MUI Mimika Sikapi Insiden ‘Tauhid’ di Garut

TIMIKA, TimeX Insiden pembakaran bendera Tauhid yang terjadi disela-sela perayaan Hari Santri 22 Oktober 2018 lalu di Kabupaten Garut, Jawa Barat, benar-benar menyita perhatian Organisasi  Massa (Ormas) dan tokoh Muslim di Mimika.

Ketua MUI Mimika Ustad H. Muhammad Amin AR, S.Ag bersama ormas Islam saat menggelar pertemuan bersama menyikapi Insiden pembakaran bendera ‘Tauhid’ di Garut, di Gedung Serba Guna Babussalam, Sabtu (27/10).foto:absir/timex

TIMIKA, TimeX

Insiden pembakaran bendera Tauhid yang terjadi disela-sela perayaan Hari Santri 22 Oktober 2018 lalu di Kabupaten Garut, Jawa Barat, benar-benar menyita perhatian Organisasi  Massa (Ormas) dan tokoh Muslim di Mimika.

Menyikapi hal itu, para tokoh Ormas Islam yang dipimpin langsung Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Mimika, Ustad Muhammad Amin AR, S.Ag, menggelar pertemuan bersama pada Sabtu (27/10).

Pertemuan di Gedung Serbaguna Masjid Babussalam di Jalan  Ki Hajar Dewantara yang diprakarsai MUI Mimika, dihadiri tokoh masyarakat Islam dari Nahdhatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Dewan Masjid Indonesia (DMI), PHBI, BAZNAS, Pengurus Masjid dan Ormas Islam lainnya.

Adapun enam poin pernyataan sikap yang dihasilkan pada pertemuan, sebagaiman rilis yang diterima redaksi Timika  eXpress, Minggu tadi malam, yaitu:

  1. bahwa insiden tersebut diserahkan kepada aparat penegak hukum.
  2. Menjamin keamanan dan situasi yg kondusif di Kabupaten Mimika sehingga tidak terpengaruh atas segala macam isu yang berkembang.
  3. Menyerahkan perbedaan pendapat yang terjadi dikalangan masyarakat kepada para alim ulama, cerdik cendekia untuk dibahas secara ilmiah dengan semangat persaudaraan.
  4. Seluruh organisasi masyarakat Islam menahan diri dan menjamin semangat persatuan dan kesatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika dan semangat Eme Neme Yauware.
  5. Seluruh organisasi masyarakat Islam di Kabupaten Mimika lebih cenderung untuk memberikan teladan yang baik untuk selalu bersatu, bersaudara dan sibuk membangun umat dalam semangat ukhuwah Islamiyah dan Eme Meme Yauware.
  6. Sepakat selalu bekerja sama dan sama-sama bekerja dalam lingkup dakwah dan sosial untuk masyarakat Kabupaten Mimika.

Secara singkat Ketua MUI Mimika, Ustad Muhamad Amin mengatakan, pertemuan tokoh Islam di Mimika dimaksudkan agar tidak menjadi polemik berkepanjangan masyarakat, khususnya  umat Muslim di Mimika terkait insiden pembakaran bendera Tauhid di Garut. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.