Fasilitas Pejalan Kaki ‘Dirampas’ Pengendara

“Jadi untuk saat ini kita masih sifatnya memberikan himbauan, karena masih banyak yang belum paham. Misalnya masih banyak ditemukan kendaraan parkir di atas trotoar”

TIMIKA,TimeX

Sebuah pemandangan kurang elok terlihat pada siang hari di Jalan Cenderawasih depan Kantor Pelayanan Polres Mimika. Ada sebagian pengendara roda dua nekat ‘merampas’ fasilitas trotoar untuk pejalan kaki. Pengunjung yang datang menguru sesuatu di Polres Mimika memarkirkan sepeda motornya di atas trotoar. Kondisi otomatis ikut mengganggu aktivitas pejalan kaki saat melintas di sekitar itu. Adanya sepeda motor itu pejalan kaki terpaksa menyilih dengan mengambil jalan di jalan raya.

Begitu mudahnya pengunjung yang membawa kendaraan parkir di trotor karena keberadaan trotoar yang dibangun Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang sangat rendah dengan badan jalan.

 

Menanggapi hal itu AKP Indra Budi Wibowo Kasat Lantas Polres Mimika mengingatkan kepada pengendara  baik pemilik sepeda motor maupun roda empat untuk tidak parkir sembarangan pada fasilitas bagi pejalan kaki yang ada kerena itu dianggap melanggar aturan sehingga bisa dikenakan sanksi tegas.

“Jadi untuk saat ini kita masih sifatnya memberikan himbauan, karena masih banyak yang belum paham. Misalnya masih banyak ditemukan kendaraan parkir di atas trotoar,” ungkap Indra saat ditemui Timika eXpress di Kantor Polsek Mimika Baru, Senin (15/10).

Kaitan dengan ini perwira balok tiga itu kembali menegaskan bahwa trotoar yang dibangun peruntukannya hanya untuk pejalan kaki dan harus dipahami baik oleh masyarakat.

“Kita lihat saja seperti di Jakarta itu sudah ada LSM yang menyuarakan masalah pejalan kaki. Jangan sampai di sini juga ada dan firal ke mana-mana dan kita semua jadi sorotan,” ungkapnya.

Dalam UU itu lanjutnya ada aturannya dimana fasilitas umum seperti pejalan kaki yang tidak pada peruntukannya termasuk parkir sembarang itu bisa ditertibkan dan bisa dikenakan tilang.

“Jadi sifatnya himbauan dulu dan kalau sudah beberapa kali kita berikan himbauan maka kedepannya baru kita kenakan sanksi tegas,” ujarnya.

Selain trotoar hal lain menurut Indra perlu diketahui baik adalah kelengkapan fasilitas lampu merah. Misalnya di pertigaan atau perempatan itu harus dipasang tanda bahwa tidak boleh langsung belok kiri.

“Inikan merupakan kebiasaan masyarakat, padahal di dalam UU yang baru Nomor 2 Tahun 2009 tidak diperbolehkan lagi,” katanya.

Mengenai hal ini dirinya sudah komunikasikan secara lisan dengan Dinas Perhubugan. “Mudah-mudahan nanti ada pembaharuan semua fasilitas jalan itu,” harapnya. (tan)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.