Satres Narkoba Bekuk Penyuling Milo di SP 6

TIMIKA,TimeX

Satuan Reserse Narkoba Polres Mimika kembali membekuk penyuling minuman lokal (milo) diketahui berinisial AP dan EM sekitar Logpon SP 6 pada Jumat (26/10). Keduanya ditangkap pada giat Operasi Pekat Matoa 2018 hari ke 11. Tungku serta alat penyulingan lainnya dimusnahkan saat itu juga dengan cara dibakar. Operasi ini mendapat dukungan penuh dari personil Polsek Kuala Kencana.

Aparat terjun ke lokasi menangkap kedua warga ini menindaklanjuti informasi dari masyarakat setempat bahwa ada aktivitas penyulingan miras lokal jenis sopi di daerah Logpon di tengah hutan SP 6.

Jajaran Satresnarkoba dipimpin Kasat Resnarkoba Iptu Kordiali bersama Bripka Markus M bergerak dari Polres Mimika menuju TKP dengan jarak 30 kilometer. Selepas dari jalan raya selanjutnya masuk hutan berjalan kaki sejauh sekira 2 Km.

Sesampai di dalam hutan ditemukan kedua tersangka sementara menyuling. Keduanya saat itu juga langsung diamankan bersama barang bukti. Sementara  tempat penyulingan langsung dimusnahkan.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan antara lain tiga jerigen milo berisi 25 liter, satu drum tempat penyulingan, dua batang pipa, satu batang bambu, satu buah corong warna merah dan satu buah ember.

Laurentius Kordiali saat dikonfirmasi Timika eXpress pada Minggu (28/10) membenarkan hal itu.

Laurens mengungkapkan keduanya diamankan pada saat giat Operasi Pekat Matoa 2018 tentang penanggulangan terhadap kejahatan premanisme, curanmor, street crime (kejahatan jalanan-red), perjudian, pornografi, miras,  senpi, sajam dan narkotika serta kejahatan lainnya.

Pria asal Kabupaten Sikka-Maumere NTT ini menuturkan dirinya menangkap pelaku di lokasi bermula mendapat info dari masyarakat. Saat ini masih dilakukan proses sidik dan lidik.

Sebelumnya pihaknya juga membekuk sepasang suami istri (pasutri) berinisial ML dan YGL di sebuah rumah kos di Kampung Kaugapu Distrik Mimika Timur pada Rabu (24/10) malam.

Dari hasil penggrebekan tersebut selain membekuk pasutri juga menyita enam jerigen berisi milo ukuran lima liter sebagai barang bukti yang tersusun rapi di dapur.

Tim Operasi Pekat Matoa ini menyasar di rumah pelaku bermula piket Pawas dan piket Satres Narkoba mendapat info dari masyarakat bahwa di rumah kos milik HO yang dihuni oleh pasutri itu sering terjadi transaksi jual beli milo. Saat ini kasusnya masih dalam proses lidik.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya selain membekuk empat penjual dan penyuling milo Tim Operasi Pekat Matoa 2018 juga membekuk dua pelaku begal dan pencurian sepeda motor (curanmor). Hari pertama Selasa (16/1) malam lalu menangkap pelaku berinisial B dan seorang pelaku yang belum dipublis identitasnya diamankan pada Kamis (18/10) malam.

Operasi pekat berlangsung selama 14 hari dan sudah menjadi atensi tetap dijalankan oleh aparat Polres Mimika, yang sudah dimulai dari tanggal 16 hingga 29 Oktober. (tan)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.