11 Relawan dan 20 Ton Bantuan Diberangkatkan ke Sulteng

TIMIKA,TimeX Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika secara resmi melepas dan memberangkatkan 11 Relawan Eme Neme Yauware Mimika Peduli Sulawesi Tengah (Sulteng), Kamis (11/10).

Foto : Shanty/TimeX
PELEPASAN-Asisten I Setda Mimika, Demianus Katiop menggunting pita pada mobil truk yang mengangkut bantuan non tunai menandai pelepasan tim relawan dan pemberangkatan bantuan ke Palu di Graha Eme Neme Yauware, Kamis (11/10).

 

 

TIMIKA,TimeX

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika secara resmi melepas dan memberangkatkan 11 Relawan Eme Neme Yauware Mimika Peduli Sulawesi Tengah (Sulteng), Kamis (11/10).

Prosesi pelepasan oleh Demianus Katiop selaku Asisten I Bidang Pemerintahan Setkab Mimika dilangsungkan di pelataran Graha Eme Neme Yauware, dihadiri Forkopinda dan pihak Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Demianus Katiop pada prosesi pelepasan tim relawan dan bantuan non tunai ditandai dengan pengguntingan pita pada mobil truk yang mengangkut bantuan non tunai.

Tim relawan  asal Timika yang membawa donasi bantuan tunia dan non tunai seberat 20 ton dari Timika ke Pelabuhan Pomako diangkut menggunakan tujuh mobil truk.

Selanjutnya diangkut dengan menggunakan kapal kargo milik PT Salam Pasific Indonesia Lines (SPIL) ke Palu untuk membantu korban gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala.

Selain bantuan non tunai berupa Sembako, pakaian layak pakai, perlengkapan bayi dan kebutuhan lain, juga dilakukan penggalangan dana yang dikoordinir Baznas Mimika bekerjasama dengan 230 Organisasi Massa (Ormas).

Adapun besaran bantuan tunai yang akan disalurkan melalui Baznas yang dihimpun 230 Ormas, instansi dan masyarakat Mimika sebesar Rp1.395.038.000.

Jumlah bantuan tersebut, ditambahkan Rp20 juta dari TNI-Polri yang diserahkan langsung AKBP Agung Marlianto, Kapolres Mimika kepada Ustad Umar Habib, Ketua Baznas Timika di sela-sela pelepasan tim relawan kemarin.

Demianus Katiop dalam sambutannya mengatakan, bantuan yang diberikan ini melambangkan semangat Eme Neme Yauware warga Mimika di tanah Amungsa.

“Kami pemerintah sangat apresiasi, karena tidak hanya menggalang sumbangan dari masyarakat, tetapi ada gelar doa bersama merupakan bentuk dukungan moril bagi masyarakat korban gempa bumi dan tsunami di Palu,” katanya.

Demianus menambahkan, adapun donasi bantuan  dari Pemerintah Provinsi Papua sebesar Rp4 miliar, termasuk Pemkab Mimika menyumbang Rp200 juta dari angka tersebut.

Ia berharap, seluruh donasi bantuan dari masyarakat Mimika yang dibawa 11 tim relawan bisa mengurangi beban dan melengkapi kebutuhan warga korban gempa dan tsunami di Palu.

Sementara, Ustad Umar Habib pada kesempatan yang sama mengatakan, 11 relawan yang diutus ke Palu terdiri dari dua orang ustadz untuk memberikan penguatan iman kepada warga Palu, satu dokter, tim humas, dan relawan untuk akomodasi transportasi.

“Tim relawan nanti akan berada di Palu sampai tanggal 20 Oktober. Termasuk memastikan donasi bantuan non tunai melalui jalur laut yang diprediksi tiba satu minggu ke depan disalurkan dan langsung menyasar masyarakat korban gempa bumi dan tsunami,” jelasnya.

 

Umar menambahkan, misi kemanusiaan yang dilakukan adalah yang ke empat kalinya.

Setelah dilantik pihaknya terlibat langsung membantu pengungsi pascateror penembakan di Banti yang diungsikan ke Graha Eme Neme Yauware, hingga dipindahkan ke Kwamki Narama.

Misi kedua yang dilakukan adalah membantu warga Asmat dari Kejadian Luar Biasa (KLB), menyusul bantuan untuk korban gempa di Lombok, yang mana  waktu itu masyarakat Mimika menyumbangkan 27 rumah sementara (hunter) senilai Rp7 juta per unit.

Dan kali ini donasi bantuan untuk warga Palu.

Sambung Umar, dari hasil koordinasi dengan Baznas Papua, total donasi bantuan yang dihimpun dari 230 komunitas serta masyarakat Mimika, adalah yang terbesar se-Papua.

Ini menunjukan bahwa masyarakat Mimika begitu tinggi semangat kemanusiaannya.

“Ini harus terus dipertahankan. Kita tidak pilih suku, agama tapi ini misi kemanusiaan. Apalagi bantuan ini datangnya dari seluruh masyarakat dari berbagai kalangan, suku dan agama,” tandasnya.

Terkait penggalangan donasi bantuan untuk korban di Palu mendapat apresiasi langsung dari Ketua DPRD Kabupaten Mimika, Elminus Mom.

Elminus menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Mimika, termasuk 230 organisasi yang sudah terlibat langsung, berpartisipasi meringankan beban warga di Palu.

“Dengan capaian donasi bantuan Rp1,3 miliar dan terbesar di Papua, ini menunjukan rasa kepedulian masyarakat Mimika terhadap sesama begitu tinggi,” katanya.

Bahkan, dengan berbagai cara yang dilakukan untuk menggalang bantuan, menunjukan semangat Eme Neme Yauware ditengah masyarakat Mimika yang plural dan heterogen. (san)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.