DPRP Papua Kecam Pelaku Penganiayaan Anak

Foto: Dok./TimeX
Mathea Mameyao

TIMIKA, TimeX

Kalangan  DPRP Papua mengecam para pelaku yang melakukan aksi pemukulan terhadap seorang anak laki-laki berusia 13 tahun di Kawasan Irigasi Timika yang viral di media sosial, Jumat (2/11) kemarin.

Kecaman para anggota legislator Provinsi Papua ini dilontarkan Mathea Mameyau melalui telepon seluler kepada Timika eXpress, Jumat (2/11).

Menurut Anggota DPRP Papua yang juga Tokoh Perempuan Kamoro ini bahwa, tindakan yang dilakukan ketiga pelaku merupakan pelanggaran HAM.

“Karena tidak seharusnya anak yang masih dibawah umur dipukuli hingga berdarah,”jelas Mathea.

Menurutnya, jika seorang anak melakukan pencurian sebaiknya jangan dihukum akan tetapi dinasehati serta dijelaskan dan dipanggil orang tuanya.

“Berapa ekor anak ayam yang dicuri? Berapa memang harganya? Sampai setegah itu para pelaku memukul anak tersebut hingga berdarah,” tegasnya.

Diakuinya, siapapun yang melakukan aksi pemukulan tersebut harus dihukum karena anak itu dilindungi oleh UU.

“Saya sangat prihatin dengan aksi pemukulan tersebut dan saya harap tidak ada lagi yang melakukan perbuatan seperti itu,”ujarnya

Sementara itu, Luki Mahakena selaku Ketua Forum Kewaspadaan Dini (FKDM) Mimika mengaku merasa ibah saat melihat  dan mendengar teriakan sakit oleh korban saat mendapat tindakan kekerasan yang dilakukan para pelaku.

“Jika anak mencuri masyarakat tidak boleh main hakim sendiri. Karena secara hukum hal ini tidak diperbolehkan,”jelasnya.

Lanjut Luki, sejahat-jahatnya pelaku pencurian  warga tidak berhak memukul atau menghakimi pelaku pencurian. Hukum positif itu harus ditegakkan jangan gunakan hakim sepihak.

“Apapun cara yang dilakukan oleh masyarakat untuk menghukum anak tersebut sangatlah tidak pantas. Seharusnya anak tersebut harus dihukum dan memberikan efek jerah bukan dipukul hingga berdarah,”jelasnya.

Lebih lanjut, dirinya juga tidak sepaham dengan video berdurasi 2 menit 10 detik yang kini menjadi viral.

“Hal ini tidaklah mendidik sehingga masyarakat jangan viralkan video kasus anak-anak di bawah umur karena perbuatannya akan diproses lewat peradilan,”katanya.

Ditambahkannya, jika anak-anak melakukan kesalahan seharusnya diberikan efek jerah sehingga anak tersebut dapat terbentuk dewasa positif. Selain itu, orang tua juga harus mendidik anak sehingga anak bisa bertumbuh menjadi anak yang dewasa.

“Jika anak salah sebaiknya ditegur dan dinasehati sehingga anak tersebut dapat bertumbuh menjadi anak yang baik. Jangan perlakukan anak dengan kasar karena akan membentuk anak menjadi anak yang nakal,”jelasnya.

Hal senada juga dikatakan Agustina Yatenea, sakah satu Tokoh  Perempuan Kamoro  ini. Ia  berharap kasus penganiayan anak ini  harus diproses hukum sesuai undang-undang perlindungan  anak.

“Saya tegas harus diproses jangan main hakim sendiri. Saya harap  polisi segera proses pelaku,” tutur Agustina Yatenea saat ditemui Timika eXpress di Jalan Hasanudin depan kantor kelurahan Pasar Sentral, Jumat (2/11).

Ia mengatakan, apabila terjadi pencurian ayam oleh anak dibawa umur seperti ini, jangan langsung main  hakim sendiri.

“Saya rasa sedih kalau perlakukan anak seperti itu, ini harus proses hukum terhadap pelaku, “katanya. (a31/aro)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.