Susan: RSUD Baru Klaim Pembayaran Rp1,2 Miliar

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Timika, Susan G Gasperz menyatakan, bahwa pengajuan klaim pembayaran jaminan peserta BPJS Kesehatan yang diajukan pihak RSUD Mimika baru sebesar Rp1,2 miliar untuk Bulan April 2018

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Timika, Susan G Gasperz

TIMIKA,TimeX

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Timika, Susan G Gasperz menyatakan, bahwa pengajuan klaim pembayaran jaminan peserta BPJS Kesehatan yang diajukan pihak RSUD Mimika baru sebesar Rp1,2 miliar untuk Bulan April 2018.

Pernyataan ini, kata Susan sekaligus mengklarifikasi bahwa pihaknya tidak menunggak pembayaran ke RSUD Timika sebesar Rp9 miliar hingga September 2018.

“Jadi kami tidak menunggak pembayaran ke RSUD senilai itu, sebab klaim pembayaran yang diajukan oleh RSUD hanya untuk Bulan April,” kata Susan kepada Timika eXpress, Jumat  (5/10) sekaligus menanggapi pernyataan dr.Evelyn Pasaribu, Direktur RSUD Timika.

Katanya, berdasarkan data terakhir pengecekan klaim dari RSUD yang sudah diverifikasi dan siap dibayarkan pihak BPJS Kesehatan  Cabang Timika hanya untuk Bulan April 2018.

“Artinya dari efiden klaim yang diajukan diikuti dengan proses verifikasi lalu dibayarkan. Yang tersisa Bulan Mei-September 2018 bukan merupakan tunggakan, sebab belum ada pengajuan, ini sistem,” jelas Susan.

Terkait klaim pembayaran jaminan peserta BPJS Kesehatan dari pihak rumah sakit maupun mitra lainnya, bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, meliputi klaim yang siap dibayar dan klaim yang diajukan oleh pihak rumah sakit atau dokter keluarga.

Pasalnya, BPJS Kesehatan Cabang Timika menjalin kerjasama dengan empat rumah sakit,  yakni RSUD, RS Kasih Herlina, Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) dan RS Tembagapura.

Namun, khusus RS Tembagapura, kepesertaan yang  dijamin BPJS Kesehtaan adalah pekerja PT Freeport Indonesia dan 10 kontraktor besar bisa mendapat akses langusng di RS Tembagapura.

Terkait hal tersebut, lanjut Susan, pihaknya pun sudah melakukan konfirmasi ke bagian pengkodingan RSUD Mimika, dan mengenai efiden klaim yang belum diajukan, katanya masih dalam proses.

“Saya mau tegaskan kalau kami belum terima klaim, jelas tidak bisa serta-merta dibilang tunggakan. Biasanya setelah kami terima klaim, proses verifikasinya hanya  15 hari kerja setelahnya dibayarkan. Seandainya kami terima klaim lengkap maka kami bayarkan sesuai klaim tanpa adanya tunggakan,”tegasnya.

Susan pun mempertanyakan Rp9 miliar tunggakan itu dari mana?, Karena BPJS Kesehatan belum menerima pengajuan klaim dari RSUD senilai itu.

“Bisa saja klaimnya lebih dari Rp9 miliar atau bahkan bisa saja hanya Rp6 atau 7 miliar yang harus dibayarkan, sebab total klaim yang dibayarkan BPJS Kesehatan ke RSUD perbulannya bersifat fluktuatif, tergantung banyaknya pasien dan jenis penyakit pengguna jaminan BPJS.

Katanya lagi, terkait kerjasama dengan tiga rumah sakit lainnya, khusus RSMM yang pelayanan jasa medis Bulan Agustus, maka pengajuan klaimnya baru dimaksukan pada Bulan September atau Oktober, disebut emin dua.

Sedangkan untuk RS Kasih Herlina dan Tembagapura dari pelayanan Bulan September, maka Bulan Oktober langsung serahkan klaim.

“BPJS Kesehatan menerima klaim satu bulan setelah pelayanan untuk diverifikasi dan dibayarkan, seperti yang dilakukan Rumah Kakit Kasih Herlina dan Tembagapura,” imbuhnya. (san)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.