Tiga Pasar di Timika Diduga Jadi Tempat Mesum dan Perjudian

TIMIKA,TimeX

Ananias Faot Kepala Distrik Mimika Baru secara terang-terangan menyebutkan keberadaan tiga pasar di Kota Timika diduga menjadi lahan mesum dan aktivitas perjudian. Atas kondisi ini bila dibiarkan terus pasti berakibat buruk bagi masyarakat pedagang. Tiga pasar itu adalah Pasar Gorong-gorong di Kelurahan Busiri, Pasar Sentral  di Kelurahan Sentral dan Pasar SP 2 di Kelurahan Timika Jaya.

Hal ini Ananias sampaikan kepada Timika eXpress di ruang kerjanya pada Kamis (11/10).

Mantan Kadistrik Kuala Kencana itu menguraikan aktivitas prostitusi di Pasar Gorong-gorong biasanya  berlangsung pada malam hari. Begitu juga di Pasar Sentral. Para penikmat seks diluar nikah ini memanfaatkan bangunan gedung megah Pasar Sentral maupun di Gorong-gorong yang tidak ditempati sebagai tempat melampiaskan lebidonya. Selain pada malam hari sepi dari keramian juga gelap.

Sementara lokasi Pasar SP 2 lanjutnya jika dilihat dari lokasinya memang kini menjadi lokasi perjudian king. Ini sudah bukan hal rahasia lagi, bahkan aktifitas perjudian berlangsung terang-terangan pada siang hari. Meskipun beberapa waktu lalu sudah beberapa pengelola judi king dibekuk polisi.

Terkait hal tersebut pria asal TTU NTT itu menegaskan ini merupakan penyakit masyarakat memang harus segera ada penanganan serius bukan hanya organisasi terkait saja, tetapi jika ingin penanganan tuntas memang harus ada tim terdiri dari pihak keamanan, distrik, dinas terkait untuk sama-sama meninjau lokasi yang dimaksud supaya tidak terkesan berlarut-larut seolah-olah dibiarkan.

Menanggapi perihal tersebut Dominggus Nussi Kepala Bagian Rehabilitasi Dinas Sosial (Dinsos) mengharapkan pihak Disperindag tidak perlu lagi membanguan gedung-geudng pasar jika gedung yang ada tidak dimanfaatkan.

Ia menilai gedung-gedung itu dimanfaatkan oleh orang tidak bertanggungjawab untuk berintim karena memang sejak rampung dibangun hingga saat ini dibiarkan begitu saja tidak difungsikan apalagi tanpa dilengkapi penerangan.

“Jangan asal buat pasar, program  akhirnya banyak pasar tidak digunakan sampai saat ini,” kritiknya.

Pantauan media ini aktivitas transaksi seks antara pria hidung belang dengan wanita malam juga terjadi di Pasar Swadaya Jalan Bhayangkara.

Mereka mulai turun berseliwerang sekira pukul 20.00 hingga jam kecil. Hal ini terliht beberapa wanita berjejer menunggu di area pertokoan atau kios di jalan tersebut. Bahkan lebih miris dengan bebasnya terjadi transaksi dan tawar menawar harga para wanita pekerja seks oleh pria sebagai teman tidur semalam. (a30)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.