Baru Dua Hari di Sel, EW Tewas Gantung Diri

Foto : Tanto/TimeX
EVAKUASI-Anggota Polres Mimika saat mengevakuasi korban EW dari ruangan tahanan Polres Mimika hendak ke kamar jenazah RSUD Mimika, Senin kemarin.

TIMIKA, TimeX
Diduga depresi, seorang tahanan berinisial EW (44) yang baru dua hari mendekam dalam sel Polres Mimika nekat gantung diri hingga tewas.
Dengan menggunakan tali celananya sendiri, EW yang adalah warga Sam Ratulangi ini mengakhiri hidup pada Senin (15/10) dinihari kemarin.
Korban yang terjerat kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), dan sedang dalam proses penyidikan Unit PPA Polres Mimika, diketahui dijebloskan ke dalam sel tahanan Polres Mimika, Sabtu (13/10) lalu.
Nahas yang menimpa korban diduga terjadi sekitar pukul 04.00 WIT di saat hujan deras mengguyur Kota Timika, dan seluruh tahanan tidur lelap.
Korban baru diketahui tewas setelah aksi nekadnya sekitar pukul 06.30 WIT dari seorang tahanan lainnya.
Seorang tahanan yang pertama kali mendapati korban kemudian membangunkan tahanan lain dan melaporkannya kepada petugas jaga.
Menerima laporan itu petugas jaga kemudian teruskan kepada Kompol Arnolis Korowa, Waka Polres Mimika, bersama Iptu Y. Harikatang, Waka Polsek Mimika Baru serta sejumlah perwira lainnya langsung mendatangi sel tahanan Polres Mimika di Polsek Mimika Baru.
Bahkan tim investigasi Polres Mimika saat itu juga langsung melakukan olah TKP, menyusul korban dievakuasi ke kamar jenazah RSUD untuk divisum.
Pihak Polres pun langsung menghubungi keluarga korban, dan setelah divisum, jazad korban diserahkan ke keluarga untuk disemayamkan dan pemakamannya nanti.
Kompol Arnolis Korowa, Waka Polres Mimika kepada wartawan membenarkan kejadian yang dialami korban.
“Kejadian ini juga karena kelalaian korban maupun petugas jaga. Ini jadi peringatan supaya petugas jaga lebih berhati-hati lagi. Sama sekali di luar dugaan, karena aksi pelaku tidak diketahui tahanan lain yang ada dalam satu ruangan,” kata Wakapolres.
Orang nomor dua di Polres Mimika ini menambahkan, sebelumnya EW pernah melakukan percobaan bunuh diri.
Sayangnya, informasi ini baru terkuak setelah korban meninggal dunia.
“Dari keterangan yang kita himpun, bahwa ini kali keduanya korban mau mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri,” kata Arnolis.
Mantan Kapolsek Abepura ini pun menegaskan bahwa anggota polisi yang bertugas saat kejadian menimpa EW pastinya menerima konsekuensi diproses Unit Propam Polres Mimika.
Termasuk pihaknya telah memanggil pihak keluarga korban untuk membicarakan peristiwa yang tidak diinginkan serta di luar dugaan.
Dikatakannya bahwa, dengan kejadian yang diluar dugaan, pihaknya akan membantu keluarga korban dengan menyiapkan keperluan di rumah duka.
“Kami bantu keluarga korban untuk keperluan di rumah duka, penyiapan peti jenazah, liang lahat hingga prosesi pemakaman, dan santunan duka,” tandasnya.
Sementara itu, Yoseph Temorubun, Ketua Komunitas Pemuda Kei (KPK) Kabupaten Mimika mengatakan, kejadian ini harus jadi perhatian serius Mabes Polri, Kapolda Papua maupun Kapolres Mimika, sebab berkaitan dengan standar operasional prosedur (SOP) penanganan kepolisian.
Terlepas dari kasus hukum yang menjerat korban, statusnya adalah tahanan Polres Mimika sehingga harus tetap dalam pengawasan karena masih menganut azas praduga tak bersalah sebelum adanya keputusan pengadilan.
“Saya soroti ini merupakan kesalahan SOP dari petugas jaga kepolisian,” tegasnya.
Namun, persoalan ini telah dibicarakan secara saksama pihak kepolisian dengan keluarga korban, dengan harapan pihak kepolisian lebih meningkatkan pengawasan terhadap para tahanan sehingga peristiwa ini tidak terulang.
“Kami akan kawal proses pemeriksaan dan penindakan petugas jaga Polres Mimika yang karena kelalaian mereka mengakibatkan EW tewas gantung diri,” imbuhnya.
Secara terpisah, sorotan dari kasus ini juga dikomentari langsung Ketua DPRD Mimika, Elminus B. Mom kepada Timika eXpress di ruang kerjanya, Senin kemarin.
Secara tegas Elminus mengatakan bahwa kejadian di luar dugaan ini menjadi tanggung jawab penuh kepolisian setempat.
Elminus menambahkan, anggota polisi yang bertugas saat peristiwa yang menimpa seorang tahanan diperiksa secara intensif untuk memastikan penyebabnya hingga korban mengambil jalan pintas mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
“Polisi harus pertanggungjawabkan kepada keluarga karena korban meninggal dalam sel tahanan. Jadi pertanyaan, apakah ini murni kelalaian anggota polisi yang bertugas saat itu, atau adanya sebab lain. Ini semua harus tuntas diselidiki sehingga tidak adanya preseden buruk terhadap pihak kepolisian setempat,” ungkapnya. (tan/zuk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.