HUT ke-22 Mimika Sederhana, Dibacakan Sejarah Terbentuknya Kabupaten Mimika

FOTO:INDRI/TIMEX

POTONG TUMPENG-Sekda Mimika Ausilius You saat memimpin pemotongan tumpeng pada perayaan HUT ke-22 Kabupaten Mimika di Kantor Pusat Pemerintahan SP3, Senin (8/10).

 TIMIKA,TimeX

Peringatan sekaligus perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 22 Kabupaten Mimika di Kantor Pusat Pemerintahan SP3, Senin (8/10) berlangsung sederhana tanpa melibatkan masyarakat.

Bahkan pada perayaan hari bersejarah ini, tanpa kehadiran dua pucuk pimpinan daerah, yaitu Bupati Mimika, Eltinus  Omaleng dan Wakil Bupati (Wabup) Yohanis Bassang.

Momentum peringatan hari jadi ke-22 Kabupaten Mimika melalui gelar upacara bendera, dan pemotongan tumpeng dan jamuan kasih bersama di lobi Kantor Pusat Pemerintahan.

Jalannya upacara dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Mimika, Ausilius You selaku Inspektur Upcara (Irup).

Sedangkan Septinus Marandof  bertindak selaku Komandan Upacara (Danup).

Hadir pula Ketua DPRD Mimika Elminus B Mom, Kapolres AKBP Agung Marlianto, Dandim 1710 Letkol Inf Pio L. Nainggolan, Kajari Mimika Ferry Herlius serta pimpinan TNI-Polri lainnya.

Selain tanpa gelaran rangkaian acara, jalannya upacara pun dibawah guyuran hujan lebat hingga peserta upacara, mulai kalangan ASN  hingga pelajar sekolah sempat membubarkan diri.

Namun, dari atas mimbar Irup, Sekda You menyerukan kepada peserta upacara untuk menghormati jalannya upacara.

“Hei, jangan keluar barisan. Hormati upacara, kembali masuk barisan dan bertahan sampai selesai. Satpol PP jaga,” tegas mantan Karetaker Bupati Mimika yang sebelumnya sempat berang.

Pada kesempatan itu pula, Sekda You kerap ia disapa menerangkan, ketidakhadiran Bupati dan Wakil Bupati Mimika pada HUT Mimika kali ini karena sedang melakukan tugas kedinasan di luar daerah.

Namun, You tidak menjelaskan detail urgensi tugas yang dilaksanakan sehingga kedua pucuk pimpinan daerah absen pada momen penting dan bersejarah ini.

Selain itu, ketika disinggung bahwa perayaan HUT Mimika terkesan sederhana tanpa melibatkan masyarakat, You menjelaskan bahwa tidak ada kegiatan untuk menyemarakan HUT Mimika kali ini, sebaba pembentukan pantia HUT baru beberapa minggu lalu.

Kendati demikian, mantan Asisten III Setda Mimika berharap momen HUT Mimika kali ini menjadi refleksi buat semua elemen masyarakat dalam tugas, tanggung jawab dan karyanya masing-masing

Tanpa amanat nupati, Sekda dalam sambutannya, mengajak seluruh masyarakat melihat kilas balik Pembangunan Kabupaten Mimika.

Bahwa hingga kini masih banyak agenda-agenda pembangunan yang belum terwujud, ke depannya menjadi bahan evaluasi yang dipilah-pilah agar menjadi pertumbuhan yang positif.

“Melihat fakta sejarah, pastinya kita bersyukur karena melalui kerja sama Pemda, stakholder dan masyarakat,  secara perlahan pertumbuhan pembangunan di Mimika terus meningkat,” ujarnya.

Adapun keberhasilan yang dicapai karena soliditas seluruh jajaran birokrasi, termasuk dukungan seluruh elemen masyarakat. Karena tanpa birokrasi yang kompeten serta loyal, dan profesioanl, prestasi pemerintahan tidak akan mungkin terukir dan meretas dalam perjalan pembangunan di tanah Amungsa.

“Mari lewat momentum HUT Mimika kita mamfaatkan konsep-konsep pembangunan dengan menjaga persatuan dan kesatuan, kebersamaan, kerukunan antara seluruh elemen masyarakat dalam pembangunan berkelanjutan demi mewujudkan masyarakat Mimika yang maju, aman, damai dan sejahtera berlandaskan semangat Eme Neme Yauware,” tandasnya.

 

Latar Belakang Sejarah

Pada puncak perayaan HUT Mimika ke-22, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan  Setda Mimika, Demianus Katiop membacakan latar belakang sejarah pertumbuhan Kabupaten Fakfak hingga terbentuknya Kabupaten Mimika.

Dimulai dari masa pemerintahan Belanda yang berlangsung dari 1896 hingga 1962.

Pada 28 September 1989 Pemerintah Belanda mendirikan pos pemerintahan   setempat ‘Hafold Van Plaatselijke Pestuur’ yang berkedudukan di Kota Fakfak.

Perkembangan pos pemerintahan tesebut begitu pesat dan mempunyai prospek masa depan yang cerah, maka pada tahun 1901 pemerintahan Belanda status menjadi keresidenan dengan Fakfak sebagai ibu kota.

Dengan perubahan status, serta untuk kelancaran tugas seorang residen ditengah luasnya wilayah dengan keterbatasan fasilitas pada saat itu, maka afdeeling (pemerintahan) dimekarkan menjadi onder Afdeeling (di bawah pemerintahan).

Sehingga dibentuk tiga onder afdeeling, yaitu onder  afdeeling  dengan Fakfak dengan Ibu Kota Fakfak yang membawahi distrik Fakfak, Kokonao dan Babo.

