Di Mapurujaya Marak Dijual Produk Kadaluarsa

TIMIKA,TimeX

Tim Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) membeberkan dari hasil Inspeksi Mendadak (Sidak) di Mapurujaya, masih banyak dijual produk makanan dan minuman kadaluarsa.

Kenyataan ini jelas mengancam warga di Distrik Mimika Timur, sebab dari hasil Sidak di kios-kios milik warga pedagang di Distrik Mimika Timur, berhasil disita  lebih 1 ton produk makanan dan minuman kadaluarsa.

“Dari hasil Sidak sebelum Hari Raya Idul Fitri 2018 lalu hingga beberapa waktu terakhir, banyak kami dapati produk Sembako dan makanan ringan tanpa tanggal kadaluarsa. Termasuk minuman segar yang masih di jual meski sudah melewati masa berlakunya”.

Demikian ungkap Inosensius Yoga Pribadi, Sekretaris Disperindag Mimika saat diwawancarai Timika eXpress di Graha Eme Neme Yauware, Selasa kemarin.

Sayangnya, meski telah mengamankan 1 ton lebih produk makanan maupun minuman serta popok bayi yang sudah kadaluarsa namun masiih diperdagangkan, pedagang kiosnya tidak disanksi.

Menurut Inosensius, pihaknya hanya memberikan peringatan keras atas pelanggaran peredaran makanandan minuman kedaluarsa.

“Kepada pemilik kiosnya kami kash peringatan dan pembinaan supaya tidak mengulangi perbuatan serupa,” tegasnya.

Selain di Mapurujaya, tim Disperindag juga melakukan  Sidak di Distrik Wania.

Namun temuan barang kadalurasa tidak sebanyak di Mapurujaya.

Dengan mengamankan lebih 1 ton barang kadaluarsa, meliputi 12 bahan pokok (Bapok), pihak Disperindag juga menyita  produk sandang berupa Barang Dalam Kemasan (BDK) di beberapa kios yang seharunya tidak boleh dijual eceran.

“Yang kami temukan ada pampaers (popok bayi) dijual eceran, dimana konsumen tidak mengetahui masa berlakunya. Jelas ini melanggar undang-undang konsumen,” katanya.

Masih maraknya peredaran barang kadaluarsa, hal ini dipengaruhi minimnya pengetahuan masyarakat sehingga dimainkan atau dimanfaatkan para pedagang, apalagi jarak tempuh dari Mapurujaya ke Timika cukup jauh.

“Kondisi ini sehingga sebagian pedagang memafaatkan ketidak tahuan warga dengan seenaknya menjual barang kadaluarsa demi mendapatkan untung,” katanya miris.

Ia menyadari agar masyarakat tidak terjebak praktik ilegal para pedagang di Mapurujaya, maka perlunya sosialisasi, sehingga masyarakat setempat mengetahui dampak jika mengkonsumsi barang kadaluarsa.

Termasuk pedagang yang menjual barang harus jujur kepada masyarakat.

“Kalau masa berlakunya sudah berakhir jangan di jual. Karena ada ketentuan tiga bulan sebelum masa belaku habis, appaun produknya harus ditarik sehingga  konsumen tidak dirugikan,” tambahnya.

Hal utama menjadi perhatian masyarakat adalah memastikan masa berlaku dari produk sebelum dibeli.

“Ada banyak warga saat sidak mengaku waktu beli mereka tidak perhatikan tanggal kadaluarsa, mereka beli saja, dan pedagang karena tidak mau rugi jual saja begitu,” katanya lagi.

Dari temuan saat sidak, pihaknya pun sudah melakukan koordinasi sinergi dengan dinas terkait, Satpol PP, bila ada pedagang yang ketahun menjual produk kadaluarsa, maka akan diproses hukum.

“Pelanggar undang-undang perlindungan konsumen khususnya para pedagang yang mengedarkan produk tidak memenuhi standar kesehatan termask kadaluarsa, kami proses hukum,” tegasnya lagi.

Adapun 1 ton lebih barang-barang kadaluarsa yang kini diamankan di Disperindag akan dimuskan, namun waktu pastinya akan ditentukan.

“Biasanya proses pemusnahan barang produk kadaluarsa kami lakukan setiap satu tahun sekali, Seperti saat ini banyak barang kadaluarsa yang terkumpul adalah Sembako. Yang jelas pemusnahannya tunggu petunjuk Kadis,” imbuhnya. (a30)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.