Andika Tewas Tertimpa Batu di Puncak Cartenz >> PT Adventure Carstenz dan APGI Berduka

Foto : Istimewa/TimeX

EVAKUASI-Proses evakuasi korban Andika Pratama setibanya di lapangan Mako Lanud Yohanis Kapiyau, Minggu (4/11).

TIMIKA, TimeX

Seorang pemandu (guide) pendakian gunung atas nama Andika Pratama (35) tewas tertimpa runtuhan batu saat latihan atau aklimatisasi sebelum melakukan pendakian ke Puncak pada Sabtu (3/11).

Informasi kejadian naas yang menimpa korban, warga Jalan Padang Golf Nomor 18, RT/RW 04/01, Desa Sukamiskin, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Jawa Barat, diperoleh dari Arlen, salah satu tim pendakian pada Sabtu sekitar pukul 11:30 WIT.

Melalui telepon satelit, Arlen yang saat itu berada di Base Camp Yellow Valley menghubungi rekan korban bernama Sofyan yang berada di Timika, menyampaikan kabar duka tersebut.

Korban yang merupakan karyawan CV.Cesta Adventura, diketahui sudah 9 kali memandu pendaki ke Puncak Carstenzs.

Korban bersama tiga orang rekannya ketika itu mendampingi enam orang pendaki asing berkewarganegaraan Rusia dan Azerbaijan sejak 29 Oktober lalu untuk melakukan pendakian di Puncak Cartenz, salah satu dari tujuh keajaiban dunia yang berada di Papua.
Informasi yang dihimpun melalui rilis Subbid Penmas Bidang Humas Polda Papua, dan juga pimpinan PT Adventure Carstenz, Maximus Tipagau, menyebutkan, sebelum kejadian, korban bersama tim pendaki bertolak ke Base Camp Yellow Valley menggunakan helikopter milik Komala Air pada Senin, 29 Oktober lalu.

Setelahnya, pada Sabtu (3/11) sekitar pukul 11:30 WIT, Arlen, salah satu rekan pendaki menghubungi Sofyan, rekan korban yang ada di Timika menggunakan handphone satelit, lantas menyampaikan naas yang menimpa korban.

Dari informasi tersebut, sekitar pukul 13:10 WIT, langsung dilakukan koordinasi dengan Helicopter Komala Air di Bandara Mozes Kilangin untuk langsung mengevakuasi korban.

Rekan korban, sofyan ikut dalam penerbangan untuk evakuasi jezad almarhum dari Base Camp Yellow Valley.

Namun ditengah penerbangan menuju lokasi sekitar pukul 13:32 WIT, pilot helikopter evakuasi memutuskan kembali ke Bandara Mozes Kilangin karena cuaca buruk   dan berkabut.

Proses evakuasi jazad korban baru berhasil pada, Minggu (4/11) mulai pukul 05.30 WIT.

Hanya dalam waktu satu jam lebih, yakni pukul 06.43 WIT helicopter Fly Komala sudah tiba di helipad Lanud Yohanis Kapiyau dengan membawa jenazah korban bersama dua rekannya, Arlen dan Brury Sondak.

Dari situ, jenazah langsung dievakuasi ke Kamar Jenzah RSUD Mimika untuk proses visum oleh petugas medis setempat, menyusul pemulasaraan jenazah.

Sebelum diterbangkan ke Bandung, tanah kelahirannya, jenazah almarhum sempat disholatkan di Masjid Babussalam Timika.

jenazah Andika diberangkatkan dari Timika menggunakan penerbangan Garuda Indonesia pada pukul  14.40 WIT Minggu kemarin.
Jenazah Andika direncanakan tiba di Jakarta pukul 19:00 WIB dan dilanjutkan dengan perjalanan darat menuju rumah duka di Bandung dan diikuti prosesi pemakaman.

Terkait insiden yang menewaskan Andika Pratama, pendakian ke Puncak Cartenz dihentikan untuk sementara waktu.

Yosua Noya, salah satu rekan korban yang berada di lokasi kejadian saat insiden naas menimpa korban mengatakan, saat itu memang dirinya ada di dekat lokasi kejadian, namun ia tidak melihat langsung.

“Waktu kejadian posisi korban naik, sedangkan saya dalam perjalanan turun.  Namun karena dengar teriakan minta tolong dari Arlen, kami pun langsung menuju lokasi dan bersama rekan lainnya, Scoot Haluk langsung mengevaluasi korban yang sudah tidak sadar ke Lembah Kuning,” terangnya kepada Timika eXpress, Minggu kemarin.

Yosua pun  sempat bertanya kepada Arlen soal kronologi, dan Arlen menjelaskan saat kejadian, korban sedang melakukan latihan atau aklimatisasi, dan tiba-tiba ada runtuhan batu dan langsung menimpa wajah korban.

Dari keterangan medis, korban mengalami luka robek dan memar serius di bagian wajah.

Maximus Tipigau kepada Timika eXpress melalui pesan whatsapp (WA), secara pribadi dan atas nama PT Adventure Carstenz dan pengurus Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) menyampaikan turut berduka cita atas peristiwa yang menimpa korban dalam kegiatan ekspedisi di Puncak Carstenzs.

“Saya berharap agar ke depan semua prosedur pendakian dapat diorganisir secara lebih baik, termasuk SOP, penanganan emergency, maintenance rutin jalur pendakian, dan hal-hal lainnya,” tandasnya. (tan)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.