Kedua, onder  afdeeling Kaimana dengan Ibu Kota Kainama yang membawahi Distrik Kaimana, Teluk Arguni dan Teluk Etna.

Serta  onder  afdeeling Mimika dengan Ibu Kota Kokonao (kota tua) yang membawahi Distrik Mimika Barat dan Mimika Timur.

Masa Pemerintahan RI

Setelah penyerahan dari UNTEA (United Nations Temporary Executive Authority), yakni  sebuah badan pelaksana sementara PBB yang berada di bawah kekuasaan Sekretaris Jendral PBB, kepada Pemerintahan RI pada 1 Mei 1963, maka tugas-tugas sepenuhnya dilaksanakan Pemerintahan RI.

“Ada empat tugas utama yang mendesak, pertama, mengadakan tertib admintrasi keresidenan agar sesuai dengan tatahan pemerintahan di tanah air Indopnesia.

Kedua, menanamkan rasa solidaritas selaku abdi negara serta abdi masyarakat agar sesuai dengan tata pemerintahan di tanah air Indonesia.

Ketiga, menanamkan rasa solidaritas dan semangat kerja kepada setiap pegawai selaku abdi negara serta abdi masyarakat agar setia kepada pemerintah republik Indonesia.

Keempat, menanamkan rasa cinta tanah air, jiwa persatuan dan kesatuan kepada putra-putri Indonesia asal Irian Jaya.

Dengan selesainya pelaksanaan Penetuan Pendapat Rakyat (Pepera) maka secara de facto dan de jure Provinsi Irian Jaya telah menjadi bagian integral dari NKRI.

Sejak itu pula Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat (DATI) II Fakfak mulai megarahkan kegiatan dalam melaksanakan Pembangunan Lima (5) Tahun (Pelita) tahap1.

Pada Pelita tahap pertama 21 Septemer 1969, masyarakat Kabupaten Admintrasi Fakfak mendapat kunjungan kerja dari Presiden RI.

 

Pembentukan Kabupaten Mimika

Pada awal mula Kabupaten Mimika adalah bagain dari Kabupten Fakfak yang meliputis tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Agimuga, Mimika Barat dan Mimika Timur.

Menyusul pada tahun 1996, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor  54 tahun 1996 tentang pembentukan Kabupten Mimika di bawah wilayah Provinsi Daerah Tingkat 1 Irian Jaya, pada saat itu disebut sebagai kabupaten admintasi.

Hal ini ditetapkan dan diundangkan pada 12 Agustus 1996, dan pada saat dikeluarkan Peraturan Pemerintah ini, belum ada penjabat bupati  yang diangkat.

Setelahnya, tanggal 8 Oktober 1996 berdasrkan berita acara pengambilan janji jabatan Bupati Kabupaten Mimika, Provinsi Tingkat I Irian Jaya terhadap Drs. Titus O. Potereyauw ( NIP 640001717),  telah dilasanakan pengambilan janji jabatan Bupati Kabupaten Mimika oleh Mendagri Mohamad Yogie ,S.M sesuai dengan Keputusan Mendagri Nomor 812.121.2-30078.

Dasar keputusan itu menyataka Drs. Titus Potereyauw menjabat sebagai Bupati Mimika hingga tahun 2001.

Kemudian pada tahun 1999, berdasarkan UU Nomor 45 tahun 1999 tentang pembentukan Provinsi Irian Jaya Tengah, Provinsi Irian Jaya Barat, Kabupaten Paniai, Kabupaten Mimika, Kabupaten Puncak Jaya, dan Kota Sorong, maka sejak itu Kabupaten Mimika telah menjadi kabupaten definitif.

Kemudian pada 15 November 2010 saat masa jabatan Bupati Klemen Tinal,SE.,MM, telah diundangkan dalam Peraturan Daerah (Perda) No 12 tahun 2010 tentang hari jadi Kabupaten Mimika   yang ditetapkan pada 18 Maret 2001.

Hal ini bedasrkan peresmian oleh Gubernur Provinsi Papua Drs. Jap Salosa,M.Si.

Setelah berjalan cukup lama, pada tanggal 12 Maret 2016 kembali diadakan rapat yang dipimpin langsung Bupati Mimika, Eltinus Omaleng.

Rapat saat itu dihadiri Sekretaris Daerah Mimika, Ketua dan anggota DPRD Mimika, tokoh masyarakat, ketua-ketua kerukunan, pimpinan SKPD, termasuk hadir Bupati Mimika pertama Drs. Titus Potereyauw dan Athanasius Allo Rafra selaku Karetaker Bupati Mimika 2008, melangsungkan rapat dengan agenda pelurusan sejarah hari jadi kabupaten Mimika.

Hasil dari rapat, disepakati hari jadi Kabupaten Mimika terhitung sejak tanggal 8 Oktober 1996, sesuai berita acara pengambilan janji jabatan Bupati Kabupaten Mimika.

Dasar itu kemudian Bupati Mimika Eltinus Omaleng mengusulkan perubahan Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2010 tentang hari jadi kabupaten Mimika kepada DPRD Kabupaten Mimika yang semula ditetapkan pada tanggal 18 maret 2001, diluruskan menjadi tanggal 8 Oktober 1996.

Perubahan hari jadi kabupaten Mimika lantas mendapat persetujuan DPRD Mimika pada rapat paripurna pembahasan Raperda Non APBD tanggal 27 September 2017.

Untuk itu, setiap tahunnya pada tanggal 8 Oktober menjadi HUT Kabupaten Mimika. (a30)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.