengan jujur atas perbuatannya bahwa dirinya yang membunuh istrinya. Pengakuan ini terdakwa sampaikan di hadapan Majelis Hakim dalam sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Negeri Mimika pada Kamis 94/10).

“Kasus pembunuhan istri oleh suami yang terjadi pada Bulan Juli 2018 memasuki agenda pemeriksaan terdakwa,” tulis Yoseph Temorubun kuasa hukum terdakwa kepada Timika eXpress dalam rilisnya pada Kamis (4/10) malam.

Yoseph menjelaskan sesuai Berita Acara Perkara (BAP) yang ditanganinya menunjukan bahwa kasusnya bermula saat terdakwa bersama istrinya ke kota menerima gaji. Setelah terima uang terdakwa meminta istrinya untuk memberikan sejumlah uang guna membeli minuman keras.

Istinya kemudian menyerahkan uang senilai Rp200.000. Setelah itu istrinya duluan kembali ke PT PAL sedangkan terdakwa bersama beberapa  karyawan PT PAL lainnya masih di kota membeli minuman. Setelah selesai terdakawa konsumsi bersama teman-temannya dan pulang bersama teman-temannya ke tempat kerjanya di PT PAL sudah dalam keadaan mabuk.

Dari kota lanjut Yoseph mereka membawa minuman alkohol. Setelah tiba di PT PAL minuman yang dibawa ternyata di-sweeping.  Sesuai BAP itu bahwa kejadian tersebut bermula pelaku datang dari Timika hendak ke rumah pada Rabu ( 6/7) sekira pukul 19.00 WIT dalam kondisi mabuk.

Sesampai di depan rumahnya pelaku mengambil sebuah batu lalu melempar mengenai salah satu jendela rumahnya.

Kaget mendengar bunyi batu korban yang ada dalam rumah bersama anak-anaknya merasa takut. Kemudian membawa anaknya pergi meninggalkan rumah melewati pintu belakang menuju rumah Ageta Mukaokeyau orangtuanya yang letaknya tidak jauh.

Pada pukul 20.00 WIT pelaku kemudian  pergi ke rumah Ageta Mukaokeyau dengan maksud ingin menanyakan keberadaan korban.

Namun saksi menyampaikan bahwa dirinya tidak mengetahui keberadaan korban.

Mendengar hal tersebut pelaku tetap mencari korban di sekitar rumah tetangganya. Lagi-lagi tidak menemukan hingga akhirnya ia kembali ke rumahnya.

Keesokan paginya sekira pukul 01.30 WIT, pelaku kembali mendatangi rumah  saksi untuk menjemput dan membawa kedua anaknya untuk menidurkan di dalam kamar. Pada pukul 02.00 WIT ketika pelaku duduk sambil merokok di depan teras rumah, ia melihat korban keluar dari hutan di belakang rumah saksi.

Pelaku kemudian mengejar dan menemukan korban di dalam hutan. Ia pun kemudian memegang tangannya untuk mengajak pulang ke rumah.

Setibanya di rumah keduanya langsung duduk berhadapan. Pelaku bertanya kepada korban. Untuk apa masuk ke dalam hutan? Namun korban tidak menjawab. Pelaku berdiri dan melihat celana bagian depan korban terobek. Pelaku menanyakan mengapa celana tersebut robek. Akan tetapi korban pun tetap tidak menjawab.

Saking emosinya, pelaku memukul berulang kali ke wajah korban. Menendang korban berulang kali ke lengan kiri dan juga di bagian rusuk kiri korban.

Pelakupun membenturkan   kepala bagian depan dan belakang korban berulang kali ke dinding kamar.

Setelah puas menganiaya, pelaku kembali ke depan rumah sambil merokok. Dan tidak lama kemudian pelaku masuk dalam kamar untuk tidur, sementara korban masih duduk di tempat.

Sekira pukul 04.00 WIT, pelaku terbangun melihat korban tidur terlentang di ruang tamu. Ia berusaha membangunkan korban namun korban tidak menjawab bahkan sudah tidak bergerak.

Ia pun melihat banyak darah di pakaian korban. Pelaku kemudian dengan cepat mengganti pakaian korban. Sekira pukul 06.00 WIT pelaku membangunkan anaknya Stanislaus Omaniyau untuk berteriak memanggil Ageta Mukaokeyau.

Mendengar suara itu, Ageta Mukaokeyau bersama Maria M Omaniyau datang ke TKP. Keduanya melihat korban sudah tidak bergerak. Selang beberapa menit tiba juga Julius Ayhuan dan Riki Pilemon Rumbiak bersama warga lain datang menyaksikan kondisi korban.

Yoseph menambahkan dalam sidang itu Jaksa Penuntut Umum menghadirkan saksi Securiti PT PAL tiga orang, mertua terdakwa, dua orang anak terdakwa.

Dalam keterangan saksi bahwa melihat korban sudah meninggal dunia akibat tindakan penganiyaan yang dilakukan terdakwa. Bahkan dalam keterangan saksi-saksi  terdakwa mengakui perbuatannya. Sidang ini baru dilanjutkan pada Kamis (11/10) pekan depan dengan agenda penuntutan JPU. (tio)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.