Tim Relawan Timika Tuntaskan Misi Kemanusiaan di Sulteng

TIMIKA , TimeX Tim Relawan Eme Neme Yauware Mimika Peduli Sulawesi Tengah (Sulteng) sukses menuntaskan misi kemanusiaan, dengan menyalurkan seluruh donasi bantuan masyarakat Mimika bagi korban gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Palu, Sigi dan Donggala, Sulteng.

FOTO:ISTIMEWA/TIMEX
BANTUAN- Tim Relawan Eme Neme Yauware Mimika Peduli Sulteng saat menyerahkan bantuan kemanusiaan bagi warga korban gempa dan tsunami di depan Kantor Baznas Sulteng.

TIMIKA , TimeX

Tim Relawan Eme Neme Yauware Mimika Peduli Sulawesi Tengah (Sulteng) sukses menuntaskan misi kemanusiaan, dengan menyalurkan seluruh donasi bantuan masyarakat Mimika bagi korban gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Palu, Sigi dan Donggala, Sulteng.

Tim relawan asal tanah Amungsa, terdiri dari  tim medis dan paramedis, penanganan trauma psikologis, pembinaan dan peningkatan keimanan dan ketaqwaan (Islam dan Kristen), serta tim komunikasi dan transportasi umum sebanyak 12 orang, sukses menjalankan misinya  selama 10 hari, sejak tanggal 11-20 Oktober 2018 di Sulteng.

Adapun 12 orang tim relawan meliputi elemen masyarakat lintas agama, lintas organisasi kemasyarakatan, termasuk perwakilan Anggota DPRD Mimika ikut terlibat, mengawal dan menyalurkan bantuan masyarakat Mimika yang dihimun melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mimika.

Ketua Baznas Mimika, Umar Habib yang juga Ketua Tim Relawan Eme Neme Yauware Mimika Peduli Sulawesi Tengah, melalui rilis yang dikirim ke redaksi Timika eXpress, Minggu (28/10), 28 Oktober 2018, mengatakan setibanya tim relawan di Sulteng langsung memberikan pelayanan bantuan dan penanganan medis maupun non medis.

Adapun 8 item donasi bantuan yang diberikan mulai dari bantuan non tunai, yaitu  30 ton sembilan bahan pokok dan pakaian baru yang dikirim melalui transportasi laut oleh PT SPIL dan transportasi udara yang difasilitasi TNI AU Yohanis Kapiyau Timika.

Sedangkan bantuan pangan yang diberikan untuk meringankan beban kebutuhan pokok para korban bencana, terdiri dari beras sebanyak 14 ton, mie Instan 700 karton, minyak goreng 350 karton, telur ayam  1.400 rak, air mineral 700 karton, susu dan makanan tambahan untuk anak 200 karton, termasuk perlengkapan mandi 200 karton.

Selain itu, ada pula bantuan tenda darurat sebanyak 15 buah berukuran 14×6 meter.

“Dari 15 buah renda darurat, dua tenda dibangun di kawasan Gereja Elfata yang juga jadi tempat pengungsian sementara warga korban bencana,” kata Umar.

Adapula bantuan rumah hunian sementara yang diberikan sebanyak 30 unit hunian, dan semua sudah ditempati korban terdampak bencana Sulteng.

Termasuk bantuan sekolah darurat 5 unit juga diberikan tim relawan Mimika sesuai permintaan dan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah.

“Sekolah darurat yang dibangun terdiri atas 3 ruang kelas lengkap dengan peralatan penunjang kegiatan belajar mengajar,” jelasnya.

Bantuan lainnya adalah rumah ibadah darurat (Masjid dan Gereja) sebanyak 3 unit atas bantuan masyarakat Mimika.

“Fasilitas rumah ibadah ini pun sangat penting sebagai kebutuhan dasar umat beriman untuk tetap meyakini dan mengimani Allah,” serunya.

Bahkan, bantuan tunai juga diberikan langsung kepada 500 Kepala Keluarga (KK)  korban pengungsi (baik yang ada keluarganya di Mimika ataupun tidak) yang tersebar di Palu, Sigi dan Donggala.

Sedangkan bantuan layanan kesehatan dan penanganan trauma psikologis, selain dalam bentuk fisik, juga bantuan melalui aksi layanan kesehatan dan penanganan trauma.

“Kita juga berhasil evaluasi mahasiswa Universitas Tadulako,Palu asal Timika,yang dikembalikan ke keluarganya di kilometer 11, Distrik Wania beberapa waktu lalu,” katanya menambahkan semua donasi bantuan yang diberikan dihasilkan dari penggalangan donasi bantuan dari masyarakat Mimika dengan total dana tunia mencapai Rp1,3 miliar lebih (Rp1.375.038.000).

“Semua donasi bantuan ini merupakan implementasi rasa syukur kita sebagai warga dan masyarakat NKRI yang memiliki semboyan dan falsafah Eme Neme Yauware, bersatu bersaudara, membangun,” tukas Umar. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.